100 Hari Terakhir Bush “Sowan” ke IMF

Jumat, 10 Oktober 2008, Presiden Bush mendadak sowan ke kantor IMF, dua blok dari Gedung Putih, mengimbau kebersamaan dunia untuk mengatasi krisis keuangan global yang bersumber dari krisis kredit macet perumahan di AS. Sebelumnya, di Gedung Putih, Presiden Bush didampingi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G-7 telah mengeluarkan pernyataan. Pernyataan itu dikukuhkan oleh G-20 (RI salah satu anggota) menjadi Program 5 Pasal IMF untuk merespons krisis keuangan global.

Krisis keuangan AS yang mencapai klimaks dengan krisis global, terjadi pada minggu pertama September, menandai kemerosotan total AS dalam geopolitik dan geoekonomi. Francis Fukuyama menulis dalam The Fall of American Inc bahwa perang teror pasca 911 membuat AS kehilangan citra sebagai kampiun demokrasi liberal dan pengemban HAM. Dengan krisis keuangan yang dipicu oleh “tsunami Wall Street”, AS juga kehilangan status dan citra sebagai model kisah sukses kejayaan ekonomi. Malah menjadi biang keladi dan sumber keterpurukan ekonomi dunia.

Krisis keuangan AS jelas lebih dahsyat dari krisis moneter Asia Timur 1998, karena ternyata dampaknya menggurita, langsung terasa tanpa tenggang waktu. Bursa bergerak selama 24 jam dari Australia ke Asia, Eropa, dan menyeberang ke Wall Street untuk memutar ke Australia lagi.

Manusia normal yang bukan pelaku bursa di berbagai kota sudah menikmati siklus, tidur, bekerja, dan beristirahat, sementara bursa berjalan nonstop 24 jam. Sydney disusul Tokyo, Hong Kong Singapura, Jakarta, Mumbai, Kuwait, Moskwa, Milan, Frankfurt, Paris , London terus ke New York dan memutar lagi ke Sydney. Putusan yang diambil di Jakarta bisa terlalu tergesa-gesa tanpa memperhitungkan apa yang terjadi di Washington dan New York atau sebaliknya lamban memberikan reaksi terhadap arus besar dari Tokyo dan Shanghai

Tiga sebab utama krisis keuangan AS. Pertama, AS harus membiayai perang melawan teror sejak 911 yang menghabiskan triliunan dolar. Kedua, penduduk, masyarakat, dan pemerintah AS sudah terninabobokkan oleh hidup dalam defisit APBN dan neraca perdagangan, serta mengandalkan utang, pinjaman, dan kartu kredit dengan gaya hidup “besar pasak daripada tiang”.

Ketiga, dalam kondisi utang 60% dari PDBI itu, manusia pelaku bursa Barat telah menciptakan monster Frankenstein berbagai produk derivatif dengan nama canggih, seperti credit default swap (CDS), collateralized debt obligation (CDO) dan yang dipindahtangankan secara multilevel marketing, sehingga sulit ditelusuri ujung pangkal dan posisi riil dari kolateral yang disekuritisasi. Apalagi, karena ditransaksikan lintas negara melalui special purpose vehicle SPV perusahaan “fiktif” di save haven.

Dalam wawancara dengan Fareed Zakaria di Global Policy Square CNN, George Soros, menyatakan, pasar memerlukan regulasi yang efektif. Manusia secara eklektik, dapat memilah tanpa terlalu dogmatik memvonis sesuatu kebijakan sebagai liberal atau otoriter. Ideologi apa pun memerlukan satu pola akuntabilitas dari pengemban kekuasaan politik, ekonomi, dan hukum. Negara harus memegang peran sentral dalam menjamin keseimbangan berbagai kepentingan dengan supremasi hukum yang tidak pilih kasih. Tapi, negara juga tidak boleh terlalu eksesif dengan etatisme yang membelenggu kreativitas masyarakat.

Antisipasi Krisis

Kegagalan suatu sistem ideologi sangat dipengaruhi oleh bagaimana sistem itu bisa mengantisipasi krisis secara dini, mencegah kebakaran dengan memadamkan api pada saat baru terpercik. Perlu mekanisme preventif dan koersif terhadap faktor yang menimbulkan kesalahan dan kekeliruan yang bisa merebak menjadi bencana yang lebih besar, seperti krisis keuangan kali ini.

Betapa pun mulia dan patriotiknya slogan para dedengkot proletar kalau birokrasi komunis korup maka surga yang dijanjikan Marx akan dinikmati hanya oleh anggota politbiro dan diktator central committee partai komunis yang berkuasa. Tapi, bila elite, masih mempunyai kepekaan untuk mempraktikkan idealisme menjadi “wali” yang melaksanakan kebijakan prorakyat, maka sistem semiotoriter, seperti RRT dan Singapura juga bisa menghasilkan sukses ekonomi, surplus finansial, dan kekuatan yang tangguh dalam kompetisi global. Dana-dana surplus RRT, Jepang, Singapura, dan Timur Tengah yang dikelola dan dimiliki oleh negara dalam wadah yang sekarang disebut Sovereign Wealth Fund (SWF) membuktikan bahwa otoriterisme bersih, bisa lebih efektif mengakumulasi modal ketimbang liberalisme Wall Street yang tidak terkontrol hingga bursa terjun bebas ke jurang keambrukan.

Mekanisme kontrol di Wall Street telah dikompromikan dengan “KKN” antara pelaku bisnis dan regulator yang menjalin hubungan patron klien dengan upeti dana kampanye. Sehingga regulator tidak berfungsi optimal mencegah dan mengamankan sistem deteksi dini dan sistem koreksi manipulasi pasar. Akibatnya, monster Frankenstein derivatives dan metodologi naked short selling serta berbagai varian supercanggih yang asing bagi awam menenggelamkan bursa.

Sekarang ini sudah telanjur US$ 2 triliun dana milik penabung surplus Asia Timur, Timur Tengah, dan bagian dunia lain terbenam dalam lumpur “surat tidak berharga” AS. Presiden Bush meminta G-7 dan G-20 bersatu padu mengatasi krisis. AS sebagai superpower sedang digeser oleh RRT yang sekarang menjadi bankir dan kreditor sekaligus suplier AS dengan jalinan dagang, utang yang mencapai triliunan dolar.

RRT tidak ingin terus-menerus membiayai utang yang dipakai secara gegabah oleh Wall Street. Sebagai imbalan dan jaminan, RRT ingin struktur lembaga keuangan multilateral, seperti Bank Dunia dan IMF versi 1945, direformasi mencerminkan perimbangan kekuatan baru dunia, RRT, Jepang, Timur Tengah dan ASEAN dalam kesetaraan fungsional.

Transisi Dunia

Dunia sedang mengalami transisi dari imperial AS yang meredup menuju struktur multipolar yang lebih pluralis dan mencerminkan kekuatan riil abad 21. Elite global, terutama AS, harus menyadari pergeseran ini serta mengakomodasi RRT dan Timur Tengah untuk menata dunia baru. Agar krisis keuangan ini dapat teratasi dengan kebersamaan “multilateral stewardship” penyelamatan dunia secara bertanggung jawab.

Masa jabatan Bush tinggal 100 hari lagi, dan ironi sejarah ialah presiden superpower AS sowan ke IMF meminta bantuan IMF (baca: RRT dan negara surplus, yang diimbau untuk terus menopang AS dengan membeli surat utang AS). Sebab IMF sendiri tidak memiliki kekuatan dana, seperti yang dikuasai pemegang surplus dana di Asia Timur dan Timur Tengah.

RRT dan Arab tidak bisa egois karena saling ketergantungan hingga bursa keduanya juga ikut ambruk. Akan menarik mengikuti ASEM Summit ke-7 di Beijing, minggu depan, bagaimana Eropa juga harus mengakui emansipasi Asia sudah tidak terbendung lagi. Karena “modal” RI cuma kurang dari US$ 60 miliar cadangan devisa, maka RI harus kreatif memobilisasi ASEAN agar bisa masuk dalam reformasi dan restrukturisasi Bank Dunia-IMF.

Poros Jakarta – Beijing – Dubai – Mumbai – Seoul – Shanghai – Singapura – Tokyo harus proaktif dan inovatif dalam reformasi Bank Dunia-IMF versi 2010 pengganti IMF 1945 yang obsolete.

CHRISTIANTO WIBISONO adalah pengamat masalah nasional dan internasional

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • 7 cara manfaatkan tabir surya kedaluwarsa
      Coba periksa tanggal kedaluwarsa tabir surya Anda untuk memastikan apakah masih berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari.Tabir surya punya masa kedaluwarsa selama enam bulan setelah dibuka, kata perlindungan konsumen ...
    • Klasemen Liga Spanyol, Real Madrid tinggalkan Barcelona
      Berikut hasil pertandingan dan klasemen liga Spanyol pada Minggu waktu setempat. Pertandingan Minggu 4 Desember: Alaves 1 Las Palmas 1 Athletic Club 3 Eibar 1 Real Betis 3 Celta Vigo 3 Sporting ...
    • Beberapa mayat ditemukan lagi setelah gudang terbakar di Oakland
      Beberapa mayat ditemukan lagi pada Ahad (4/12), setelah petugas pencarian memasuki dua daerah lain di gudang yang terbakar 36 jam sebelumnya. Namun Sersan Ray Kelly dalam taklimat kedua pada Ahad, tak bersedia menyebutkan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: