It’s University Stupid !

Saya baru saja pulang dari Jakarta dan kaget membaca headline di salah satu surat kabar Ambon dengan judul “Rektor UNPATTI akan digugat” walau sebenarnya sudah dapat mengira-ngira kemana isi berita tersebut. Saya sarankan sebaiknya beliau menjawab begini saja: “emangnya gue pikirin”. Maksudnya bukan mengabaikan ancaman tersebut, tetapi pemilihan tetap harus jalan terus, sementara persoalan lainnya diselesaikan di tempat lain dan jangan dibawa ke dalam ruang Senat Universitas.

Selama 20 tahun saya mengabdi sebagai dosen di Fakultas Pertanian UNPATTI, baru kali ini mendapati begitu ramainya bursa calon PUREK di UNPATTI. Yang sangat disayangkan adalah hal-hal yang dibicarakan sudah keluar dari substansi-nya. Ini Perguruan Tinggi (baca: Universitas), bukan tempatnya bermain politik kotor hanya demi kepentingan per orang, ataupun kelompok.

Saya lebih dikagetkan lagi dengan statement salah satu kandidat purek (George Leasa) yang akhirnya dibatalkan oleh Rektor UNPATTI, katanya: “kalau saat pemilihan kami tidak diakomodir barulah muncul akibat hukumnya” Saya jadi bertanya-tanya sebagai orang awam di bidang hukum, apakah hanya dengan selembar pernyataan tertulis yang disebut sebagai kontrak lalu akan digunakan sebagai dasar untuk menggugat Rektor ke pengadilan? Yang benar saja Bung, dimana dasar hukumnya?

Bagi saya, kontrak yang dimaksudkan itu sebenarnya hanyalah pengalihan janji lisan yang dibuat secara tertulis saja. Logikanya hanya sederhana saja, apalagi kontrak yang dimaksud tidak ditandatangani di hadapan notaris, sekalipun bermeterai. Sebagai catatan, jangan juga membawa-bawa nama fakultasnya. Menjadi pimpinan universitas seharusnya menjadi pimpinan untuk semua “rakyat” di kampus, bukan untuk fakultas asalnya.

Diluar dugaan, rencana pemilihan PUREK pada Kamis 23 Oktober itu batal hanya karena tidak diakomodirnya George Leasa sebagai calon PUREK II. Padahal sehari sebelumnya sudah ada tanda-tandanya, bahkan terbuka di koran, bahwa akan ada gempa bumi pada saat itu. Disayangkan hal ini tidak diantisipasi oleh Rektor yang juga mungkin menganggap remeh ancaman tersebut. Hal yang lucu terjadi saat mendengar pernyataan beliau didepan mahasiswanya, kalau dia tidak menginginkan jabatan itu, tapi justru ribut karena tidak dicalonkan.

Muncul lagi persoalan baru dengan adanya statement Prof. Louhenapessy, bahwa selain ada surat (kontrak) yang dibuat, juga ada kemungkinan terjadinya penyuapan Rektor kepada sebagian anggota Senat pada saat pemilihannya yang lalu. Beliau bahkan menyatakan akan mengirim surat ke Dirjen DIKTI di Jakarta. Rektor yang kepanasan membalas dengan statement mau melaporkan Louhenapessy ke polisi atas pencemaran nama baik.

Pada dasarnya pembantu rektor adalah kepanjangan tangan rektor dalam melaksanakan berbagai tugas di universitas. Bidang akademik dibawah PUREK I, kepegawaian dan keuangan dibawah PUREK II, kemahasiswaan dibawah PUREK III, dan kerjasama dibawah PUREK IV. Jadi sudah tentu mereka yang akan dicalonkan selain dianggap mampu membantu rektor dalam menjalankan tugas selama masa jabatannya, juga harus mampu bekerjasama dengannya. Semuanya harus dibawah kendali rektor.

Selama ini terasa sekali dalam penentuan calon PUREK di UNPATTI akhirnya harus berkompromi dengan berbagai hal diluar substansi sebenarnya. Tetapi tidaklah mengapa selama semua masih dapat dikendalikan oleh rektor. Setidaknya selama masa jabatan periode sebelumnya, telah menjadi pengalaman yang baik untuk menentukan siapa saja yang akan menjadi orang-orang terdekat dalam membantu rektor dalam bidang-bidang tertentu.

Paling tidak untuk sosok PUREK I, salayaknya berorientasi pada peningkatan kualitas sistem akademik UNPATTI, dan juga mendukung program pengembangan penelitian dosen dan mahasiswa. PUREK II haruslah sosok yang mampu mengelola dana secara transparan dan meningkatkan kesejahteraan pegawai dan karyawan, bukan sebaliknya malah memotong hak-hak mereka. Sementara sosok PUREK III harus memiliki kemampuan menjalankan sistem pengelolaan dana kemahasiswaan yang transparan dan akuntabel, mampu mensinergikan seluruh lembaga kemahasiswaan. Disamping itu juga lebih menonjolkan kegiatan-kegiatan akademik dibandingkan kegiatan ekstra kurikuler. Jangan hanya bisa menjadikan kampus sebagai ajang balap motor, tapi ajang balap ilmu pengetahuan. Last but not least, keberadaan PUREK IV benar-benar dituntut sosok berkemampuan ekstra dalam merangkai kerjasama dalam dan luar negeri, mengingat kedepannya UNPATTI akan memasuki tahapan sebagai badan hukum.

Ironis sebenarnya, disaat UI, ITB, dan UGM masuk peringkat 300-an dunia dan semakin memikirkan kiat-kiat terbaik untuk mempertahankan bahkan meningkatkan dirinya sebagai universitas dunia, kita di UNPATTI hanya berkutat di sekitar pemilihan PUREK yang semakin menguras energi kita.

Kalaupun Senat Universitas masih dianggap sebagai lembaga normatif tertinggi, sudah selayaknya para “senator” tersebut mengembalikan kehormatan itu. Nasib ribuan mahasiswa, dosen dan pegawai UNPATTI ada dipundak anda, bukan hanya di tangan Tetelepta, Louhenapessy dan Leasa. Akhirnya memang saya tidak dapat memilih judul lain selain judul diatas: ” It’s university stupid “

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Liga Eropa - Hasil dan klasemen Grup B, Apoel juara grup
      Apoel FC, berhasil menjuarai Grup B Liga Europa setelah mengalahkan wakil Yunani, Olympiakos, dengan skor 2-0 dalam laga pamungkas penyisihan di Stadion GSP, Siprus, Jumat dini hari WIB.Kemenangan yang diraih berkat gol dari ...
    • Liga Europa - Hasil dan klasemen Grup A, Fenerbahce-MU lolos
      Fenerbahce dan Manchester United lolos ke babak 32 besar Liga Europa selepas rangkaian pertandingan pamungkas penyisihan Grup A, Jumat dini hari WIB.Fenerbahce memastikan satu tiket ke babak 32 besar setelah tim asal Turki itu ...
    • Ngobrol dengan BJ Habibie di Belanda
      Nonton film berlanjut dengan ngobrol-ngobrol santai tapi serius terjadi di Belanda, antara anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia Belanda dan masyarakat Indonesia di Belanda, dengan Presiden Baharuddin Jusuf ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: