AKI Bukan Yaskum

“Penyerbuan” yang dilakukan massa Gerakan Reformis Islam (Garis) dan Persis ke markas Amanah Keagungan Ilahi (AKI) pimpinan Kurnia Wahyu di Bandung, 16 Januari lalu, berbuntut. Ini terjadi karena AKI, yang ditengarai menyebarkan aliran sesat kepada anggotanya, menyeret nama Yayasan Kharisma Usada Mustika yang berpusat di Jakarta.

Menurut Ketua PW Garis Jawa Barat, Suryana Nurfatwa, gerakan AKI pimpinan Kurnia Wahyu memiliki hubungan yang sama dengan gerakan AKI di kota-kota lain. Namun identitasnya berbeda-beda. “Di Bekasi, kepanjangannya Alam Kuasa Ilahi. Sedangkan di Bandung dan Tasikmalaya, kami menemukan Amanah Keagungan Ilahi,” katanya. Kesamaannya, “AKI ini di bawah yayasan yang sama, yaitu Kharisma Usada Mustika,” papar lelaki berusia 51 tahun itu (Gatra Nomor 11 Tahun XV, edisi 22-28 Januari 2009).

Pernyataan Suryana itulah yang membuat gerah para pengurus Yayasan Kharisma Usada Mustika (Yaskum). Sejak berita itu muncul, banyak orang bertanya-tanya tentang kebenaran informasi tersebut. Para pengurus yayasan itu tak kalah sibuk menjelaskan kepada para simpatisan dan masyarakat umum. “Kami hanya ingin menyampaikan hak jawab kami bahwa Yaskum tidak ada hubungannya dengan AKI,” tutur Teuku M. Bulganon Hasbullah Amir, 56 tahun, Ketua Dewan Pembina Yaskum.

Kepada Gatra, Abang –begitu Teuku M. Bulganon Hasbullah Amir disapa orang-orang dekatnya– Kurnia Wahyu dan dirinya pernah berguru kepada M. Syamsoe, seorang spiritualis asal Cianjur, Jawa Barat. Abang bergabung dengan Syamsoe sejak 1975, sedangkan Kurnia Wahyu bergabung pada 1979. Selain Kurnia, AKI juga dikembangkan di Jakarta oleh Andreas. Nama terakhir ini adalah pengikut Syamsoe yang belakangan bergabung, pada 1986.

Adapun ajaran Syamsoe, menurut Abang, adalah belajar mengendalikan diri dan berbagi terhadap sesama. “Aki Syamsoe tidak membolehkan pengikutnya berbuat syirik, seperti mengoleksi ajimat-ajimat,” katanya. Aki yang dimaksud adalah dalam bahasa Sunda, yang artinya kakek. Tak ada wirid-wirid khusus. Kalaupun ada, menurut Abang, hanyalah wirid dengan menyebut, “Ya Allah, ya Allah, ya Allah.”

Dalam ajaran Syamsoe, masih kata Abang, orang Islam wajib melaksanakan salat, puasa, zakat, haji, dan seterusnya. “Meskipun dalam beberapa hal saya berbeda pendapat dengan Aki Syamsoe, saya melihat ajaran beliau tidak ada unsur syiriknya,” tutur Abang.

Setelah Syamsoe meninggal di Jakarta pada 7 Juni 1995, Abang mendirikan Yaskum yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, hukum, pendidikan formal dan informal, kesehatan/pengobatan, dan pembinaan mental. Semua jasa itu diberikan secara gratis. “Kini cabangnya ada di 27 provinsi,” kata Abang, yang juga seorang pengusaha.

Sedangkan Kurnia Wahyu dan Andreas mendirikan AKI. “Masing-masing bergerak sendiri-sendiri. Ujung-ujungnya, ya, cari duit dengan memanfaatkan nama besar Aki Syamsoe,” ujar Abang, tegas. “Mereka itu dalam prakteknya, ya, perdukunan, sesuatu yang ditentang oleh Aki Syamsoe,” katanya.

Itulah sebabnya, Abang mengundang Suryana Nurfatwa bertandang ke kantornya. Pada 28 Januari lalu, pihak Garis berkunjung ke kantor Yaskum di Jalan Kembangan Baru, Jakarta Barat. “Setelah melakukan dialog dan investigasi, kami berkesimpulan bahwa Yaskum benar-benar tidak ada kaitan dengan AKI,” kata Suryatna Nurfatwa kepada Gatra. Ucapan ini otomatis mencabut pernyataan Suryana pada Gatra Nomor 11 itu.

Tentang AKI sendiri, masih belum ada putusan final. Sejauh ini, pihak Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) Kabupaten Bandung belum memutuskan apakah AKI termasuk aliran sesat atau hanya penipuan dan pembodohan kepada anggotanya. “Kami masih ingin mengetahui lebih lengkap soal aliran ini,” ujar D.B. Susanto, Wakil Ketua Bakor Pakem Kabupaten Bandung, kepada Wisnu Wage Pamungkas dari Gatra. Jika AKI menyebarkan aliran sesat, menurut Susanto, pihaknya akan meneruskan persoalan ini ke Kejaksaan Agung.

Sebelum ada keputusan dari Bakor Pakem, sejak 16 Januari lalu semua aktivitas AKI dibekukan.

Herry Mohammad [AgamaGatra Nomor 13 Beredar Kamis, 5 Februari 2009] 

About these ads

6 Comments

  1. Yg jelas Ajaran ini bagus,sy dah ‘mengalaminya’,jd bkn ‘katanya’. Sebelum kita mengenal Allah,kenali dulu diri kita sndiri dulu. Karena Allah itu suci,maka klo mau mendekat k Allah baeknya kita juga suci hati..
    Semoga Allah memberikan Hidayah..

  2. bagus ni..

  3. Yang jelas AKI jelas bukan yaskum tapi yaskum pasti jelas asal dari AKI.

  4. Lbh terbuka ke seluruh lapisan masyarakat akan memudahkan pengenalan ttg hal yg diajarkan yaskum. Skrg ini sgt sulit mendapati pribadi yg luhur spt tujuan pengajaran yaskum, harapan kami jgn sampai trjadi krn kekeliruan beberapa org anggota yaskum bisa mencederai yaskum. Lebih pd pengawasan pengajaran di daerah akan menjadikan lbh baik. Amin. Salam

  5. go yaskum do apapun yg terbaik

  6. Yaskum seharusnya membuat sosialisasi yg mendasar kepada masyarakat luas,apa dan bagaimana yayasan ini bergerak di bidangnya;melalui media,agar khalayak ramai faham bahwa yaskum adalah semacam organisasi kemasyarakatan yg legal dan berketuhanan yg maha esa,thanks semoga yaskum tetap idealis !….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: