Thirty years after the Islamic Revolution, the Islamic Republic of Iran – if one can still call it a republic – is at a crossroads.

Thirty years after the Islamic Revolution, the Islamic Republic of Iran – if one can still call it a republic – is at a crossroads.
Produk impor kian merajalela di Indonesia. Indonesia akhirnya masuk dalam perangkap pangan negara maju dan kapitalisme global. Kesadaran mengeksplorasi produk lokal itulah yang sekarang makin memudar di negeri ini. Sebaliknya, Indonesia malah membuka lebar-lebar bagi produk-produk asing, yang kemudian menyerbu tak terkendali.
Seperti tersedot ke pusaran puting beliung, keuangan negara di seluruh dunia porak-poranda dihajar krisis ekonomi global sepanjang empat bulan terakhir. ”Di mana pun, tidak ada tempat berlindung,” kata Raden Pardede. Krisis itu juga melanda Indonesia sejak September lalu. Dan membuat Raden Pardede, Sekretaris Komite Stabilitas Sektor Keuangan, dilanda kesibukan berlipat-ganda.
Komite Stabilitas dipimpin oleh Menteri Keuangan
Selama lebih dari dua tahun tiga bulan (15/6/2006 hingga 5/10/2008), kurs rupiah tergolong sangat stabil di kisaran Rp 9.000-Rp 9.500. Pada periode tersebut, rupiah tak pernah menyentuh di bawah Rp 9.500 per dollar AS. Justru sebaliknya, tercatat selama 27 hari menguat, menembus Rp 9.000 per dollar AS dengan level tertinggi Rp 8.672 pada 23 Mei [...]
Judul tulisan kali ini memang kelihatan panjang dan tidak lazim. Tapi, saya mendapatkannya dari inspirator marketing saya yang terbesar. Siapa dia? Bukan Philip Kotler. Bukan Al Ries. Bukan pula Kenichi Ohmae. Atau Peter Drucker sekalipun yang pernah mengatakan “Because its purpose is to create a customer, the business has two—and only two—functions: marketing and innovation. [...]
“Most companies don’t die because they are wrong; most die because they don’t commit themselves… The greatest danger is in standing still”.
Itulah yang dikatakan Andy Grove dalam bukunya, Only the Paranoid Survive.
Kegiatan Ibu tiga anak ini sungguh komplet. Punya usaha sukses, tempat pendidikan, dan penulis buku wirausaha yang laris. Perjalanan usaha perempuan berusia 35 tahun ini pun pantas diacungi jempol.
Hans-teman baikku-datang ke rumah dengan wajah pucat. Dia bercerita kalau baru saja bergabung dengan sebuah MLM alias Multi Level Marketing. Hans membeli produknya senilai Rp 40.000.000 agar mendapatkan posisi sebagai supervisor di perusahaan MLM tersebut.
“ H-A-H……… GILA, GILA KAMU HANS!”
Secara sadar atau tidak, Anda pernah bertanya, “Ada website-nya?” ketika ditawari suatu produk. Itu sebabnya, promosi produk atau jasa lewat situs internet menjadi sangat penting. Memang, kini zaman sudah berubah. Calon konsumen dan penjual tidak lagi bertatap muka dalam melakukan transaksi. Mereka cukup melakukannya lewat internet.