“Bring Your Own Bag”

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–><!–[endif]–> <!–[endif]–>

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>Ketika berbelanja ke supermarket atau ke warung, Anda pasti mendapatkan beberapa buah kantong plastik sebagai wadah belanjaan. Lalu, perhatikan barang belanjaan Anda. Banyak barang yang kemasannya berasal dari plastik. Misalnya kemasan shampo, permen, bungkus roti, kopi instan, dan masih banyak kemasan plastik <!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–> lainnya.

Rata-rata tiap orang di dunia menghabiskan 700 kantong plastik per tahun, dan untuk memenuhi semua kebutuhan plastik tersebut, sebanyak 12 juta barel minyak bumi dan 14 juta pohon telah dikorbankan (National Academy of Science). Prnggunaan plastik dapat menjadi sebuah persoalan yang menarik untuk dicermati. Disatu sisi merupakan pemecahan masalah, disisi lain justru kerap menjadi masalah yang menakutkan. Namun yang jelas, penggunaan plastik yang berlebihan dapat membuat lingkungan menjadi rusak dan kotor. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh alam dan lingkungan saja, yang utamanya justru adalah manusianya sendiri.

Coba kita lihat data dari blog Aku Ingin Hijau: sebanyak 90% dari 6,4 juta ton sampah dunia yang masuk ke dalam laut setiap tahunnya adalah plastik. Dari jumlah tersebut, 80% sampah plastik dibuang begitu saja tanpa melalui proses daur ulang. Sementara waktu yang dibutuhkan oleh plastik untuk dapat hancur dan terurai adalah sekitar 200 – 400 tahun. Konon, bila tanah telah terkontaminasi oleh sampah plastik, maka tanah tersebut tidak akan dapat ditumbuhi tanaman lagi (www.lingkungan.com). Nah, coba bayangkan umur kita pun tidak sampai 100 tahun kan…

Jangan lalu berpikiran untuk mengenyahkan sampah plastik dengan langsung membakarnya, karena membakar sampah plastik sama saja dengan menambahkan racun yang sangat berbahaya pada udara yang setiap saat kita hirup. Asap hasil pembakaran plastik akan mengeluarkan di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA) yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Asap toksik tersebut juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.

Selain mencemari lingkungan, penggunaan plastik pun dapat mencemari kesehatan manusia. Di situs Kimia Indonesia, dinyatakan bahwa kebanyakan plastik (misalnya PVC) ditambahkan dengan bahan pelembut (plasticizers) agar tidak bersifat kaku dan rapuh. Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil (ESBO), DEHA, dan bifenil poliklorin (PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan makanan.

Masalahnya, penggunaan bahan pelebut inilah yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan. PCB sudah dilarang pemakaiannya karena dapat menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia. Di Jepang, keracunan PCB telah menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai yusho. Tanda dan gejalanya berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, serta tangan dan kaki yang lemas. Sedangkan pada wanita hamil, dapat mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.

Diluar semua masalah yang ditimbulkannya, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Total kebutuhan polimer industri plastik di Indonesia hingga tahun 2002 diperkirakan mencapat 1,9 juta ton. Sementara kebutuhan jenis plastik PE untuk memenuhi kebutuhan akan kantong plastik adalah sebesar 581.000 ton per tahun. Dilaporkan bahwa kapasitas produksi plastik bentuk kantong PE atau HDPE adalah sekitar 50.000 ton per tahun dan sebanyak 40.000 ton per tahun akan masuk ke tempat sampah.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa plastik tetap dibutuhkan dalam kehidupan, utamanya sebagai alat kemasan. Tetapi mengingat betapa sukarnya sampah plastik untuk dapat hancur dan terurai, ada baiknya jika kita mulai mereduksi penggunaannya, setidaknya untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.

“Bring your own bag”, merupakan slogan yang sedang populer di seluruh dunia. Slogan ini mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Di negara-negara maju, banyak pengusaha yang mau ikut membantu memberikan insentif untuk keberhasilan kampanye ini, seperti beberapa supermarket yang akan memberikan potongan harga bila tidak menggunakan kantong plastik.

Singapura telah menetapkan hari-hari tertentu sebagai Bring Your Own Bag Day” dimana pelanggan diharuskan membawa kantong mereka sendiri. Bagi mereka yang tidak membawa kantong pribadi diharuskan membayar 30 sen yang akan dihibahkan untuk kegiatan lingkungan. Beberapa cafe di luar negeri pun telah menyatakan kepeduliannya mengenai sampah plastik. Starbucks, misalnya mulai membolehkan pelanggannya membawa cangkir pribadi atau termos untuk diisi dengan kopi.

Namun kini kita dapat sedikit lega, karena ada temuan baru yang dapat menjadi salah satu alternatif untuk memecahkan masalah penanganan sampah plastik. Menurut data dari BPPT, telah dilakukan pengembangan bahan plastik baru yang dapat hancur dan terurai dalam lingkungan dengan hasil akhir air dan gas karbondioksida. Bahan plastik ini dikenal dengan sebutan plastik degradabel. Di Jepang, plastik biodegradabel ini dinamakan plastik hijau atau guruiinpura.

Di beberapa negara maju, sudah ada bahan plastik biodegradabel yang diproduksi secara komersial. Sayangnya, kebanyakan bahan bakunya masih menggunakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan tidak hemat energi. Kandidat yang paling menjanjikan adalah bahan plastik biodegradabel poli asam laktat (PLA) karena dapat diproduksi dari bahan alam yang dapat diperbarui, seperti pati-patian dan selulosa. Selain itu, PLA pun tetap memiliki sifat yang menyerupai plastik konvensional.

Semenjak plastik menjadi jenis sampah terbanyak di dunia, maka dengan mengurangi, atau bahkan menghentikan pemakaian plastik, kita telah ikut mengurangi permasalahan sampah dunia. Di lain sisi, kita akan dapat menjaga diri dan lingkungan dari kemungkinan terkena penyakit dari unsur kimiawi yang ada di dalam plastik.

Ada banyak hal yang dapat terjadi dengan mengurangi penggunaan plastik. Jadi, mulailah dari diri sendiri dalam mengurangi konsumsi plastik, dan jadilah orang yang hemat lagi sehat!

Love you Greeners…

1 Comment

  1. Sebenarnya ini kebiasaan jaman dulu kan pak, bawa keranjang sendiri, kira2 30 tahun yang lalu plastik kresek jadi trend, menjadi barang yang keren, sekarang menjadi barang yang membahayakan. Berarti kita harus kembali ke semua kebiasaan lama kah?

    Bumi kita memang harus kita jaga supaya tetap biru… tetap menjadi planet yang terindah di jagat raya…dan anak cucu menjadi manusia normal yang indah …maka setuju sekali mulailah dengan bawa keranjang sendiri, belanjalah secukupnya, jangan buang-buang makanan, pungutlah sampah dan gerakkanlah lingkungan sekitar untuk mengumpulkan sampah plastik di lingkungan lalu dijual, bisa dapat keuntungan lho.. dan berpartisipasilah dalam progam mengadopsi pohon…ada ide lain?

    :mrgreen: Bukan..bukan kebiasaan jaman dulu..kalau kamu suka nonton film dgn thema dunia di tahun 2050 keatas..lihat deh, ada 2 komunitas manusia disitu..ada yg modern banget, tapi ada yg seperti hidup di zaman batu. Para sutradara ternyata punya pandangan jauh ke depan, tetapi saya pikir masih kurang mengerikan dibandingkan apa yg akan terjadi nanti..kita juga pasti sudah nggak ada dibumi, tetapi saya berharap bereinkarnasi spy bisa melihat akibat ulah kita di jaman ini..jadi apa saja yg bisa kita buat agar bumi lebih hijau (bukan biru donk), monggo..mulailah dari rumah kita, lingkungan terdekat dan terkecil..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kepergian Mar'ie Muhammad kehilangan bagi Indonesia
      Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyebut almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, sebagai sosok yang bersih dan jujur semasa menjabat. "Kita kehilangan sosok yang dahulu pada saat menjabat sebagai menteri keuangan ...
    • Hampir semua korban bom Istanbul adalah polisi
      Dua bom meledak di luar stadion sepakbola di Istanbul, Turki, pada Sabtu malam waktu setempat, menyebabkan 29 orang tewas, yang terdiri atas 27 polisi dan dua warga sipil.Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan ledakan ...
    • Sejumlah tokoh melayat ke kediaman Mar'ie Muhammad
      Sejumlah tokoh mendatangi kediaman almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, di Jalan Taman Brawijaya III Nomor 139, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu. Di antara mereka adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: