Broery Pesulima ato yang katong lebe kanal deng nama Broery Marantika itu paar katong di Ambon seng bisa bilang lai..Ontua su jadi icon…sampe-sampe samua nyong Ambon kalo manyanyi iko laki-laki pung gaya, mulai dari pilih lagu, biking suara, sampe deng gaya di panggung, termasuk beta lai.
Itulah Broery…sang Maestro yang melegenda di Indonesia, bahkan sampe di luar negeri. Di Malaysia, banyak urang awak yang tak lupe…apalagi disamping pernah membuat album dengn aksen Melayu, ontua juga laipose sampe kaweng deng Anita Sarawak yang juga adalah Diva Malaysia saat itu.
Broery pada era tahun ’80-an sampe ’90-an adalah raja pop yang tak ada tandingannya, bahkan sampai sekarang pun. Dia tidak hanya hebat di rekaman, tetapi juga performance di panggung, bahkan pangung-panggung Festival. Broery adalah sosok yang suka mencari sensasi…itulah gaya nyong Ambon-nya…juga pernah main beberapa film, salah satunya berjudul “Jangan Biarkan Mereka Lapar”.
Sewindu terasa tak terasa sudah…penyanyi datang dan pergi…dan katong semua berharap akan selalu muncul Broery-Broery muda dari Maluku, dengan cara bernyanyi dan bergaya sesuai zamannya…Inilah sosok yang selalu memberi inspirasi bagi banyak orang dalam bidang tarik suara…
Untuk mengenang ekpresi dan warna Broery Marantika Pesulima “WE’LL NEVER FORGET”, Anda boleh datang pada tanggal 01 Agustus 2008 di Balai Sarbini bernostalgia kembali dengan Dewi Yull, Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Titiek Puspa, Tompi, Ello, Rio Febrian, AB3, RAN, Afghan, Cyndi Bernadedette, dan banyak lagi artis lainnya dalam tajuk acara “Tribute to Broery Pesulima” sebagai penghormatan besar terhadap seorang maestro…seorang Broery… ![]()
No Comments
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment






















