33′ = We Are The Champion

Kurang lebih sebulan para pecinta bola di seluruh penjuru dunia dihibur dengan permainan hebat para selebritis bola. Kejutan muncul dari Rusia yang diarsiteki Guus Hiddink dan mampu mengalahkan kandidat juara Oranye yang sangat dahsyat dengan menghancurkan Italia dan Perancis, kehebatan Kroasia yang diluar prediksi mengalahkan Jerman, dan juga kehebatan Fatih Terim meramu taktiknya saat Turki hampir menaklukkan Jerman di semi final.

Tadi malam, Jerman memasuki lapangan di stadion Ernst Happel dengan gagah dan percaya diri. Hal yang sama juga terjadi dengan Spanyol, apalagi telah melalui seluruh babak tanpa terkalahkan. Prediksi banyak orang hampir tidak salah bahwa Spanyol akan memenangi pertandingan puncak ini, tetapi sayang sekali tontonan yang ingin disaksikan tidaklah muncul.

Semua mata memang tertuju ke kota Wina tadi malam, tetapi sekali lagi harapan penonton menyaksikan kedahsyatan Jerman yang katanya spesialis turnamen ternyata tidak tampak. Hal ini sebenarnya sudah terlihat pada partai semifinal sebelumnya, dimana Turki dengan pemain bongkar pasang posisi yang pas-pasan hampir saja mempermalukan Der Panzer.

Pada 10 menit awal nampak sekali Jerman menguasai lapangan, sebaliknya Spanyol tampak ragu atau bahkan mungkin demam panggung, tetapi pada saat mereka mendapatkan bola, langsung gawang Jerman terancam oleh La Furia Roja. Tibalah mereka di menit 33, dimana umpan manis yang diberikan ke arah Fernando Torres tidak lagi disia-siakannya walaupun cukup ketat dikawal, dan ia mampu mengakali Lahm..terus mempecundangi Lehmann…dan..gooooolllllllllllll.. El Matador tidak hanya mampu menaklukkan banteng ketaton saja, tetapi juga sang mesin perang Der Panzer.

44 tahun sudah Spanyol menunggu saat-saat mengangkat trophy Henry Delaunay, dan tadi malam si sexy captain Iker Casillas mengangkatnya tinggi-tinggi…bravo La Furia Roja. Kemenangan Spanyol dilengkapi dengan top scorer David Villa dengan empat golnya, walaupun ia harus duduk dibangku cadangan selama pertandingan final berlangsung. Fernando Torres juga dianugerahi the “Carlsberg Man of the Match Award” setelah golnya mengakhiri 44 tahun penantian Spanyol di Piala Eropa. Ini adalah kemenangan sempurna, karena sejak babak awal mereka tidak terkalahkan oleh siapapun, dan so pasti berkat taktik hebat si Opa Luis Aragones. Hidup opa-opa..

We are the Champion, we are the champion, no time for looser, and we are the champion of the world..” 😆

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Tim pencari lanjutkan evakuasi korban gempa dari reruntuhan
      Tim pencari dan penyelamat melanjutkan upaya mengevakuasi korban gempa dari bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya kemarin pagi, menewaskan lebih ...
    • Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima
      Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut kekuatan gempa bumi 6,5 Skala Richter (SR) yang kemarin pagi mengguncang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya setara dengan kekuatan empat hingga enam ...
    • Penyertaan Modal Negara untuk PT SMI perlu diaudit BPK
      PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun.Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: