Gereja Anglikan Australia Minta Indonesia Tak Eksekusi Amrozi

Uskup Wilayah Utara dan Barat Keuskupan Anglikan Melbourne, Philip Huggins, menyurati KBRI Cabberra untuk meminta pemerintah Indonesia agar menghentikan rencana eksekusi terhadap tiga terpidana mati kasus Bom Bali 2002, kata seorang diplomat RI di Canberra.

“Selain Philip Huggins, surat senada juga dikirimkan Peter Arndt dari Komisi Keadilan dan Perdamaian Katolik Keuskupan Agung Brisbane,” kata Sekretaris III Fungsi Penerangan KBRI Canberra, Basriana Basrul, kepada ANTARA, Senin, sehubungan dengan reaksi publik Australia pada rencana eksekusi Amrozi dkk.

Sebelumnya, Juru Bicara KBRI Canberra, Dino Kusnadi, mengatakan, KBRI Canberra menerima cukup banyak surat dari berbagai kalangan di Australia yang pada intinya meminta penghapusan hukuman mati, namun jumlah surat mereka itu tidak sebanyak surat masyarakat yang menyoroti kerusakan lingkungan hidup di Kalimantan.

Ia mengatakan, surat-surat berisi penolakan hukuman mati, termasuk terhadap Amrozi, Ali Ghufron, dan Imam Samudera, ini mencerminkan terpecahnya suara masyarakat Australia dalam menyikapi rencana eksekusi ketiga terpidana mati kasus Bom Bali 12 Oktober 2002.

“Secara umum jauh lebih banyak orang Australia yang mendukung penghapusan hukuman mati karena jenis hukuman ini dinilai mereka tidak manusiawi dan bukan pada tempatnya negara mencabut nyawa seseorang,” katanya.

Menurut Dino Kusnadi, terbelahnya suara masyarakat Australia dalam menyikapi rencana eksekusi Amrozi cs tidak terlepas dari adanya pertarungan antara kalangan yang menentang hukuman mati dan kalangan yang emosi karena dalam insiden 2002 itu, ada 88 orang warga Australia yang tewas.

“Jadi kelompok rasional yang menentang hukuman mati secara universal dengan kelompok yang emosional memecah suara masyarakat Australia.”

Pada umumnya, bagi mereka yang tidak terpengaruh emosi korban Bom Bali, mereka akan menentang hukuman mati. Mereka ini tetap berkeyakinan bahwa hukuman mati bagi Amrozi cs harus diganti menjadi hukuman seumur hidup.

Dalam hal ini, yang menarik adalah tidak semua dari korban selamat maupun keluarga korban yang tewas dalam insiden Bom Bali enam tahun lalu mendukung eksekusi Amrozi cs, katanya.

“Di antara mereka ini pun terpecah. Ada yang bilang bahwa Amrozi dkk tidak layak dihukum mati dengan berbagai alasan, mulai dari alasan kemanusiaan hingga status mereka Sesuai dengan janji pemerintah RI, pelaksanaan eksekusi Amrozi dkk itu terjadi antara 1 November dan 15 November 2008.

ANTARANews

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Playoff NBA: Clippers paksa Game 7 dimainkan
      Chris Paul mencetak 29 poin untuk membawa Los Angeles Clippers memaksa Game 7 dimainkan dalam seri pertama playoff Wilayah Barat setelah menghabisi Utah Jazz 98-93 pada Game 6, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu pagi ...
    • 100 hari Trump: sahabat sudah perkirakan dia tak nyaman jadi presiden
      Dalam wawancara khusus dengan kantor berita Reuters, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku kangen kepada masa-masa sebelum menjadi presiden.Kepada Reuters dia mengaku, "Saya suka kehidupan saya sebelumnya. Saya punya ...
    • Prediksi Real Madrid vs Valencia
      Real Madrid sedang mengukir asa untuk merebut posisi Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol. Pasukan Los Blancos sedang membidik tiga poin penuh dalam duel melawan Valencia pekan ini.Real Madrid siap menjamu Valencia dalam ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: