Putra-putri Terbaik

Tidak berlebihan kalau kita menyebut mereka putra-putri terbaik. Mereka telah mengharumkan nama bangsa dan negara, memberikan semangat hidup.

Kita juga tidak ragu-ragu untuk memberikan apresiasi yang tinggi kepada para atlet kita yang kemarin tiba di Tanah Air setelah mengikuti Olimpiade Beijing. Mereka para pahlawan bangsa. Di tengah situasi bangsa dan negara yang minim prestasi ini mereka memberikan sebuah harapan, memberikan semangat hidup, semangat berjuang meraih prestasi.

Lima medali mereka persembahkan pada saat kita memperingati Hari Kemerdekaan Ke-63. Pasangan pebulu tangkis Markis Kido/Hendra Setiawan mempersembahkan medali emas. Ganda campuran, juga di cabang bulu tangkis, Nova Widianto/Liliyana Natsir, membawa pulang medali perak. Pebulu tangkis Maria Kristin mempersembahkan medali perunggu.

Dua perunggu juga direbut dua atlet angkat besi, yakni Triyatno dan Eko Yuli Irawan. Semua itu membuat kita sedikit bernapas lega karena atlet kita masih bisa berjaya. Hingga saat ini, Indonesia ada di peringkat ke-34.

Dalam hal perolehan medali, dibandingkan saat Olimpiade Athena 2004—saat itu hanya memperoleh empat medali, yakni emas untuk bulu tangkis tunggal putra, perak untuk angkat besi, dan perunggu bulu tangkis tunggal putra serta ganda putra—saat ini kita memperoleh lebih banyak satu medali. Saat itu Indonesia menempati peringkat ke-48.

Empat tahun sebelumnya, di Olimpiade Sydney 2000, para atlet kita membawa medali lebih banyak, yakni enam: satu emas, tiga perak, dan dua perunggu. Dan menempati peringkat ke-37.

Yang mengusik kita adalah mengapa dari olimpiade ke olimpiade yang menyumbangkan medali baru dari cabang bulu tangkis dan angkat besi? Panahan, memang, pernah mempersembahkan medali saat Olimpiade Seoul. Tetapi, setelah itu, tidak lagi.

Barangkali itu catatan sekaligus keprihatinan kita. Bagaimana cabang-cabang olahraga lainnya? Kadang kita cemburu melihat kemajuan atlet-atlet negara lain. Mengapa mereka bisa demikian maju dan hebat?

Harus diakui, dibandingkan China, AS, dan Jepang, kita masih jauh di belakang mereka. Akan tetapi, dibandingkan negara-negara anggota ASEAN, prestasi kita lebih baik.

Prestasi olahraga memang tidak bisa diraih secara instan dan gampang, tetapi harus dicapai lewat proses berkelanjutan, disiplin, keseriusan, dukungan dana dan teknologi, latihan dan kompetisi yang rutin, serta terencana. Dan, yang tidak kalah penting, kemauan politik pemerintah serta semua pihak yang terlibat.

Kini kita berharap prestasi di Beijing akan menjadi cambuk, pelajaran bagi para atlet, pembina, dan pemerintah untuk bersama-sama meningkatkan prestasi. Kita harus terus mencari dan memelihara putra-putri terbaik dengan terus memberikan perhatian, jangan mereka ibarat ”habis manis sepah dibuang”.

1 Comment

  1. teruz berjuanglah pahlawan2ku,,,,,,
    harumkan nama indonesia di mata dunia,,,,,
    karena kami yakin kalian bisa melakukannya,,,,,
    terutama buat liliyana natsir,,,,,
    SUMPAH ! LO KEREN ABEEZZZZZZ…………!!!!!!!!!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Liga Eropa - Hasil dan klasemen Grup B, Apoel juara grup
      Apoel FC, berhasil menjuarai Grup B Liga Europa setelah mengalahkan wakil Yunani, Olympiakos, dengan skor 2-0 dalam laga pamungkas penyisihan di Stadion GSP, Siprus, Jumat dini hari WIB.Kemenangan yang diraih berkat gol dari ...
    • Liga Europa - Hasil dan klasemen Grup A, Fenerbahce-MU lolos
      Fenerbahce dan Manchester United lolos ke babak 32 besar Liga Europa selepas rangkaian pertandingan pamungkas penyisihan Grup A, Jumat dini hari WIB.Fenerbahce memastikan satu tiket ke babak 32 besar setelah tim asal Turki itu ...
    • Ngobrol dengan BJ Habibie di Belanda
      Nonton film berlanjut dengan ngobrol-ngobrol santai tapi serius terjadi di Belanda, antara anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia Belanda dan masyarakat Indonesia di Belanda, dengan Presiden Baharuddin Jusuf ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: