Cloud Computing, Gaya Baru Berkomputer

CLOUD240.jpgDi pelbagai bidang teknologi informasi, orang bekerja keras mengembangkan apa yang disebut ‘internetnya masa depan’. Tidak perlu lagi memasang mesin berdengung di bawah meja kerja. Yang dibutuhkan hanya sebuah layar, keybord dan semacam ‘stopkontak cerdas’.

Internet -dan penggunaan komputer- dalam waktu dekat mengingatkan kita akan situasi distribusi radio pada jaman dulu. Microsoft, industri piranti lunak raksasa, mengembangkan “komputasi awan” versinya sendiri. (Wikipedia menjelaskan komputasi awan, bahasa Inggris: cloud computing, adalah penggunaan teknologi komputer untuk pengembangan berbasis Internet.) Keuntungan konsumen jelas: memakai komputer makin murah dan hemat energi.

Bukan informasi saja
Komputasi awan bukan fenomena baru, serta lajunya tak tertahankan. Internet bukan lagi cuma memberi informasi kepada para pengguna. Piranti lunak lengkap dan sistem operasional juga tersedia secara online.

Dengan kata lain, internet dan semua yang terkait dengannya, menjadi terminal pusat pengaturan peralatan rumah tangga termasuk gas dan listrik. Pakar Teknologi Informasi, Stevan Greve:

“Yang dilakukan, tidak lain, mengirim semua yang dibutuhkan ke terminal yang ada di rumah anda. Untuk itu dibutuhkan sambungan cepat. Karena itu di masa kini, semuanya berjalan lewat internet.”

Sambungan internet cepat menghubungkan antara peralatan rumah tangga sederhana dan sejumlah kecil super komputer yang bisa saja berada di berbagai penjuru dunia. Pelanggan tanpa perlu membeli atau menginstalasi program, tetap dapat menggunakannya.

Syarat utama, pengguna harus memiliki sambungan serat optik. Sebab hanya kabel tersebut yang secara sempurna menerima dan mengirim data, supaya komputer tidak berjalan pelan.

Murah
Trend sesungguhnya dari komputansi awan justru terjadi pada perusahaan. Mereka tiap tahun dipusingkan pengeluaran besar untuk membeli piranti keras dan lunak. Bila cukup membeli satu terminal, bukan saja lebih murah, tapi juga perlengkapan yang simpel lebih tahan lama.

Namun mengapa konsep ini bernama komputasi awan atau cloud computing? Kembali Stefan Greve:

“Internet bisa dianggap awan besar. Awan berisi komputer yang semuanya saling tersambung. Dari situlah berasal istilah ‘cloud’. Jadi semuanya disambungkan ke ‘cloud’, atau awan itu.”

Konsumen kian untung dan sekedar membutuhkan ruang kecil di bawah meja. Sementara komputer induk memerlukan perawatan berkala saja dan pengamanan jauh lebih ringan serta murah. Tak perlu repot melakukan update pemindai virus dan lain sebagainya. Semuanya sudah termasuk abonemen. Juga tidak ketinggalan, komputasi awan ramah lingkungan, ungkap Stefan Greve.

“Pada umumnya, komputer di rumah meniupkan udara panas. Udara panas itu berasal dari energi. Energi dibutuhkan supaya komputer bisa nyala. Tapi kebanyakan energi itu menjadi udara panas. Dengan ‘cloud computing’, sebuah komputer pusat, maka di rumah dibutuhkan lebih sedikit listrik, jadi sangat menghemat.”

Ngadat
Sisi minus terbesar sistem, dialami pengguna individu rumah. Jika internet macet, misalnya penyedia jasa kelebihan beban, maka komputer ikut ngadat. Artinya, bukan saja tidak bisa internetan, tetapi komputer sama sekali tak bisa dipakai. Bagi pengguna besar seperti perusahaan, yang kebanyakan karena alasan keamanan, memiliki akses ke lebih dari satu penyedia jasa internet, masalah ini tidak begitu menyulitkan.

Sistem operasi Windows menghasilkan jutaan Euro bagi Microsoft. Mereka sejak lama mencoba mendalami fenomena komputasi awan dan tidak mau tergesa-gesa.

Namun pekan lalu, direktur Steve Ballmer mengumumkan perusahaannya dalam waktu satu bulan bakal meluncurkan Windows Cloud.

Jangan-jangan dalam beberapa tahun ke depan kita semua berada di “awan-awan”.

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Wartawati TV Irak tewas dalam ledakan bom di Mosul
      Shifa Gardi, wartawati televisi Irak tewas, Sabtu (25/2), dalam ledakan bom ketika ia sedang meliput pertempuran antara pasukan Irak dan kelompok militan IS di bagian barat Mosul, demikian menurut laporan televisi Kurdi. ...
    • Kalahkan Sunderland 2-0, Everton sembilan laga tak terkalahkan
      Everton mempertahankan performa positif dengan sembilan laga tidak terkalahkan di liga usai menekuk klub dasar klasemen, Sunderland, dengan skor 2-0 pada lanjutan Liga Utama Inggris pekan ke-26 di Stadion Goodison Park, Sabtu ...
    • Sevilla kalahkan Betis 2-1 dalam laga derbi
      Sevilla mengalahkan rival sekotanya, Real Betis, dengan skor 2-1 pada laga bertajuk "Derby Sevillano" (pertandingan dua klub rakyat Sevilla) pada lanjutan pertandingan Liga Spanyol (La Liga) pekan ke-24 di Stadion Benito ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: