Semangat Sumpah Pemuda

Sekalipun sejarah tidak mengenal pengandaian, perlu diakui, Sumpah Pemuda bagi Indonesia telah memberikan landasan penting bagi persatuan.

Makna Sumpah Pemuda, yang persis diikrarkan 80 tahun lalu itu, terasa semakin penting sebagai tonggak sejarah, lebih-lebih kalau dicermati, masih banyak negara di dunia direpotkan persoalan identitas dan jati diri.

Jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, kaum muda melakukan antisipasi, mengikrarkan sumpah 28 Oktober 1928 yang meletakkan dasar permanen satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Kontribusi para pencetus dan pelaku Sumpah Pemuda sungguh luar biasa. Bangsa Indonesia yang bercorak pluralistis suku, bahasa, adat, kepercayaan, dan hidup terpencar-pencar di ribuan pulau, dipersatukan dalam perjuangan pembentukan negara-bangsa.

Setelah waktu berlalu 80 tahun, bagaimanakah citra dan kiprah kesatuan dan persatuan Indonesia. Sungguh memprihatinkan, apa yang dicapai di masa lalu itu justru terkesan ditelantarkan. Semangat kesatuan surut, bahkan muncul kekhawatiran tentang bahaya disitegrasi jika ancaman konflik tidak segera dikendalikan. Sendi-sendi persatuan dan kesatuan rapuh oleh meningkatnya sikap saling curiga dan melemahnya sikap saling percaya.

Perlu dikemukakan, semangat kesatuan dan persatuan tidak boleh diterima begitu saja dan apa adanya. Sangat diperlukan upaya berkelanjutan untuk menjaga dan memeliharanya. Tantangan terbesar bagaimana meningkatkan kualitas persatuan.

Makna kesatuan atau persatuan misalnya akan hambar jika kesenjangan sosial dan kemiskinan dibiarkan merebak luas. Rasa senasib dan seperjuangan sebagai sesama warga negara tidak akan menguat jika sikap solidaritas dan kepedulian tidak dijaga serta dikembangkan dari waktu ke waktu.

Telah muncul keprihatinan, kaum elite cenderung hidup dalam keasyikan sendiri, tanpa peduli terhadap nasib rakyat banyak yang terus bergulat menghadapi kesulitan hidup, lebih-lebih sekarang ini.

Tampaknya, bukan hanya kesatuan dan persatuan yang kedodoran. Bangsa Indonesia sampai sekarang juga kurang memenuhi komitmen untuk mengisi kemerdekaan sebagai jembatan menuju kesejahteraan sosial.

Puluhan juta rakyat Indonesia masih hidup melarat dalam kemiskinan dan keterbelakangan. Tidak sedikit pula rakyat Indonesia mengadu nasib jauh ke negeri orang karena tekanan hidup dalam negeri.

Sungguh ironi, Indonesia yang kaya sumber alam tidak mampu memberi seluruh 225 juta penduduknya makan. Penyebabnya antara lain salah kelola dan praktik korupsi yang merebak luas.

Bangsa Indonesia akan tetap tertinggal jauh di belakang jika kedua kelemahan itu tidak segera dibereskan. Jelas pula, makna dan kualitas persatuan hanya akan meningkat jika didukung oleh kemajuan ekonomi dan sosial politik yang berkeadilan.

KOMPAS

4 Comments

  1. Setuju Mas!!

  2. […] diambil dari sini. Teruskan ke orang […]

  3. saya mampir karena sedang mencari gambar untuk peringatan Sumpah Pemuda 2009 (dan tulisan ini sudah berselang setahun ternyata).

    Mohon izin comot gambarnya yah, saya sudah sertakan link balik di tulisan saya🙂

  4. Bravo!
    Sekali-kali perlu “Sumpah Orang Tua”

    http://opiniorangbiasa.blogspot.com


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kepergian Mar'ie Muhammad kehilangan bagi Indonesia
      Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyebut almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, sebagai sosok yang bersih dan jujur semasa menjabat. "Kita kehilangan sosok yang dahulu pada saat menjabat sebagai menteri keuangan ...
    • Hampir semua korban bom Istanbul adalah polisi
      Dua bom meledak di luar stadion sepakbola di Istanbul, Turki, pada Sabtu malam waktu setempat, menyebabkan 29 orang tewas, yang terdiri atas 27 polisi dan dua warga sipil.Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan ledakan ...
    • Sejumlah tokoh melayat ke kediaman Mar'ie Muhammad
      Sejumlah tokoh mendatangi kediaman almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, di Jalan Taman Brawijaya III Nomor 139, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu. Di antara mereka adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: