Ahli Ingatkan Sepertiga Spesies Kini Terancam

Para ahli yang berkumpul dalam pertemuan tingkat tinggi di Florida, Amerika Serikat, mengingatkan, dampak perubahan iklim akan mematikan sepertiga spesies di bumi hingga akhir abad ini. Oleh karena itu, dibutuhkan aksi segera untuk merestorasi ekosistem yang rapuh dan melindungi satwa terancam punah.

Banyak perkiraan dampak perubahan iklim yang suram dan penuh petaka, seperti naiknya muka laut yang menenggelamkan pulau kecil dan kekeringan panjang. Namun, masih banyak pihak yang menaruh harapan.

”Kita semua masih punya waktu untuk beraksi nyata sekarang,” kata peneliti senior pada Defenders of Wildlife yang juga penerima nobel perdamaian karena aktivitasnya pada Panel Ahli Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), Jean Brennan, Rabu (1/10).

Pertemuan tiga hari itu disponsori Florida Fish and Wildlife Conservation Commission, yang didirikan sejumlah peneliti perubahan iklim dan ahli hidupan liar. Lembaga itu mendukung ide-ide menyelamatkan spesies di tengah planet yang terus menghangat.

Di antara sejumlah wilayah dengan elevasi rendah, Florida termasuk terancam oleh naiknya permukaan laut. Para ahli mendorong perlunya melindungi garis pantai dari genangan air.

Bila dampak perubahan iklim terus terjadi, Everglades, lahan basah yang unik, terancam kolaps berikut 67 spesies terancam punah. Kondisi saat ini diperparah dengan pertumbuhan penduduk Florida hingga 32 juta jiwa lebih pada 2050, yang mempercepat hancurnya habitat hidupan liar.

Kepala Peneliti pada Survei Geologi AS (USGS) Virginia Burkett yang juga anggota IPCC menambahkan, seluruh habitat berubah, di antaranya disebabkan iklim ekstrem, kebakaran, kejadian luar biasa hama, dan serangan spesies pendatang. Yang terakhir, pernah diberitakan terjadi di Kepulauan Galapagos.

Menurut dia, kematian pohon pinus di sisi barat Amerika menjadi catatan penting perubahan iklim. Beberapa jenis satwa diperkirakan menyusul punah.

Ia menyarankan agar ada langkah-langkah nyata, termasuk mengurangi faktor penekan yang tidak secara langsung menyebabkan perubahan iklim, seperti ”stop pengeringan lahan basah, dan membendung sungai.”

Menurut dia, alam secara alami memiliki tingkat adaptasi tinggi terhadap perubahan iklim selama faktor-faktor pendukungnya berfungsi.

Kontrol dan batasi

Burkett mencontohkan perlunya mengontrol dan membatasi pertumbuhan pembangunan di pesisir. Hal itu perlu, di antaranya, untuk memungkinkan ”migrasi kawasan lahan basah secara alami mengikuti kenaikan permukaan laut.”

Namun, ujarnya, adaptasi alami itu tidak akan pernah terjadi selama ada alih fungsi lahan basah menjadi jalan raya dan perumahan atau kondominium.

Di Indonesia, sejumlah pihak menyatakan, rencana adaptasi dan mitigasi perubahan iklim perlu dimasukkan dalam rencana pembangunan nasional. Tujuannya, agar ada kontrol dan pembatasan terhadap kebijakan yang bertentangan dengan program tersebut.

Yang terjadi justru alih fungsi lahan untuk permukiman terus terjadi, termasuk di kawasan resapan air dan pesisir. Pembukaan kawasan hutan lindung untuk pertambangan juga diizinkan, bahkan juga untuk ruas jalan tol. (AP/GSA)

KOMPAS

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • SIPG kalahkan Guangzhou di Liga Champions Asia
      Wu Lei mencetak dua gol ketika Shanghai SIPG menang 4-0 atas juara Liga Champions Asia sebanyak dua kali Guangzhou Evergrande pada Selasa, pada pertandingan leg pertama perempat final kejuaraan klub level benua tersebut. ...
    • Tim WFQR Lanal Batam tangkap 27 TKI ilegal tujuan Malaysia
      Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Lanal Batam, Selasa sekitar pukul 02.30 WIB menggagalkan pengiriman 27 TKI Ilegal di perairan Karang Galang saat hendak menuju Malaysia. "Sebanyak 27 TKI yang berhasil diamankan ...
    • Sea Games 2017 - Luis Milla bangga dengan perjuangan Timnas U-22
      Pelatih tim nasional U-22 Indonesia Luis Milla merasa bangga dengan perjuangan anak-anak asuhnya yang mampu menahan imbang Vietnam 0-0 walau bermain dengan 10 orang di laga Grup B sepak bola SEA Games ke-29 2017, Malaysia. ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: