Wajah Indonesia di Tim Demokrat

indo-demokrat“I would never voted for Obama!” Makian itu melengking dari dalam rumah. Braaak… pintu dibanting. Dewita Soeharjono, juru kampanye yang baru sampai di teras rumah itu, terenyak kaget.

Penghuninya, pria 60-an tahun, rupanya sudah melihat dari jauh kaus dan atribut bergambar Obama yang dikenakan Dewita. Ini juga bukan untuk pertama kalinya Dewita ”dihadiahi” bantingan pintu atau ditolak orang di telepon.

”Tugas saya membujuk mereka,” katanya. Perempuan yang sudah 20 tahun bermukim di Amerika Serikat itu sejak awal tahun ini bergabung dengan Virginia Women for Obama. Tugasnya, ya itu tadi, meyakinkan orang untuk mencoblos Obama.

Ini bukan tugas enteng. Soalnya, berbeda dengan negara bagian lain di Amerika, Virginia tak punya daftar penduduk yang dilengkapi afiliasi politiknya. Apalagi, sejak 1964, wilayah Virginia belum pernah dimenangkan oleh Partai Demokrat.

Berbekal buku telepon, Dewita bersama timnya mengontak satu demi satu warga. Kemudian melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, istilahnya ”canvassing”.

Juru kampanye akan bertanya kepada pemilik rumah, siapa ”jago”-nya dalam pemilihan presiden. Jika orang itu menyatakan belum memutuskan, Dewita segera beraksi: ”Saya akan membujuk mereka supaya mendukung Obama.”

Kampanye ini tentu menyita waktu dan tenaga. Apalagi Dewita juga tercatat sebagai anggota Small Biz for Obama dan Asian Americans for Obama.

Dia juga sangat sibuk dengan pekerjaannya di bidang properti dan mengelola blog tentang real estate serta bisnis hijau di Washington, DC. ”Pintar-pintar mengatur waktu saja,” kata perempuan yang pernah mengajar di Cornell University, Itacha, New York, ini.

Mengantongi paspor Amerika sejak 2002, Dewita aktif berpolitik di negara barunya itu. Ia pernah menjadi anggota Arlington County Democratic Committee dan bergabung dalam tim kampanye calon presiden Howard Dean pada 2004. Kala itu ia malah menjadi salah satu pemimpin kampanye Dean di Virginia.

Berada di tim Obama, menurut Dewita, amat menyenangkan. Tim ini penuh warna. Ada banyak wajah non-Amerika, seperti Jepang, Korea, atau Cina. ”Senang banget,” katanya. Dewita bangga bisa dua kali bertemu dengan Obama dan adiknya, Maya Soetoro, saat berkampanye. ”Up, close and personal,” katanya.

Ketertarikan pada Obama, menurut dia, bukan karena ”ikatan” dengan Indonesia. Lulusan teknik industri dari Mapua Institute of Technology, Filipina, ini menilai pidato sang calon presiden sejak awal membawa sesuatu yang berbeda. ”Dia bilang no blue state (Demokrat), no red state (Republik), but only United States. Saya suka itu.”

Keponakan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti—mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat—ini bukan satu-satunya orang Indonesia dalam tim kampanye Obama. Sejumlah orang Indonesia ada di sana, meskipun perannya tidak sepenting Dewita. Salah satunya Fitha Dahana-Ellis, 34 tahun, yang sudah sepuluh tahun tinggal di Hawaii.

Peranan Fitha, alumnus Universitas Indonesia, memang tak besar. Dia cukup melengkapi kostum dengan atribut Obama, memegang spanduk atau poster, dan melambai kepada hadirin selama kampanye. Meski hanya ”figuran”, Fitha merasa senang. ”Bisa mewakili orang Indonesia yang mendedikasikan diri untuk kemenangan Obama,” katanya.

Istri tentara Amerika ini sejak awal kepincut sosok Obama, yang dianggapnya mewakili warga dunia. Selain itu, karena suaminya saat ini bertugas di Irak, Fitha berharap banyak dari Obama, yang menjanjikan penarikan mundur tentara Amerika dari Negeri 1.001 Malam yang sudah berkeping-keping itu.

Andari Karina Anom – Majalah TEMPO

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Aparat gabungan sita bambu runcing dan bom molotov di Kediri
      Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kediri Kota dan TNI merazia kawasan bekas lokalisasi Semampir di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dan menyita sejumlah barang seperti bambu runcing serta bom molotov."Kami sudah ...
    • Persipura tanpa Bio dan Ricardinho hadapi Gresik United
      Tim Persipura Jayapura tanpa Bio Paulin Pierre dan Ricardinho da Silva saat melawan tuan rumah Gresik United dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/12). ...
    • Pencarian korban pesawat Polri libatkan 19 kapal
      Polri mengerahkan 19 kapal dan tiga pesawat untuk mencari korban pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) di perairan Kabupaten Lingga, Kepri. "Sembilan belas kapal dan tiga unsur udara dikerahkan pada ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: