Mempertahankan Indonesia

Di Indonesia, membicarakan pertahanan dan keamanan negara masih merupakan ranah eksklusif yang hanya diminati akademisi yang sering dilabeli pengamat militer, NGO, maupun pemangku kepentingan.

Padahal, Pembukaan UUD 1945 dan Pasal 30 UUD 1945 mengemukakan, setiap warga negara berkewajiban membela negara. Hal ini mengisyaratkan masalah pertahanan dan keamanan negara bukan hanya milik dan urusan pemangku kebijakan dan segelintir kelompok kepentingan, tetapi milik seluruh warga negara Indonesia. Karena itu, pendidikan bela negara menjadi sesuatu yang wajib, sejalan kenyataan empirik yang kini berkembang dan menjadi kebutuhan Indonesia untuk melakukan reorientasi sistem ketahanan nasional.

Selama ini masalah pertahanan dan keamanan belum dilihat dan diletakkan sebagai ”barang publik” (public goods) yang penting, yang sejajar kepentingan sektor-sektor pembangunan lainnya. Kalaupun hal itu dibicarakan lebih sering dibaca sebatas minimnya anggaran pertahanan, rapuhnya alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang kita miliki, dan rendahnya kesejahteraan prajurit sehingga mudah ditebak jika solusi yang ditawarkan sekadar menjawab persoalan klasik itu; naiknya anggaran pertahanan untuk mencapai dua persen dari produk domestik bruto.

Padahal, urusan pertahanan dan keamanan negara tidak sesederhana itu meski tiga masalah utama (minimnya anggaran pertahanan, rapuhnya alutsista, dan rendahnya kesejahteraan prajurit) merupakan kondisi obyektif yang tidak dapat dimungkiri.

Masalah pertahanan dan keamanan negara tidak saja mengurai grand strategy pertahanan yang dibangun dan bagaimana semua komponen dirumuskan dalam tahapan dan mekanisme antara planning, programming, dan budgeting. Juga bagaimana strategi pertahanan yang diturunkan dari doktrin pertahanan diterjemahkan dalam postur pertahanan yang operasional dan dianggap ideal bagi Indonesia, yang merespons kebutuhan saat ini dan masa datang.

Selain itu, dibutuhkan penjelasan resmi tentang instrumen utama transparansi yang menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam sejumlah isu pertahanan. Di dalamnya kita bicara bagaimana membangun rasa percaya diri dan martabat bangsa tentang bagaimana sebuah negara mengomunikasikan kebijakan pertahanan di dalam maupun ke luar negeri. Sebagai ilustrasi, China merupakan kasus menarik.

Buku Putih Pertahanan 2006

Dalam satu dasawarsa terakhir, China memiliki kemajuan menakjubkan dalam kebijakan pertahanan. Kehadiran Buku Putih Pertahanan memang tidak serta- merta dipercaya sebagai kebijakan yang menggambarkan kenyataan sebenarnya. Oleh Amerika, laporan demikian selalu dipandang dengan kecurigaan. Maka, ketika China mengeluarkan Buku Putih Pertahanan akhir 2006, sebagian analis dan terutama di AS mengeluarkan komentar yang melihat China sebagai kekuatan antagonis di masa depan.

China amat sensitif dalam hal intrusive survey terkait anggaran pertahanan. Tidak banyak yang percaya, ini adalah cerita dari pengeluaran China untuk pertahanan. Mungkin, karena untuk memodernisasi sebuah kekuatan pertahanan yang dua kali lebih besar dari Angkatan Bersenjata India dan untuk mengubahnya menjadi pusat informasi yang didasarkan atas kekuatan tidak bisa dicapai dengan anggaran yang hanya 1,5 kali dibandingkan anggaran pertahanan India. Meski sistem strategis tak termasuk dalam anggaran ini, bahkan akumulasi nominal seharusnya membutuhkan pengeluaran lebih besar.

Hal itu lebih ditekankan dalam kutipan, ”Baik jumlah total atau bagian tiap tentara dari pengeluaran China untuk pertahanan memang rendah dibandingkan negara lain, terutama negara dengan kekuatan besar. Pada tahun 2005, pengeluaran China untuk pertahanan menyamai 6,19 persen dengan AS, 52,95 persen dengan Inggris, 71,45 persen dengan Perancis, dan 67,52 persen dengan Jepang. Pengeluaran China untuk pertahanan per tentara rata-rata 107,607 RMB, merupakan 3,74 persen AS dan 7,07 persen dari Jepang.”

Bagaimana China bisa mendapatkan pertahanan yang begitu modern dengan anggaran rendah per tentara? Ulasan lebih rinci dan menyeluruh akan mengungkap cerita sebenarnya. Maka apa yang akan kita lihat tahun 2020 adalah kekuatan bersenjata China yang memiliki kemampuan, senjata misil yang strategis, serta keadaan perang yang informatif dan dengan teknologi cyber.

Bagaimana Indonesia?

Kajian atas Buku Putih Pertahanan China maupun negara- negara tetangga lainnya adalah hal penting guna mengetahui paradigma pengembangan kekuatan dan keamanan negara-negara itu pada masa datang terutama jika hendak dikaitkan posisi dan kepentingan Indonesia.

Hal ini pernah disinggung mantan Menteri Luar Negeri RI Ali Alatas dalam sebuah forum yang memberikan beberapa masukan terkait potensi peran diplomasi dalam konteks keamanan nasional.

Ali Alatas mengangkat pengalaman ASEAN dalam menyusun strategi bersama dan doktrin pertahanan dan keamanan bersama. Hal itu dimulai dengan menilai apakah the nature of threats Indonesia jangka panjang dan the directions of the threats itu?

Kesimpulan saat itu, the nature of the threats terhadap Indonesia dan ASEAN bukan berbentuk invasi atau serangan tradisional, tetapi lebih berbentuk subversi dan infiltrasi—baik yang didukung luar atau bersumber dari dalam negeri—dan dipandang akan berlaku selama 20 tahun ini.

Dalam konteks inilah, kita baru boleh mempersoalkan tentang alutsista yang rapuh, kesiapan dan kesejahteraan prajurit yang rendah, serta anggaran pertahanan yang minim. Setelah melalui rumusan identifikasi persoalan yang akurat serta planning, programming, dan budgeting yang jelas. Hal ini perlu diwacanakan, agar tiap warga negara tahu, urusan pertahanan dan keamanan merupakan public goods yang sama pentingnya dengan urusan lain, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan lainnya.

Dirgahayu TNI!

Jaleswari Pramodhawardani Peneliti Pusli Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) LIPI; The Indonesian Institute

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Ukraina selidiki hubungan Menhan Rusia dengan pemberontak
      Pemerintah Ukraina menyatakan Selasa bahwa pihaknya telah melancarkan investigasi kriminal terhadap Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan seorang jutawan yang mengorganisasi serta membiayai "kelompok-kelompok bersenjata ...
    • Seorang mahasiswa Gorontalo terluka dalam amuk massa
      Salah seorang mahasiwa pada salah satu perguruan tinggi di Kota Gorontalo, yang sedang mengumpulkan sumbangan buat korban Jalur Gaza, Palestina, terluka dalam insiden massa yang mengamuk. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kota ...
    • Sekjen Liga Arab-Kerry harapkan gencatan senjata Gaza segera
      Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Al-Arabi menyatakan berharap gencatan senjata bisa dicapai di Jalur Gaza untuk melindungi warga sipil Palestina. Selama pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Al-Arabi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: