Hasan Di Tiro di Aceh

dari Tunggal Ika menuju Bhineka

Indonesia sudah berubah, demokrasi kini menonjol,” ujar Teungku Doktor Chik Muhammad Hasan di Tiro, seperti ditirukan oleh Malek Mahmud. Kembalinya pemimpin mantan pemberontak Gerakan Aceh Merdeka GAM, Hasan di Tiro, disambut euforia masyarakat. Meski demikian, ada satu batalyon berjaga-jaga di Lapangan Blang Padang, namun KPA, Komisi Peralihan Aceh, wadah mantan kombatan GAM, percaya keamanan terjaga oleh polisi.

Chik Muhammad Hasan di Tiro: Aceh tempat kita apa yang perlu disampaikan, saya yang bicara Malik yang sampaikan.

Demikian Tengku Hasan di Tiro dalam bahasa Aceh menyampaikan pesan singkatnya di Masjid Raya Baiturrahman setibanya di Banda Aceh.

Sebelumnya, sejak Jumat malam rakyat dari berbagai kabupaten datang ke Banda Aceh untuk menyambut kedatangan Wali Nanggroe yang telah 30an tahun meninggalkan Aceh. Sabtu tepat pukul 11.32 WIB pesawat Fire Fly milik Malaysia yang disewa rombongan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda. Tengku Hasan di Tiro ditemani sejumlah pejabat tinggi GAM, antara lain Malik Mahmud, Zaini Abdullah dan Gubernur Irwandi Yusuf turun dari pesawat.

Menjelang kedatangan Wali Nanggroe, azan diserukan, dan Tengku Hasan begitu mencapai bumi Aceh langsung sujud.

Menyatukan Aceh

Hasan-di-Tiro.jpgDua petinggi GAM, Sofyan Dawood dan Nur Djuli memandang kedatangan Hasan di Tiro sebagai menyambut perdamaian dan menyatukan Aceh.

Sofyan Dawood: Suasana sangat gembira. Yang pertama orang Aceh setelah lama melihat, menunggu-nunggu bahkan melihat foto, suara beliau jadi katakan hari ini mungkin masyarakat Aceh bisa melihat, di mana kondisi seorang pimpinan gitu. Jadi kedatangan beliau ini, kepulangan hanyalah untuk memberi komitmen kepada perdamaian ini bukan masalah lain.

Nur Djuli: Saya pikir dia satu sumber penyatu yang paling utama. Lihat saja ya, semua tidak ada beda. Ini sumber penyatu paling utama untuk Aceh.

Hasan di Tiro, adalah cicit Teungku Chik di Tiro, pahlawan nasional RI, yang mulai tergugah sejak memprotes peperangan RI melawan Darul Islam pimpinan Teungku Daud Beureh’eh. Belakangan Tengku Hasan di Tiro mengubah cita-cita Darul Islam menjadi nasionalisme Aceh. Redefinisi cita-cita inilah yang hendak diwujudkannya dengan proklamasi Aceh Merdeka di kaki gunung Halimun, Pidie, 4 Desember 1976. Dalam wawancara dengan Radio Nederland pada tahun 1996 di Den Haag, Belanda, Hasan mengatakan kemerdekaan itu hak Aceh. Bagaimana caranya meraih kemerdekaan, Hasan ketika itu menjawab: “Dengan cara apa saja…”

Kepada Malik Mahmud, mantroe GAM, yang juga ketua delegasi perunding GAM di Helsinki, sekarasng Radio Nederland menanyakan bagaimana Tengku Hasan di Tiro melihat demokrasi di Aceh dan di Indonesia? Indonesia sudah berubah, kata Malik menirukan pendapat Tengku Hasan di Tiro.

Perubahan

Malik Mahmud: Indonesia sekarang di bawah pemerintahan yang ada sekarang ini, memang kita lihat semua perubahan-perubahan memang jauh lebih baik daripada yang dulu-dulu. Dan buktinya itu bahwa Aceh sesudah di dalam konflik bersenjata yang berkepanjangan selama 30 tahun, dengan korban yang begitu besar dan juga banyak merugikan uang dalam masalah operasi.

Tetapi karena Indonesia di dalam pemerintah sekarang ini demokrasi sudah lebih menonjol dan banyak keadaan-keadaan lain sudah mulai membaik. Dan dengan ini juga konflik yang begitu lama yang seolah-olah kita pikir tidak akan berakhir. Tetapi dengan hanya kira-kira lima kali ronde (perundingan), konflik selesai.

Betapa pun, kembalinya mantan pemimpin pemberontakan separatis GAM, Tengku Hasan di Tiro ini, meski dikatakan merupakan kunjungan kangen Aceh, tentu akan mempertebal legitimasi GAM, khususnya Partai Aceh menjelang pemilu 2009.

Bagi Jakarta, Aceh, terutama dengan kedatangan Teungku Hasan di Tiro merupakan tantangan bagi kebhinnekaan, setelah sekian tahun lamanya, Indonesia lebih menekankan “tunggal ika” ketimbang “bhineka”nya.

Seminggu berikut, tamu istimewa Aceh ini akan menghabiskan waktunya dengan berziarah ke kakek keturunan Chik di Tiro dan ke desa asalnya di Pidie.

Aboeprijadi SantosoBanda Aceh

1 Comment

  1. uelon rasa dameie yg kana iebarat tueloue langreugam.neupeumeuah menyeu salah.atjeh yg na seujarah….!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: