Jamaah Islamiyah

islam-pedangSaat bertemu dengan Amien Rais, Ketua MPR, 16 Desember 2002 di Jakarta, Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong mengatakan, ada lima ribu anggota Jamaah Islamiyah (JI) tersebar di negara-negara Asia Tenggara. Goh mengungkap hasil penyelidikan pemerintahnya terhadap JI di Singapura, dan menyimpulkan, organisasi ini memiliki beberapa operator. “Singapura yakin, operator-operator JI ada di Indonesia,” kata Amien usai pertemuan. Menurut Goh, JI adalah jaringan Al-Qaidah di Asia Tenggara, dan merupakan jaringan teroris yang tersebar dalam bentuk sel di kawasan sangat luas. “Walau sebagian tertangkap di Singapura dan Indonesia, mereka terlalu banyak,” kata Goh.

Awal 2001, Singapura menangkap sejumlah orang yang diduga merencanakan peledakan bom ke perwakilan Amerika Serikat dan Inggris di Singapura. Mereka, kata Goh, mengaku anggota JI pimpinan Abu Bakar Ba’asyir, Amir Majelis Mujahidin Indonesia.

Pada 24 Desember 2002, ideolog JI, Abdul Wahid Kadungga, ditangkap Kepolisian Resor Balikpapan. Dirinya ditangkap di Bandara Temindung, Balikpapan, Kalimantan Timur, setelah turun pesawat Merpati dari Tarakan. Kadungga adalah menantu pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia Sulawesi Selatan Kahar Muzakkar. Ia keluar dari Indonesia sekitar akhir 1960 dan belajar di Koln, Jerman. Ia ikut mendirikan dan menjadi ketua umum pertama Persatuan Pemuda Muslim Se-Eropa (PPME), pada 1971.

Berdasarkan permintaan kepolisian Singapura, 2 Februari 2003, polisi Indonesia menangkap seorang ketua JI berkewarganegaraan Singapura di Tanjung Pinang, Riau. Tokoh JI itu adalah Mas Slamet Bin Kastari yang selama ini menjadi buron interpol. Ketika ditangkap, Slamet sedang bersama anak dan istrinya. Slamet masuk daftar merah (red notice) interpol karena diduga terlibat dalam perencanaan pembajakan pesawat dari Bangkok, Thailand ke Singapura. Pada 8 Februari 2003, Mas Slamet bin Kastari alias Edi Hariyanto (41), dipindahkan dari tahanan Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Tanjung Pinang ke Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau Pekanbaru.

Ditemukannya beberapa dokumen, seperti buku-buku berjudul Pedoman Umum Perjuangan Jemaah Islamiyah, Pembentukan Sikap Dasar Jemaah Islamiyah, Laporan PTA Yamuq Dauru I yang berisi tentang latihan fisik kemiliteran seperti menembak sasaran dengan hasil-hasilnya, Cara Membuat Bom, Islamic Military of Jemaah Islamiyah, serta 16 buku kemiliteran, peta, dan topografi gambar-gambar senjata api ukuran kertas koran, serta tertangkapnya beberapa pentolan teror, diketahui adanya kelompok-kelompok dalam Jaringan Islamiyah (JI).

Pekanbaru dan Medan
Tokoh di Pekanbaru adalah Datok Raja Ame, Ketua Wakalah Pekanbaru yang ditangkap pada 20 Mei 2003. Di Medan, Tokohnya adalah Abu Hanifah, Ketua Wakalah Sumatera Utara (buron). Aksi mereka adalah:
– Peledakan bom di 15 lokasi di Pekanbaru an Medan pada Malam Natal 2000
– Penembakan sopir pendeta, Chaleb Situmorang
– Bersama dengan kelompok Tony Togar, merampok money-changer di Dumai (2002) dan nasabah bank Lippo (6 Mei 2003).

Anggota kelompok lain yang ditangkap adalah mantan Kapten Yasid Safaat (di Malaysia). Sementara itu, yang ditangkap di Pekanbaru dan Medan adalah Indra Warman alias Tomy Togar (33 tahun), Fadli Sadama alias Acin (21), Purwadi alias Sony (33), Ramli alias Tono alias Regar (30), Syahrudin Harahap alias Aan alias Ramses alias Chandra (30), Tatang alias Aryo alias Jono (24), Ramli alias Gogon alias Agus (30), Mustafa alias Hendra (30), Bima Ary Surjanto alias Karyo (32) dan Imbalo Hasibuan (30).
Tokoh di Batam merangkap Banten adalah Imam Samudra (terpidana vonis mati), di Bengkulu dan Padang adalah Asmar Latin Sani (tewas dalam ledakan di Hotel JW Marriott), di Bandung adalah Fatih alias Jabir (tewas dalam ledakan di Antapani, Bandung), di Semarang adalah Mustofa (tertangkap) dan di Palu, Sulawesi adalah Chairuddin alias Moh.Nasir Abbas (tertangkap).

Bengkulu dan Padang
Tikohnya adalah Mohamad Rais (tertangkap) dan Asmar Latin Sani (tewas). Aksi mereka adalah peledakan bom di Hotel JW Marriott yang menelan sepuluh korban jiwa dan ratusan lainnya terluka. Kelompok Padang dan Bengkulu sebelumnya merupakan sel tidur yang belakangan diaktifkan oleh Dr. Azahari, Nurdin M. Top dan Dulmatin.

Batam
Tokohnya adalah Imam Samudra alias Kudama, Heri Hafidin (buron), Basuki, Fajar bin Mashudi dan Hasan bin Abbas (tertangkap). Imam Samudra adalah Komandan Tim Peledakan Bom Bali, dan merupakan tokoh penting JI serta kawan dekat Hambali. Sementara itu, Haeri Hafidin adalah perekrut anggota baru. Aksi kelompok ini adalah peledakan empat gereja di Batam (Gereja Pantekosta Pelita, Gereja GKPS Sei Panas, Gereja Bethany May Mart dan Gereja Beato Damian) yang melukai 23 orang. Kelompok ini kemudian kocar-kacir.

Serang, Banten
Tokoh di Serang, Banten ini adalah Abdul Azis alias Imam Samudra. Sebelum ditangkap pada 11 November 2002, dirinya merupakan tokoh misterius dan namanya selalu disebut-sebut dalam berbagai aksi ledakan bom. Aksinya adalah:
– Perampokan toko mas Elita, Serang
– Peledakan bom Legian Kuta, Bali (12 Oktober 2002)
– Pelatihan militer di Saketi, Pandeglang
Anggota kelompok yang ditangkap di Serang adalah Abdul Rauf, Andri Octavia, Andi Hidayat dan Junaedi. Diduga, masih banyak tokoh dalam kelompok ini yang belum ditangkap.

Jakarta
Tokohnya adalah Abdul Jabar dan Asep alias Darwin. Arwin pernah aktif di Gerakan Pemuda Islam, organisasi yang pernah mengirim relawan jihad ke Afganistan. Abdul Jabar adalah anak Ahmad Kandai, pelaku penggranatan Presiden Sukarno di Cikini (1957). Ia menyerah kepada polisi Dompu, Nusa Tenggara Barat (17 Januari 2003). Bersama dengan Amrozi (kelompok Lamongan) dan Fathur Rohman Al-Ghozi (Filipina), melakukan aksi peledakan rumah Duta Besar Filipina untuk Indonesia di Jakarta (Agustus 2000) dan Malam Natal 2000. Anggota lain yang ditangkap adalah Amrozi bin Nurhasyim dan Farihin. Kelompok ini masih aktif karena masih ada yang belum tertangkap, seperti Asep alias Darwin alias Abdullah.

Bandung
Hambali dan Fatih alias Jabir adalah tokoh kelompok ini. Hambali adalah Sekretaris Jenderal Organisasi Jihad se Asia Tenggara dan Koordinator peledakan bom Malam Natal 2000 di 34 lokasi di Indonesia. Pemuda asal Cianjur, Jawa Barat ini ditangkap polisi Thailand dan dinas intelijen Amerika Serikat, CIA. Sementara itu, Jabir adalah kawan dekatnya selama di Malaysia an Afganistan. Aksi kelompok ini adalah peledakan Malam Natal 2000 di Bandung, Sukabumi, Pangandaran dan Ciamis. Anggota kelompok ini yang ditangkap di Jawa Barat adalah H. Aceng, Roni Miliar dan Dedi Mulyadi.

Semarang
Tokoh kelompok ini adalah Mustofa (tertangkap). Mustofa adalah Komandan Detasemen Markas JI di Semarang dan pemilik tempat perakitan bom di Jalan Taman Sri Rejeki. Ia juga mantan Ketua Wakalah III wilayah Sulawesi. Posisinya kemudian digantikan Muchlas alias Ali Gusfron dan Chairuddin alias Moh. Nazir Abbas. Aksi kelompok ini adalah perakitan bom di perumahan Sri Rejeki, Semarang. Anggota yang ditangkap adalah Mahmudi, Heri.S, Joko dan Siswanto. Kemudian, kelompok ini kocar-kacir.

Solo
Sebagai tokoh kelompok ini, Hernianto (tertangkap) termasuk orang dekat Panglima Askary Zulkarnaen Daud. Hernianto pernah membantu Daud berjualan kue roti di Tanjung Pinang, Riau. Aksi kelompok ini adalah membantu peledakan bom Bali. Anggota yang ditangkap adalah Mahmuri, Najib alias Muhnawawi, Saeful alias Bambang Setiono alias Suroso, Abdul Hamid dan Ahmad Budi Wibowo. Kelompok ini lemah karena sebagian besar tokohnya tertangkap.

Lamongan, Jawa Timur
Tokohnya adalah Amrozi dan Ali Gufron alias Muchlas yang merupakan kakak beradik kelahiran Selokuro, Lamongan, Jawa Timur. Muchlas adalah guru pada Pondok Pesantren Lukmanul Hakim, Johor Baru, Malaysia. Ia pindah ke Thailand, kemudian kembali ke Indonesia setelah dikejar-kejar pemerintah Malaysia. Bekerja sama dengan Hambali dan Dulmatin, mereka meledakkan gereja di Mojokerto, Jawa Timur pada Malam Natal 2000. Kemudian, bersama dengan kelompok dari beberapa kota, mereka juga meledakkan bom di Bali. Muchlas sendiri ditangkap pada 3 Desember 2002. Dua bersaudara ini kemudian dihukum mati oleh PN Denpasar, Bali. Anggota yang ditangkap adalah Ali Imron alias Ale, Sumarno, Nurmindah dan Qomar. Tertangkapnya para tokoh, membuat kelompok ini juga kemudian lemah.

Palu, Sulawesi Tenggara
Chairuddin alias Mohamad Nasir Abbas (tertangkap) -kakak ipar Muchlas alias Ali Gufron- yang merupakan warga negara Malaysia, adalah tokoh kelompok ini. Dia menjadi Ketua Mantiqi III untuk wilayah Sulawesi. Aksinya adalah beberapa ledakan bom di Palu dan relawan jihad ke Poso dan Ambon. Anggota kelompok yang ditangkap berjumlah 12 orang, termasuk Aang Hasanuddin, Nizam Kaleb dan Fajri. Kelompok ini juga kemudian lemah dan tercerai-berai.

Makassar
Tokohnya adalah Agus Dwikarna (ditangkap di Filipina) dan Agus Salim alias Syawal Yasin (buron). Agus Dwikarna adalah Panglima Laskar Jundullah di Makassar. Dia sekarang mendekam di penjara Manila lantaran dituduh menyelundupkan bahan peledak. Syawal Yasin adalah menantu Abdullah Sungkar, tokoh yang disebut pernah menjadi Amir Jamaah Islamiyah. Aksi kelompok ini adalah peledakan restoran McDonald‘s dan showroom Haji Kala, Makassar, pada Malam Takbiran 2002.
Anggota kelompok yang ditangkap di Sulawesi adalah Suryadi Mas‘ud, Muhtar Daeng Labase, Khaerul Lukman bin Husein, Muhammad Tang, Usman Nuraffan, Kaharuddin Mustafa dan Syaifullah alias Imam Nawawi. Kelompok ini masih dianggap berbahaya, lantaran dua otak pemboman, Agung Hamid dan Hisbullah Rasyid, masih buron.

Hambali
Sekretaris Jenderal Rabitatul Mujahidin (simpul kelompok jihad Asia Tenggara) ini tertangkap di Malaysia.

Zulkarnaen Daud
Panglima Askary (tentara) ini tertangkap di Tanjung Pinang, Riau Kepulauan. Anggotanya terdiri dari kelompok jihad di: Malaysia (Ali Gufron, tertangkap), Singapura (Mas Slamet Kastari, tertangkap), Thailand, Filipina dan Indonesia.

Rentetan dugaan bom jaringan Jamaah Islamiyah (2000-2003)
– 28 Mei 2000: Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI), Gereja HKBP dan Gereja Katolik Kristus Raja, Medan
– 29 Mei 2000: Rumah makan Miramar di Jalan Pemuda, Medan
– 22 Juli 2000: Gereja HKBP Jatiwaringin, Jakarta
– 1 Agustus 2000: Kediaman Duta Besar Filipina di Jalan Imam Bonjol, Jakarta
– 20 Agustus 2000: Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII), Medan
– 27 Agustus 2000: Jalan Bahagia dan kediaman Pendeta J. Sitorus dan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Medan
– 14 Oktober 2000: Perusahaan tambang emas New Mount
– 12 November 2000: Gedung ISTP Darma Agung, Medan
– 24 Desember 2000: Gereja Katolik Beato Damian, Bengkong, Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), * Sungai Panas, Gereja Bethany lantai II Gedung My Mart Batam Center, Gereja Pantekosta di Indonesia Pelita di Jalan Teuku Umar, Batam, Riau.
* Gereja HKBP Pekanbaru di Jalan Hang Tuah dan Gereja di Jalan Sidomulyo, Pekanbaru, Riau.
* Gereja Katedral, Sekolah Kanisius Menteng Raya, Gereja Matraman, Gereja Koinonia Jatinegara, Gereja Oikumene Halim, Jakarta.
* Pertokoan Cicadas, Bandung, Jalan Terusan Jakarta 43, Bandung, Gereja Pantekosta Sidang Kristus di Jalan Masjid 20, Alun-alun Utara, Sukabumi, Gereja di Jalan Otto Iskandardinata, Sukabumi, Pangandaran, Ciamis.
* Gereja Allah Baik di Jalan Tjokroaminoto, Gereja Santo Yosef di Jalan Pemuda, Gereja Bethany dan Gereja Ebenezer di Jalan Kartini, Mojokerto, Jawa Timur.
* Gereja Protestan Indonesia Barat Imanuel di Jalan Bung Karno, Gereja Betlehem Pantekosta Pusat Surabaya (GBPPS) dan Pekuburan Kristen Kapitan Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat.
– 25 Desember 2000: Rumah Pendeta El Imanson, Medan
– Agustus 2001: Atrium Plaza Senen, Jakarta
– 26 Desember 2000: Gereja Santo Yohanes Evangelista di Jalan Sunan Muria 6
– 30 Desember 2000: Metro Manila, Filipina
– 9 November 2001: Gereja Petra, Jakarta
– Desember 2001: Gereja di Pengkalan Kerinci, Pelalawan
– 22 Juli 2002: Gereja Santa Anna, Jakarta
– 12 Oktober 2002: Sari Club dan Paddy’s Café, Kuta, Bali
– 5 Agustus 2003: Hotel JW Marriott, Jakarta

Levi Silalahi, TNR, Berbagai Sumber  – TEMPO (19 April 2004)

4 Comments

  1. Andaikan Kamu berani dan berangkat ke Palestina untuk mendukung perjuangan melawan Israel dalam peperangan , aq dukung men. tapi kalo berani nya main bom di indonesia yan g bukan tempat peperangan, sifat Kamu itu BANCI.

  2. go to hell you have the same name of terorist.
    Amin. aq muslim indonesia yang gak suka dengan cara cara kamu yang awalnya mengaji biasa tauhid . tapi lama lama dilatih pernafasan + latihan fisik sehingga pikiranmu kosong seolah olah hanya Alif. padahal setan yang masuk ke otakmu.
    wherever you are . yang namanya sama dengan teroris, Allah SWT Insya Allah gak meridhoi Kamu men.

  3. Namaku seperti Mujahid Allah AMROZI.

    Aku salut kepada keberania pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia yang orang-orangnya mengaku beragama Islam namun ternyata mereka adalah para penentang Allah yang sangat pemberani (nekad), meraka berani bermain-main di tepi jurang Neraka.

    Pemerintah Indonesia bersahabat dengan Yahudi, Nasoro, Israel dan Amerika. Allah berfirman di dalam Al-Quran: Bahwa Yahudi dan Nasoro itu sampai kapan pun takkan senang melihat kalian (orang-orang yang taat kepada Islam), sehingga kalian mengikuti / patuh kepada milah (agama / kelompok / kemauan) mereka.

    Rupanya Bapak-bapak Haji yang duduk di pemerintahan Indonesia ini terlalu sibuk sehingga tak sempat mengaji saking sibuknya dengan urusan duniawi. – Kata orang Jawa urusan dunia itu meliputi tahta (jabatan), harta (duit, perumahan, pakaian dll) dan wanita (hawa nafsu, syahwat).

    Kepada saudara-saudaraku kaum Muslimin wal Muslimat, mari kita sempatkan untuk mengaji. Belajar dari Qur’an dan Hadits, untuk bekal menghadap Allah di akhirat nanti.

    Semoga Allah memberikan hidayahNYA kepada orang-orang yang mau kembali kepada jalanNYA yang lurus.

  4. Namaku sama dengan Kudama alias Imam Samudra. Aku berharap pemerintah Indonesia di masa-masa datang, terutama setelah pemilu 2009, jangan lagi bekerjasama dengan Amerika, Yahudi, Israel, orang-orang kafir dan orang-orang kafir yang mengaku Islam: Stop perbuatan kalian mengejar-ngejar para mujahid Allah !

    Sebagai seorang Muslim Indonesia, aku, melihat bukti-bukti yang sangat banyak kebencian pemerintah Indonesia (sejak berdirinya negeri ini) terhadap orang-orang Islam. Jadi yang didiskriminasi di Indonesia sebetulnya bukanlah orang-orang Tionghoa, melainkan Pribumu Indonesia yang beragama Islam dan setia kepada agama Allah: Islam.

    Banyak contoh kasus dapat aku kemukankan di sini (dan banyak lagi contoh kasus yang tak dapat aku sebutkan saking banyaknya). Misalnya saja:

    Pada zaman Soekarno: Soekarno telah menangkapi para mujahia Allah seperti Karto Suwiryo, Kahar Muzakar dll. Mereka bukan saja ditangkap dan dibunuh secara semena-mena oleh pemerintah Indonesia, melainkan mereka pun difitnah sebagai penjahat. Soekarno yang dirinya mengaku beragama Islam, namun mempunyai kebencian yang luar biasa terhadap Islam. Soekarno ingin berkuasa sampai seumur hidup. Semabai seorang muslim dia lebih mementingkan PKI daripada Islam.

    Pada zaman Bapak Haji Muhammad Soeharto (Rezim Pak Haji Muhammad Soeharto) orang-orang Islam pun mengalami penganiayaan yang teramat sangat, pembantaian dalam junmal yang cukuk signifikan. Contoh kasus: Pembantaian terhadap orang-orang yang sedang mengaji di salah satu masjid di Tanjung Priuk, Jakarta; Pembantaian terhadap jamaah pengajian Ustadz Warsidi di Lampung. Dan Lain-lain.

    Pada zaman rezin Paska Bapak Haji Muhammad Soeharto, misalnya saja pada rezim Bapak DR Haji SBY: SBY telah membantai Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas atas suruhan Amerika menggunakan UU Anti-Teroris; Menembak dan menangkap Abu Dujana seorang Pengrajin Muslim yang cukup taat kepada Islam. Menangkap Habib Rizik (ketua FPI) dan Munarman (ketua Laskar Islam) karena berselisih dengan AKBB sebagai kaki tangan Yahudi, Nasoro dan Amerika. Sebagai seorang Muslim Bapak Haji SBY telah menolak tawaran Allah untuk masuk ke dalam SurgaNYA. Allah menyeru: “Masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKU (Jamaah Islamiyah) dengan ridho dan diridhio oleh Allah.” Namun Bapak Haji SBY telah menolak ajakan baik dari Allah itu, dan Bapak Haji ini lebih memilih berjamaah dengan kaum Pluralis calon penghuni neraka. Rupanya Bapak Haji yang satu ini tak pernah mengaji saking sibuknya berjuang demi duniawi, demi jabatan sebagai orang nomor satu di republik berpenduduk mayoritas orang-orang Muslim yang mudah ditipu olah orang-orang kafir.

    Aku berharap: pemerintah Indonesia hasil pemilu 2009 mau insyaf, mau bertaubat kepada Allah. Jangan membunuhi lagi paramujahid Allah. Karena paramujahid Allah adalah hamba-hamba Allah yang sangat setia kepada Allah. Kalau mereka dibunuhi, pasti Allah akan memberi pembalasan berupa laknat kepada orang-orang yang membunuhn, membantai ataupun memfitnahinya.

    Aku pun berharap juga, agar pemerintah Indonesia ini melakukan pertaubatan dengan benar (taubatan nasuha). Jadi harus berbalik, membunuhi orang-orang yang telah terlibat dalam pembunuhan terhadap paramujahid Allah, agar Allah memberikan ampunanNYA.

    Semoga Allah memberikan rahmat dan ampunanNYA kepada orang-orang yang berserah diri.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kepergian Mar'ie Muhammad kehilangan bagi Indonesia
      Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyebut almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, sebagai sosok yang bersih dan jujur semasa menjabat. "Kita kehilangan sosok yang dahulu pada saat menjabat sebagai menteri keuangan ...
    • Hampir semua korban bom Istanbul adalah polisi
      Dua bom meledak di luar stadion sepakbola di Istanbul, Turki, pada Sabtu malam waktu setempat, menyebabkan 29 orang tewas, yang terdiri atas 27 polisi dan dua warga sipil.Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan ledakan ...
    • Sejumlah tokoh melayat ke kediaman Mar'ie Muhammad
      Sejumlah tokoh mendatangi kediaman almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, di Jalan Taman Brawijaya III Nomor 139, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu. Di antara mereka adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: