Turbulensi yang Menimpa Pesawat Terbang

Kejadian turbulensi yang menimpa pesawat China Airlines sungguh mengejutkan! Walaupun tidak sampai memakan korban jiwa, tetapi musibah dari gejala alam tersebut telah mengusik berbagai maskapai penerbangan internasional.

Berbagai asumsi diluncurkan, menduga-duga bagaimana pesawat canggih Boeing 747 seri 400 itu bisa mengalami goncangan hebat. Pesawat buatan Boeing yang terbesar tersebut dirancang dengan strukturnya yang sangat kuat, yang dalam penerbangannya selalu didampingi oleh pramugari-pamugarinya yang ramah dan menarik.

Kejadian turbulensi seperti itu sebenarnya hal yang lumrah dan rutin terjadi di wilayah Indonesia, ataupun di beberapa wilayah lainnya di permukaan bumi ini.

Pesawat dengan kapasitas penumpang lebih dari 300 orang tersebut sedang mengadakan perjalanan dari Taipei, Taiwan, menuju Bali sehingga akan selalu memasuki wilayah turbulensi yang cukup ditakuti oleh para pilot pesawat.

Wilayah turbulensi tersebut berada di atas Selat Makassar. Wilayah turbulensi ini dipengaruhi oleh apa yang dinamakan dengan downdraft (gerakan massa udara ke bawah).

Massa badan pesawat yang sangat panjang itu ”diempaskan” dari ketinggian 36.000 kaki hingga mencapai ketinggian 30.000 kaki yang diakibatkan oleh adanya gerakan downdraft yang sangat cepat tersebut.

Kejadian ini sebenarnya sudah biasa dialami oleh para awak pesawat saat melewati daerah yang berturbulensi. Namun, kejadian seperti ini menjadi luar biasa sebab kekuatan turbulensinya begitu kuat hingga mampu mengempaskan badan pesawat yang ratusan ton beratnya.

Apa sebenarnya yang menyebabkan kejadian turbulensi tersebut menjadi luar biasa?

Tulisan ini akan menerangkan secara lugas tentang kejadian turbulensi besar yang dialami oleh maskapai penerbangan Taiwan tersebut.

Menurut data yang diperoleh dari citra satelit cuaca, pada tanggal 20 September 2008, yang bertepatan dengan kejadian pesawat Boeing 747 ini, terjadi badai tropis yang dinamakan dengan Hagupit.

Badai tropis Hagupit tumbuh diawali dengan adanya pusat tekanan rendah (suhu permukaan laut tinggi) di wilayah utara Filipina, tepatnya di atas perairan Laut China Selatan, dan kemudian melewati sebagian wilayah Filipina Utara, dan selanjutnya bergerak ke arah Barat Daya menjauhi wilayah Filipina.

Akibat suhu permukaan laut yang tinggi ini, maka terjadilah pusat tekanan rendah disertai dengan berkumpulnya massa udara lembab.

Kedekatan lokasi badai dengan wilayah Indonesia bagian utara menyebabkan kekuatan dinamika udara yang ada di Indonesia khususnya di wilayah Sulawesi dan Kalimantan terpengaruh besar.

Setiap benda angkasa yang melewati daerah pengaruh badai tersebut akan terpengaruh dinamika udara akibat badai tersebut, termasuk setiap pesawat yang melewatinya pada saat itu.

Badai ini menyerap massa udara di daerah yang berdekatan dengan pusatnya, termasuk di sekitar kejadian, sehingga downdraft yang terjadi sangat kuat. Akibatnya, pesawat yang melintas pun akan terdorong ke bawah dengan cepat hingga mencapai perbedaan ketinggian yang cukup signifikan, yaitu sekitar 6.000 kaki.

Daerah turbulensi umumnya mengalami downdraft kecil apabila tidak disertai kejadian lain di sekitar daerah turbulensi tersebut yang memengaruhinya.

Di samping ini terdapat ilustrasi yang menggambarkan perbedaan yang terjadi jika pesawat melewati suatu daerah yang downdraft-nya kecil dan downdraft-nya besar.

Pada gambar itu, pada saat pesawat melewati udara yang downdraft kecil, maka akan mengakibatkan jatuhnya pesawat akan kecil juga, sehingga pengaruh yang ditimbulkannya pun tidak terlalu memperburuk situasi pesawat. Namun, bila downdraft-nya besar, pesawat yang lewat pun akan mengalami jatuh yang sangat curam, sehingga kemungkinan besar akan sangat memperburuk keadaan pesawat hingga bisa jadi terjadi kecelakaan. Downdraft yang menimpa pesawat Boeing 747 ini sangat dipengaruhi oleh badai tropis Hagupit, sehingga kekuatannya sangat tinggi untuk mendorong pesawat ke bawah.

Pada umumnya kejadian downdraft didahului oleh kejadian updraft (gerakan massa udara ke atas) yang disebabkan pemanasan oleh matahari. Pada bulan September ini, matahari berada tepat di atas ekuator yang menyebabkan munculnya awan-awan konvektif (awan-awan terbentuk oleh naiknya massa udara ke atas) akibat dari updraft tadi. Jika terjadi updraft, maka akan terjadi pula downdraft yang kecepatannya sangat dipengaruhi oleh suhu dan kejadian-kejadian ekstrem di sekitarnya. Pada saat kejadian badai tropis Hagupit itu terbentuk kondisi suhu yang sangat tinggi, suhu permukaan bisa mencapai jauh dari rata-rata tahunan.

Mengamati dari kejadian turbulensi yang menimpa pesawat besar sekelas Boing 747 seri 400 tersebut, memaksa kita untuk tidak pernah mengabaikan informasi cuaca dan potensi kejadian cuaca ekstrem sebagai suatu informasi dalam penerbangan maupun pelayaran.

Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang sangat rentan dengan kejadian-kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di sekitarnya. Hal ini terbukti dengan adanya bencana-bencana yang terjadi, bersamaan dengan kejadian ekstrem tersebut.

Salah satu kejadian ekstrem yang menyebabkan rentannya Indonesia terhadap cuaca adalah adanya badai tropis.

Perlu diketahui bahwa badai tropis ini terjadi di dua wilayah, yaitu Bumi Bagian Utara (BBU) dan Bumi Bagian Selatan (BBS). Jika badai itu terjadi di BBU, seperti kejadian saat ini, massa udara di Indonesia akan kering dan menyebabkan suhu semakin meningkat, sedangkan jika terjadi di BBS, massa udara akan terjadi basah. Indonesia termasuk gluck (baca: beruntung-bahasa Jerman) karena terhindar dari daerah yang menjadi pusat pembentukan badai tropis. Biasanya badai tropis tumbuh di wilayah subtropis atau sekitar 15 derajat-30 derajat lintang Utara dan lintang Selatan.

Akan tetapi, pengaruh ”ekor”- nya saja sudah mampu ”mengaduk-aduk” kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

Jelas sudah bahwa informasi cuaca menjadi sangat penting khususnya bagi transportasi udara karena jenis transportasi ini berhubungan langsung dengan udara. Terutama di wilayah tropis, seperti Indonesia ini, yang memiliki dinamika atmosfer yang sangat tinggi dibanding negara-negara yang lain.

Informasi yang disajikan harus dipahami dengan sungguh- sungguh sehingga nantinya akan dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh adanya kejadian-kejadian ekstrem, seperti yang terjadi pada pesawat Boeing 747 ini.

Ahli perubahan iklim dunia sudah dengan sangat yakin memastikan, kejadian cuaca ekstrem sebagai respons keseimbangan alam seperti badai tropis ini akan semakin sering dan terus meningkat kekuatannya di masa mendatang. Kini berpulang pada kita semua untuk terus menjaga keseimbangan alam ini dengan mengelola bumi secara bijaksana.

ARMI SUSANDI Ketua Program Studi Meteorologi ITB dan Ahli Perubahan Ikllim

1 Comment

  1. pembahasan yg sangat menarik….
    wah jadi takut naek pesawat nih..😀


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: