Kepanikan Pasar yang Tidak Perlu

Semakin kita panik, semakin besar pula kemungkinan terjadinya, apa yang tadinya kita takutkan. Tetapi, kalau kita menyikapi gonjang-ganjing yang terjadi di pasar keuangan, terutama di pasar saham, dengan kepala dingin namun tetap waspada, tentunya mekanisme pasar akan bekerja kem-bali dengan sendirinya ke situasi yang relatif normal dan tenang.

Semua gejolak yang terjadi akhir-akhir ini, terutama sekali bersumber pada kesimpangsiuran dan rumors yang sedikit banyak terkait dengan masalah disclosure, short-sell, margin call, dan gagal/terlambat bayar di pasar saham.

Beberapa dari masalah itu, sebenarnya sudah dapat diatasi kalau otoritas bursa saham cukup cepat mengambil tindakan, dengan belajar dari kejatuhan drastis harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di pertengahan pertama bulan September lalu. Tentu saja saya tidak bisa menyangkal peran dari menjalarnya sentimen negatif global yang cukup kuat.

Fundamental Ekonomi

Kita bisa melihat pada banyak fakta indikator ekonomi Indonesia yang masih relatif baik, termasuk bila dibandingkan dengan negara- negara tetangga kita di ASEAN.

Laju pertumbuhan ekonomi masih berada di atas 6 persen dan diperkirakan akan masih tetap berada di sekitar 6 persen untuk tahun ini dan tahun depan.

Momentum pertumbuhan sektor riil tampak nyata, terlihat dari masih cukup tingginya laju pertumbuhan investasi riil, termasuk cukup derasnya impor barang modal.

Permintaan akan alat-alat berat dan alat transportasi besar (truk) untuk pertambangan, perkebunan, dan konstruksi masih tetap kuat dan cenderung terjadi kekurangan suplai. Pertumbuhan sektor telekomunikasi bukan main pesatnya selama beberapa tahun terakhir ini. Perdagangan eceran pun masih secara konsisten menunjukkan peningkatan, walaupun ada ancaman resesi dunia.

Ekspor memang telah mulai melambat, terutama untuk beberapa produk manufaktur tradisional ekspor Indonesia, seperti tekstil, pakaian, dan sepatu, walaupun masih tetap berada di posisi sepuluh besar ekspor nonmigas.

Kalau kita melihat pada komposisi impor kita, laju pertumbuhan impor barang modal dan bahan mentah yang cepat justru bagus dan diperlukan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi.

Memang benar bahwa laju pertumbuhan impor barang-barang konsumsi yang cukup pesat serta dugaan maraknya penyelundupan barang- barang konsumtif, telah menyebabkan terjadinya under-estimation dari nilai impor kita.

Namun, tampaknya perlambatan ekspor serta prospeknya yang akan menurun sejalan dengan penurunan harga komoditas global, akan memberikan tekanan kepada posisi current account kita. Apalagi kalau hal itu masih disertai oleh laju pertumbuhan impor yang cukup kuat, sehingga current account kita akan segera masuk wilayah negatif.

Jelekkah saldo negatif current account itu? Tidak selalu. Saldo negatif current account dapat berarti perekonomian masih melaju cukup kuat. Tentunya sampai batas- batas tertentu saja, karena kalau terlalu besar saldo negatif nya akan bisa menimbulkan masalah pembiayaan neraca pembayaran, apalagi kalau arus modal dan finansial akan makin seret ke depannya akibat krisis finansial global.

Sebagai catatan, periode sebelum krisis 1997/98, current account kita selalu defisit, dan laju pertumbuhan ekonomi masih sangat tinggi waktu itu. Nah, rupanya situasi atau prospek penurunan saldo current account ke arah negatif inilah yang dijadikan alasan bagi investor asing untuk mempunyai sentimen negatif dan sebagian keluar dari aset finansial Indonesia, seperti SBI (sertifikat Bank Indonesia) dan saham, serta sebagian kecil dari SUN (surat utang negara.).

Kekhawatiran itu sangat berlebihan, sehingga perlu usaha keras dari pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjelaskan bahwa situasinya tidak akan menjadi seburuk yang diperkirakan.

Arah kebijakan yang hendak dijalankan pemerintah guna mengurangi tekanan dari current account dan neraca pembayaran sudah benar, yaitu melakukan berbagai macam penghematan dan penajaman dalam belanja pemerintah, termasuk menurunkan besaran defisit anggaran, usaha perlambatan impor non-esensial (termasuk memerangi kemungkinan penyelundupan dan dumping dari negara lain), mencari alternatif pembiayaan dari sumber eksternal nonpasar, dan sebagainya.

Pengelolaan anggaran pemerintah secara makro, termasuk prudent, walaupun masih tersedia ruang untuk lebih mengefektifkan anggaran, melalui pengurangan biaya-biaya perjalanan dan seminar-seminar yang kurang diperlukan.

Ketahanan Sektor Keuangan

Satu faktor penting yang harus selalu dijaga adalah ketahanan sektor keuangan, terutama sektor perbankan. Jangan sampai terjadi ketidakpercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan kita. Fokus utama adalah menjaga supaya sektor perbankan jangan sampai terseret ke dalam putaran arus sentimen negatif ini.

Likuiditas perbankan harus dijaga supaya tetap terpenuhi. Jangan sampai terjadi lagi kesalahan/kealpaan kebijakan moneter dan fiskal di tiga kuartal pertama tahun ini, dimana likuiditas perbankan menjadi sangat ketat dan menyebabkan terjadinya perang suku bunga deposito, yang selanjutnya juga mendorong kenaikan suku bunga kredit.

Penyebab utama ketatnya likuiditas itu bersumber pada menumpuknya dana-dana pemerintah di Bank Indonesia akibat keterlambatan penyaluran uang belanja negara, di samping juga sifat kontraktif dari intervensi valas yang gencar dilakukan oleh BI selama tahun ini.

Perbankan memang telah mencoba membiayai cepatnya pertumbuhan kredit perbankan yang kurang disertai oleh kecepatan pertumbuhan pendanaan dari masyarakat (deposit), yaitu dengan cara menjual SBI yang mereka miliki. Namun, tampaknya masih belum cukup.

Ke depannya, dengan upaya pemerintah untuk mempercepat “procurement” belanja negara, serta upaya jangka pendek untuk memindahkan sebagian dana pemerintah di BI ke perbankan domestik (terutama ke bank-bank BUMN), dan juga upaya BI untuk memfasilitasi dengan membuka fasilitas repo jangka lebih panjang dengan bunga lebih murah, diharapkan akan dapat membantu pengurangan kekeringan.

Di samping itu, tentunya upaya perbankan sendiri untuk secara langsung atau tak langsung mengerem laju pertumbuhan kredit dapat mengurangi keketatan likuiditas perbankan. Yang perlu masih diwaspadai adalah ketimpangan likuiditas antarbank, dimana pasar uang antarbank dan transaksi repo antarbank belum berjalan dengan cukup baik, sehingga masih harus selalu difasilitasi oleh Bank Indonesia.

Peluang Keuntungan

Kalau kita perhatikan harga aset-aset finansial Indonesia, baik itu saham, maupun SUN, sudah sangat murah. Dengan prospek laju pertumbuhan ekonomi yang masih akan ada di sekitar 6 persen dan kebijakan fiskal yang prudent, serta upaya pemerintah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya crowding out effect, tentunya risiko kegagalan bayar atau perolehan imbal hasil yang rendah dapat dihindari.

Untuk para investor yang punya perspektif jangka menengah, setidaknya dengan perspektif sampai pertengahan tahun depan, aset-aset tersebut sudah sangat layak untuk dibeli. Bahkan bagi perusahaan-perusahaan pun akan sangat menarik untuk melakukan buyback saham, seperti yang didorong pemerintah untuk perusahaan-perusahaan BUMN.

Kilas balik ke situasi tahun 2005 sesudah ada kepastian kenaikan harga BBM di bulan Oktober dan reformasi lainnya yang dibutuhkan, kepercayaan investor segera pulih dan dana asing cepat sekali masuk ke dalam aset-aset finansial Indonesia. Jika sekarang dana asing sedang sibuk kembali ke Amerika, tentunya investor domestik dapat memanfaatkan peluang besar untuk mendapatkan keuntungan ini. Jangan sampai lagi investor domestik terlambat memperoleh kesempatan mendapatkan keuntungan yang besar. Dengan dana dalam rupiah yang ada, tentunya risiko mata uang menjadi tidak relevan lagi.

Anton H Gunawan – “Chief Economist” Bank Danamon

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Aparat gabungan sita bambu runcing dan bom molotov di Kediri
      Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kediri Kota dan TNI merazia kawasan bekas lokalisasi Semampir di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dan menyita sejumlah barang seperti bambu runcing serta bom molotov."Kami sudah ...
    • Persipura tanpa Bio dan Ricardinho hadapi Gresik United
      Tim Persipura Jayapura tanpa Bio Paulin Pierre dan Ricardinho da Silva saat melawan tuan rumah Gresik United dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/12). ...
    • Pencarian korban pesawat Polri libatkan 19 kapal
      Polri mengerahkan 19 kapal dan tiga pesawat untuk mencari korban pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) di perairan Kabupaten Lingga, Kepri. "Sembilan belas kapal dan tiga unsur udara dikerahkan pada ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: