Bersama ’Sang Batu’ ke Gedung Putih

Ibu negara lulusan Harvard Law School, protektif, keras hati, dan tak suka disorot.

Semuanya bermula di sebuah musim panas di Chicago, 1988.  Michelle LaVaughn Robinson, saat itu berusia 24 tahun, adalah seorang pengacara muda lulusan Harvard Law School yang tengah bekerja di kantor pengacara Sidley Austin, Chicago. Sedangkan Barack Hussein Obama, 27 tahun, lulusan Harvard yang baru saja akan mengisi musim panas itu dengan magang di bawah supervisi Michelle yang tampak cantik dan bersinar. ”Orang sekantor menganggap kami sama-sama dari Harvard, dan mereka mulai menyelenggarakan intrik romansa… kami dipasang-pasangkan,” kata Michelle, tertawa, mengenang. Sesudah sebulan bekerja sama, Barack muda tak tahan untuk tak mengajak Michelle berkencan.

”Waktu itu saya merasa, no way, norak sekali!” Michelle merasa roman di tengah suasana kerja akan sangat mengganggu. Tapi Barack tidak putus asa. Dia mengejar terus tanpa henti. Michelle menyerah. Mereka makan malam bersama. Kencan resmi mereka berdua ditandai dengan menyaksikan film garapan Spike Lee, Do the Right Thing, sebuah film kontroversial tentang perbedaan ras.

Dan Michelle jatuh cinta pada Obama. Setelah dua tahun pacaran, Obama tidak banyak cincong. Barack mengajak Michelle ke sebuah restoran. ”Waiter membawa dessert dan sebuah nampan berisi cincin…,” kata Michelle. ”Saya syok.” Lamaran diterima. Mereka menikah di Trinity United Church of Christ, 18 Oktober 1992.

Lahir di Chicago, 17 Januari 1964, Michelle adalah anak bungsu dari Frasier Robinson dan Marian. Bersama abangnya, Craig—yang hanya lebih tua 16 bulan darinya—Michelle selalu terdorong untuk lebih maju daripada kawan-kawan sekelasnya. ”Kami selalu didorong untuk menjadi murid yang terbaik, bukan ala kadarnya,” kata Craig. ”Kami selalu ingin masuk sekolah yang bagus.” Tak aneh, mereka berdua sudah lancar membaca pada usia empat tahun, dan keduanya dipersilakan loncat kelas ketika duduk di kelas II sekolah dasar. Saat di kelas IV SD, Michelle dimasukkan ke kelas anak-anak berbakat.

Pada 1981, Michelle lulus dari SMA Whitney Magnet, meneruskan pendidikan ke Princeton University, lalu berhasil lulus cum laude dan meraih gelar sarjana sosiologi. Michelle kemudian meneruskan bidang studi hukum di Harvard Law School.

Selama menjadi mahasiswa, Michelle gemar berbicara lantang. Ibunya—Marian Robinson—punya satu kenangan. Satu hari, Craig menelepon ke rumah mengabarkan sang adik bikin masalah di kampus. ”Ia bilang di depan para dosen, pelajaran bahasa Prancis di Princeton payah karena tak membantu orang lancar berbicara,” kata Marian menirukan ucapan Craig. Marian, yang kaget menerima kabar itu, buru-buru menjawab, ”Kalau ada yang tanya, bilang kamu enggak kenal dia.”

Sejauh ini, publik dunia tak pernah mendengar skandal apa pun dari pasangan santun ini. Michelle mengakui daya tarik utama Barack adalah sikap terbukanya terhadap perubahan. ”Agaknya itu dibentuk dari dalam keluarganya yang beragam dan masa kecilnya yang penuh warna,” kata Michelle suatu kali.

Keduanya kemudian saling mengisi. Obama menemukan rasa aman dan keseimbangan yang hilang dalam dirinya karena masa kecilnya yang berpindah-pindah dan orang tuanya bercerai. Sedangkan Michelle menemukan kemandirian, sikap modern, dan terbuka dalam diri Barack.

Ketika nama Barack Obama mulai jadi sorotan pada 2006, kehidupan Michelle ikut menjadi santapan publik. Saat Obama resmi menjadi calon presiden dari Demokrat, orang kemudian menyandingkan namanya dengan Hillary Clinton—karena sama-sama cerdas dan punya profesi sebagai pengacara—dan dengan Jackie Kennedy karena kehangatan dan penampilannya yang memikat hati.

Padahal, jauh dalam dirinya, perempuan 44 tahun ini sama sekali tak menikmati sorotan terhadapnya. Itu tampak pada sikapnya ketika memperkenalkan diri, bahkan ketika Obama memutuskan hidupnya diserahkan untuk rakyat Amerika. ”Saya ibu dari Sasha dan Malia, dan istri dari Barack Hussein Obama, Jr., senator Illinois,” katanya setiap kali memperkenalkan diri.

Sikap tak ingin disorot itu kemudian berkembang menjadi protektif ketika jalan Obama menuju kursi kepresidenan kian mulus. Dalam wawancara dengan beragam media, Michelle berterus terang bahwa ia sangat khawatir terhadap kehidupan keluarganya—terutama keamanan Obama. Ia juga menyadari betapa ia harus membagi jadwal kampanye Obama ke berbagai negara bagian, sementara ia masih harus memperhatikan dua putrinya. ”Saya kemudian membuat jadwal: hari-hari saya di gelanggang kampanye dan hari-hari di rumah untuk anak-anak.”

Karena sikap tak ingin menonjol itu pula Michelle tampak amat gusar ketika wartawan bertanya mengenai perannya dalam kehidupan politik Obama. ”Saya istri dan sahabatnya, bukan penasihat politiknya.”

Tapi sikap keras hati sang istrilah—yang mirip batu—yang membuat Obama kagum. Dalam satu kalimat pidato di malam kemenangannya, Obama menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Michelle, ”sang batu dalam keluarga kami”. Bersama ”sang batu” itu kini Obama melangkah ke Gedung Putih.

Angela Dewi (AFP, AP, CNN, Newsweek, Thenewyorker) -Majalah TEMPO

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: