Pemimpin Yang Meng-inspirasi

Beta mencoba bertanya kepada beberapa teman tentang pemimpin macam apa yang sebenarnya mereka dambakan. Jawaban yang umum saya dapatkan adalah ‘pemimpin yang menginspirasi’. Kurangnya pemimpin yang berbobot di sekitar kita, bahkan di Negara kita, memang dirasakan benar. Padahal, dalam suasana yang kompetitif seperti sekarang ini dan Negara yang tengah dilanda berbagai bencana, tim kerja membutuhkan energi lebih, dimana pemimpin berperan untuk senantiasa mensuplai energi pada tim dengan memberi motivasi yang sehat serta inspirasi yang tiada hentinya.

Inspirasi dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi, misalnya melawan korupsi. Hanya bila pemimpin bisa memberi inspirasi yang kuat dan mengena, maka tim kerja dapat terdorong untuk mendukung dan mensukseskan gerakan anti korupsi. Inspirasi ini perlu sedemikian kuatnya sampai menjadi ‘api pemicu’ perubahan sikap mental, mindset dan perilaku anggota tim untuk berubah dan merubah. Inspirasi seolah energi positif yang menyebar seperti ‘mistik’. Dampaknya, tim kerja seakan rela bekerja tanpa kenal waktu dan tenaga, serta tidak hitung-hitungan.

Menginspirasi kelompok sangatlah penting dan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk.. Beberapa hal yang biasa dilakukan oleh pemimpin yang inspiratif dapat di-‘benchmark‘ oleh kita:

“Customer focused”

Apakah dia seorang Menteri, Gubernur, Rektor, Dekan, direktur, ataupun pimpinan organisasi, seorang pemimpin harus berfokus pada costumer (pelanggan) dan tahu persis apa kebutuhannya. Pemimpin yang tidak menyadari siapa pelanggannya akan tetap menjadi pemimpin yang berada di “awang-awang”, gambaran visinya “mengambang”, bicaranya sulit dimengerti bawahan karena tidak jelas ke mana arahnya. Pemimpin yang bahkan “stakeholder focused” mampu bersikap direktif, tahu persis apa yang perlu ditanyakan bila bertemu atasan, bawahan, dan pihak eksternal. Iapun otomatis akan menghilangkan sikap “bossy” dan birokratis, karena setiap perilakunya didasarkan pada pelayanan pelanggan.

Keluar dari Meja Kerja

Tak ada dalam sejarah pemimpin inspiratif menggerakkan tim dari balik meja kerjanya. Lihatlah Mahatma Gandhi, Winston Churchill, George Patton, Mother Teresa adalah orang-orang lapangan. Menginspirasi memang lebih mudah dilakukan dari tengah-tengah tim. Hubungan informal dan kontak personal sangat berpengaruh pada mental bawahan.

Sadari Kekuatan Bawahan

Hanya pemimpin yang sadar akan kapasitas sumber dayanya-lah yang bisa mengajak orang di sekitarnya untuk berupaya lebih dan membuat nilai tambah. Hal ini juga yang memungkinkan pemimpin untuk memotivasi bawahan secara personal, sesuai dengan kekuatan dan kekhasan bawahannya. Bawahan akan merasa “terangkat” dan seolah menjadi “superman” yang merasa mampu berbuat lebih. Pemimpin yang inspiratif membuat bawahannya menghargai dirinya sendiri seperti halnya ia menghargai institusinya dan pelanggannya.

Dengan mengenali kekhasan bawahan, pemimpin yang inspiratif bisa menjadi lebih dari sekedar “coach” yang baik, namun ia juga membimbing bawahan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, kemudian memberikan pengarahan dari jalan keluar, juga prinsip professional dari solusi permasalahan, bahkan sampai filosofinya.

Bermainlah Pada Level Emosi

Ketika sesekali saya tanyakan kepada beberapa bawahan yang sangat setia kepada atasannya, maka jawaban mereka seperti ini : “Dengan Bapak, kita selalu bersama-sama, terlambat makan sama-sama, makan enak sama-sama.” Alasan emosional inilah yang tampak lebih solid daripada sekedar hubungan finansial. Upah memang menentukan kepuasan kerja, namun pemimpin besar biasanya kreatif dalam menemukan cara yang tidak biasa dalam memenuhi kebutuhan bawahannya, yaitu mempertimbangkan faktor-faktor di luar kebutuhan yang basic, seperti respek dan prestis, untuk bisa mengangkat semangat timnya dengan lebih baik.

Passion to Vision

Perkembangan teknologi serta globalisasi membuka kesempatan yang jumlahnya tidak berbatas dan memberi kesempatan untuk para pemimpin lebih asik, lebih passionate dalam mencermati minat dan sasarannya. Hal ini juga yang mempermudah para pemimpin untuk menggambarkan visinya dengan kata-kata, deskripsi dan imajinasi yang lebih mudah dimengerti bawahan. Tidak sulit bagi pemimpin sekarang menggambarkan visi se-menggelegar “I have a dream…”-nya Martin Luther King. Passion jugalah yang membuat pemimpin insipratif tidak sekedar memikirkan what“s in it for metetapi berobsesi pada “big idea”-nya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Aparat gabungan sita bambu runcing dan bom molotov di Kediri
      Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kediri Kota dan TNI merazia kawasan bekas lokalisasi Semampir di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dan menyita sejumlah barang seperti bambu runcing serta bom molotov."Kami sudah ...
    • Persipura tanpa Bio dan Ricardinho hadapi Gresik United
      Tim Persipura Jayapura tanpa Bio Paulin Pierre dan Ricardinho da Silva saat melawan tuan rumah Gresik United dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/12). ...
    • Pencarian korban pesawat Polri libatkan 19 kapal
      Polri mengerahkan 19 kapal dan tiga pesawat untuk mencari korban pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) di perairan Kabupaten Lingga, Kepri. "Sembilan belas kapal dan tiga unsur udara dikerahkan pada ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: