Anggaran Penelitian di Perguruan Tinggi Rp 2 Triliun

Alokasi dana penelitian di perguruan tinggi dinaikkan menjadi sekitar Rp 2 triliun. Peningkatan dana itu untuk mendorong munculnya penelitian-penelitian berkualitas yang bisa mendukung kemajuan bangsa dan bersinergi dengan lembaga penelitian lainnya.

Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, di Jakarta, Jumat (3/10), menjelaskan, dana penelitian ke perguruan tinggi negeri dan swasta itu akan difokuskan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengurangan kemiskinan

Kucuran dana riset ke perguruan tinggi diarahkan kepada persoalan pengentasan kemiskinan dengan kajian dari berbagai bidang ilmu. Antara lain, keanekaragaman hayati terkait perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan, ketahanan pangan, energi alternatif, hal-hal yang berhubungan dengan gizi dan kesehatan termasuk juga penyakit-penyakit baru atau penyakit tropis. ”Indonesia harus unggul dalam penelitian soal penyakit tropis,” kata Fasli.

Riset juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan budaya dan harmonisasi sosial, industri kreatif, transportasi, serta pertahanan dan keamanan. Penelitian akan disinergikan dengan penelitian yang dilakukan lembaga lain, seperti Kementerian Riset dan Teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Fasli menyebutkan, alokasi dana Depdiknas untuk lembaga penelitian lain di luar perguruan tinggi berkisar Rp 790 miliar. Bantuan ini diharapkan bisa mempermudah kerja sama penelitian antara lembaga riset dan perguruan tinggi.

Fasli menyebutkan, selama ini tidak ada sinergi yang kokoh antara perguruan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian. Perguruan tinggi sibuk dengan agenda risetnya sendiri, sementara lembaga penelitian juga demikian. Terkadang riset yang sama dilakukan oleh berbagai lembaga sehingga terjadi pemborosan.

Direktur Riset dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor Arif Satria mengatakan, perguruan tinggi harus punya agenda riset yang terfokus dan terarah. Perkembangan riset di perguruan tinggi juga tak terpublikasikan dengan baik karena terbatasnya jurnal ilmiah nasional yang produktif. ”Kami menyambut baik bertambahnya alokasi penelitian. Tinggal bagaimana memanfaatkan dana itu untuk menghasilkan output yang berguna buat kemajuan bangsa,” katanya.

Secara terpisah, Mochamad Munir, Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, mengatakan, pihaknya akan mendorong publikasi penelitian di jurnal internasional. ”Makin banyak tulisan sains, teknologi, dan sosial yang muncul di jurnal internasional, citra Indonesia makin baik, ada sumbangan pemikiran ke dunia,” ujar dia.

Pemerintah berencana melanggankan perguruan tinggi negeri dan swasta e-jurnal internasional agar mereka mempunyai akses. (ELN/INE)

KOMPAS

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Polda Bangka kerahkan 309 polisi amankan pleno pilkada
      Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung mengerahkan 309 perseonel guna mengamankan Rapat Pleno Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka ...
    • Kemenristek Dikti keluarkan RPL dosen Maret
      Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) akan segera mengeluarkan aturan terkait Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi tenaga dosen pada Maret 2017. "Sudah kami siapkan mudah-mudahan pertengahan ...
    • Menag: jadikan rumah ibadah sebagai perekat persaudaraan
      Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat beragama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai tempat saling merekatkan persaudaraan dan memperkokoh peri kemanusiaan. Ajakan ini disampaikan Menag sehubungan adanya rumah ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: