Kapal Terbakar, Tujuh Pemudik Tewas

Penumpang Kapal Perintis Mengamuk

Kapal Motor Usaha Baru yang mengangkut pemudik tujuan Pulau Kelang dan Pulau Buano di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, terbakar di perairan Tanjung Alang, Pulau Ambon, Jumat (26/9) pukul 11.00. Tujuh penumpang tewas, dua orang hilang, dan 35 orang lainnya mengalami luka bakar.

Hingga Jumat malam, evakuasi korban oleh tim Search and Rescue (SAR) dan Administrator Pelabuhan (Adpel) Ambon masih berlangsung. Tiga korban tewas, Wa Ani (45), Wa Enu (59), dan Wa Asih (15), telah dievakuasi ke Ambon sekitar pukul 15.00. Empat korban tewas lainnya, Fitri (7), Firlan (4), Rizky (4), dan Wa Ida (70), masih di Desa Alang, desa terdekat dari lokasi kejadian. Dua korban hilang adalah Astini Alfira dan Adelan Alfira, keduanya masih anak-anak.

Ali Haji (37), korban selamat, mengatakan, kapal yang dinakhodai La Ona tersebut berangkat dari pelabuhan di Pasar Arumbai pukul 09.00. Kapal terbakar pukul 11.00 setelah terjadi ledakan dari bagian mesin. Kapal yang berada 400 meter dari pantai tersebut tidak bisa menepi karena mesin mati.

Para penumpang panik dan sebagian melompat ke laut untuk menyelamatkan diri meski tidak mengenakan pelampung. Tujuh korban tewas diduga karena tidak kuat berenang dalam kondisi gelombang setinggi 1-2 meter.

Kepala Subseksi Operasi Kantor SAR Ambon Amin Bin Tongke menjelaskan, kapal berbobot sekitar 3 ton tersebut kelebihan muatan. Penumpang yang bisa diangkut 15-20 orang, tetapi dipadati hingga sekitar 45 orang, belum termasuk barang.

”Para korban mau mudik Lebaran di Pulau Kelang,” ujar Amin.

Mengamuk

Di lokasi berbeda di Ambon kemarin, sejumlah calon penumpang kapal perintis KM Bandaneira dan KM Maloli tujuan Maluku Barat Daya mengamuk di Pelabuhan Yos Sudarso dan Kantor Adpel Ambon. Mereka marah karena kapal belum diberangkatkan padahal sudah menunggu enam hari.

KM Bandaneira sebelumnya dijadwalkan berangkat hari Selasa (23/9) pukul 16.00. Manajemen Adpel Ambon membatalkan keberangkatan karena kelebihan sekitar 700 orang dari kapasitas angkut 305 orang. KM Bandaneira diberangkatkan pada hari Jumat pukul 12.00 setelah KM Maloli yang membantu mengangkut penumpang tiba di Ambon sehari sebelumnya.

Saat KM Bandaneira akan berangkat, penumpang KM Maloli memaksa naik ke KM Bandaneira. Mereka ingin segera berangkat karena khawatir KM Maloli tidak jadi berangkat. Penumpang KM Maloli memaksa KM Bandaneira berangkat bersama-sama. Situasi menjadi kacau dan keberangkatan kapal kembali ditunda.

Sekitar pukul 15.30, penumpang KM Bandaneira gantian yang mengamuk di Kantor Adpel Ambon. Mereka meminta kapal segera diberangkatkan tanpa menunggu KM Maloli.

”Kami sudah hampir seminggu di Ambon. Kami sudah tidak punya uang lagi untuk biaya makan di sini. Seminggu ini saya sudah habis Rp 400.000, padahal tiket ke Leti hanya Rp 48.000,” ujar John El, penumpang KM Bandaneira.

KOMPAS

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: