Soekarno vs The Beatles

Dasawarsa 1960-an adalah masa penuh pergolakan di Indonesia. Gelora retorika membahana seantero negeri, hingga terdengar sampai ke kamar tidur. Suatu produk apapun yang menentang arus mainstream penguasa, disikapi dengan kecurigaan. Kadang dilawan dengan kasar, dilihat dengan kacamata sinis, bahkan tanggapi dengan api. Bakar!

Awal tahun 1960-an, negeri yang dikendali penuh oleh Soekarno ini, bisa dibilang sangat dekat dengan barat, dibarengi dengan kemesraan pada negara-negara berhaluan komunis. Saat bersamaan, komunis tumbuh merambat cepat di Indonesia, sebagai kekuatan radikal yang mengandalkan agitasi dan ekstrimitas.

Dunia luar, khususnya barat, sulit membedakan antara Soekarno dengan komunis. Apalagi ditambah dengan tewasnya Presiden Kennedy akhir tahun 1963, dengan penggantinya yang tak lagi memandang Soekarno sebagai sahabat. Tinggallah Soekarno sendirian. Dijauhi barat dengan aroma permusuhan. Sebaliknya sikap itu ditanggapi Soekarno dengan naluri sensitifitas yang diberi bahan bakar beroktan tinggi oleh komunis yang berwujud Partai Komunis Indonesia (PKI).

Anti-Barat

Inilah sekutu yang paling didengar, disayang, dilindungi oleh Soekarno saat-saat menjelang kejatuhannya. Meski sikap ini terlihat dipaksakan, karena tak ada lagi yang bisa mengerti sepenuhnya apa yang diinginkan Soekarno.

Kedekatan Soekarno dengan komunis melahirkan kebijakan-kebijakan yang aneh, dengan retorika anti barat. Bayangkan, segala sesuatu berbau barat dipandang sebagai musuh masyarakat. Film-film produk Hollywood dan barat dilarang. Pusat-pusat kebudayaan beberapa negara barat didatangi. Bukan untuk dipelajari, tetapi dibakar! Negara-negara baru lahir yang trauma dengan kolonialisme barat, dikumpulkan di Jakarta untuk mengikuti pesta olah raga tandingan olimpiade. Bantuan-bantuan asing (barat) bukan diterima, tapi dimaki dengan jargon terkenal “Go To Hell With Your Aid”. Bahkan nama-nama berbau barat dan anglo-saxon, dipaksakan diganti. Ada beberapa contoh seperti Jack Lesmana menjadi Jaka Lesmana (nama dari Soekarno yang enggan digunakan pemiliknya). Lalu ada aktris Rima Melati yang dulu bernama Lientje Tambajong, yang justru menjadi lebih popular sampai sekarang.

Ngak Ngik Ngok

Kebencian Soekarno terhadap budaya barat kian hari memuncak. Sementara di dunia luar, barat melahirkan icon kultur baru yang fenomenal: the Beatles. Gaung akrobat musikal kelompok musik Inggris ini, merambat cepat. Membakar semangat kaum muda berontak dari kemapanan, tanpa melihat batas-batas negara hingga sampai ke Indonesia. Kepopuleran empat pemuda.asal Liverpool ini ditanggapi dengan kegusaran oleh penguasa. Mereka dijadikan simbol kerusakan budaya nasional yang harus dilawan, dibrantas seperti hama dan dimusnahkan.

Hasilnya bisa terbayang, siapapun yang mengikuti atau meniru lagu-lagu the Beatles dicurigai bahkan ditempatkan di sel tahanan. Kelompok musik Koes Bersaudara pernah mengalaminya. Mereka dipenjara karena menyanyikan lagu-lagu the Beatles di sebuah pesta di Jati Petamburan, Jakarta, yang sebelumnya beberapa kali diperingati penguasa. Bahkan mereka dicap sebagai agen dekadensi moral bangsa dalam sebuah karikatur di harian berhaluan komunis. Akhirnya, mengungkapkan sebuah apresiasi seni (dari barat) menjadi perbuatan kriminal di Indonesia.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV AS NBC di Jakarta, Soekarno terang-terangan menentang the Beatles, bahkan melarangnya. Soekarno menyebut musik mereka sebagai ngak ngik ngok Sebuah sindiran sinis yang menghargai ekspresi seperti barang murahan.

Apa tanggapan the Beatles? Pada sebuah konperensi pers dalam rangkaian tur dunianya di San Diego, AS tanggal 26 Agustus 1965, mereka menganggap enteng larangan Soekarno terhadap musik mereka. Seraya mengkomentari dengan kalimat-kalimat canda yang mengejek.

“Well, saya rasa itu perbuatan tolol”, komentar John Lennon atas larangan the Beatles di Indonesia. Dan jawaban itu ditimpali Ringo dengan kalimat “It’s foolish” Kejengkelan the Fab Four itu jelas tercermin dari komentar lugas mereka saat dicecar pertanyaan wartawan.

“Dia (Soekarno) harus membeli dulu album kami sebelum membakarnya, sehingga kami bisa dapat royalty”, kata George ketika tahu bahwa album mereka dibakar di Jakarta. Bahkan Paul sempat melecehkan Soekarno dengan gurauan. “Daripada Soekarno membakar album kami, lebih baik dikirim kepada kami. Nanti kita beri potongan setengah harga”.

Bukan Soekarno, tapi PKI yang anti The Beatles

Saya termasuk kurang percaya bahwa Soekarno benar-benar tidak suka musik the Beatles. Tidak bisa dipungkiri, fenomena musik mereka dicuragai masyarakat membawa pengaruh negatif di beberapa tempat, bahkan di negara-negara barat, termasuk Inggris. Album mereka dibakar di Amerika, ketika John Lennon mengatakan bahwa mereka lebih popular dari Yesus. BBC dan beberapa stasiun radio Amerika pernah melarang lagu-lagu mereka, karena menjadi inspirasi kaum muda menggunakan obat bius, seperti pada lagu “A Day in the Life”.

Bagi saya Soekarno adalah seorang pencinta seni. Sangat aneh bila seorang seniman tidak menyukai suatu seni atau budaya. Lebih-lebih dia ahlinya berdansa lenso dan gemar menonton film-film Hollywood di istana. Soekarno-lah satu dari pemimpin dunia yang pertama bertandang ke Hollywood untuk berdiskusi dengan pekerja film di sana. Dia juga mengundang Marylin Monroe ke pestanya di Hotel Beverly Hills. Pada saat bertemu Presiden Kennedy bulan April1961, Soekarno sempat-sempatnya mampir ke Hawaii bertemu Elvis Presley yang sedang shooting. Anehnya lagi, saat bergema anti barat, Soekarno menemui aktris dan icon Italia Gina Lollobrigida di Roma. Tidak ada track record yang bisa menjelaskan mengapa Soekarno bisa antipati pada kultur berbau barat. Lalu mengapa hanya beberapa bulan dia bisa totally antipati dengan produk budaya barat?

Dugaan kuat bahwa kebijakan melarang musik the Beatles, lebih atas inisiatif paksaan kaum komunis Indonesia, ketimbang dari diri Soekarno sendiri. Memang Soekarno punya formulasi untuk menjaga ketahanan budaya bangsa, yang dicanangkan ketika berpidato saat HUT RI tahun 1959. Namun sikap itu tak harus terlalu jauh sampai melarang musik the Beatles, apalagi memenjarakan Koes Bersauadara.

Apabila Tuhan memberi sedikit waktu saja Soekarno berkuasa, pasti dia akan mengenal lebih dekat dengan inspirasi the Beatles. Waktu membuktikan, bahwa apa yang disuarakan the Beatles dengan musik-musiknya, seirama dengan apa yang diinginkan Soekarno. Misalnya anti kemapanan, revolusi, perlawanan dan perdamaian. Beberapa sahabat dekatnya, seperti Fidel Castro pun, bisa menerima the Beatles dengan membuatkan patung John Lennon di Havana. Meski pada awal tahun 1980-an, banyak remaja pembangkang di blok komunis berdemo memuja the Beatles sambil berteriak “Lennon untuk kami. Lenin untuk kamu”

Soekarno dan Lennon

  • Ketidaksukaan Soekarno pada the Beatles ternyata membawa sebuah kutukan. Sampai kini, tidak ada satupun anggota the Beatles pernah menginjak kakinya. Padahal jumlah penggemar mereka di Indonesia bisa melebihi penduduk Malaysia.
  • Antara Soekarno dan the Beatles, memang dua dunia yang berbeda. Tapi ada beberapa kesamaan antara mereka, khususnya John Lennon, orang yang sering dianggap personifikasi the Beatles.
  • Soekarno dan Lennon sama-sama beristrikan orang Jepang. Kedua istri mereka saling mengenal dan menjadi international high profile.
  • Kedua orang ini diabadikan namannya menjadi nama bandara. Ada Soekarno-Hatta International Airport, ada juga John Lennon International Airport di Liverpool.
  • Keduanya jenis manusia pemberontak yang tak menyukai kemapanan dan penindasan.
  • Lennon mengagumi Gandhi (berusahakan memasukkan gambarnya pada album lagendaris Sgt. Pepper’s Lonely Heart Club Band, tapi ditolak), Sedang Soekarno gemar mengutip perkataan Gandhi.
  • Keduanya mati mengenaskan oleh pengagumnya sendiri.

Iwan Kamah

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • "KKN ASEAN Spirit" Indonesia-Malaysia temui titik terang
      Gagasan untuk mewujudkan "Kuliah Kerja Nyata ASEAN Spirit" antara Indonesia dan Malaysia mulai menemui titik terang. Titik terang itu tercapai setelah pertemuan Rektor Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, Prof Dr ...
    • Terjadi 226 kebakaran bangunan selama 2014
      Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mencatat sepanjang Januari hingga Oktober 2014 telah terjadi 226 kasus kebakaran bangunan yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia. "Rata-rata penyebabnya adalah ...
    • Sophie Ellis-Bextor perkenalkan albumnya di SoundsFair
      Penyanyi asal Inggris Sophie Ellis-Bextor kembali menyapa penggemarnya di Indonesia dengan membawakan lagu-lagu dari album terbarunya "Wanderlust" yang dirilis 20 Januari 2014. Pada hari pertama festival musik SoundsFair, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: