PM Malaysia: Siapa Orang Politik yang Tak Kena Serang…

Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi, Perdana Menteri Malaysia, akhirnya menyatakan akan mundur dan menyerahkan jabatan perdana menteri dan Ketua Partai UMNO sekaligus Barisan Nasional kepada Deputi Perdana Menteri Najib Razak pada Maret 2009. Pemerintah ”Pak Lah”—begitu Badawi akrab disapa—menerima tekanan berat berbagai kelompok setelah pilihan raya (pemilihan umum) Maret lalu.

Perolehan kursi Barisan Nasional—koalisi sejumlah partai pendukung pemerintah—di Dewan Rakyat (DPR) turun dari 199 pada Pemilu 2004 menjadi hanya 140. Pemerintah didesak menurunkan harga minyak, walaupun sudah tiga kali melakukannya. Bekas perdana menteri Mahathir Mohamad secara terbuka berkali-kali menyatakan risau akan kepemimpinan Badawi. Bahkan Mukhriz Mahathir, putra Mahathir yang sekarang duduk sebagai anggota Dewan Rakyat, menulis surat meminta Badawi mundur.

Sejarah Malaysia memang ditandai pergantian ”di tengah jalan”. Perdana menteri pertama, Tunku Abdul Rahman Putra, memimpin Malaysia selama 13 tahun sejak merdeka pada 1957. Pada 1970 ia mundur dan digantikan Deputi Perdana Menteri Tun Abdul Razak. Ayahanda Deputi Perdana Menteri Malaysia sekarang, Datuk Najib Razak, itu wafat pada 1976 dan digantikan oleh Tun Hussein Onn, yang ketika itu deputi perdana menteri.

Perdana menteri ketiga Malaysia itu mengundurkan diri pada 1981 karena alasan kesehatan. Penggantinya juga deputi, yakni Tun Dr Mahathir Mohamad, yang berkuasa hingga 2003 dan merupakan Perdana Menteri Malaysia dengan masa jabatan terpanjang. Mahathir ”menyisakan” satu tahun masa jabatannya sebelum mundur dan menyerahkan ”tongkat estafet” kepada Deputi Perdana Menteri Abdullah Badawi.

Di awal masa kedua pemerintahannya, Pak Lah juga akan menyerahkan jabatan kepada deputinya, Najib Razak, di tengah kritik tajam berbagai pihak. Toh, Pak Lah tak kehilangan rasa humor. Ketika kopi yang disuguhkan kepada Tempo tak penuh secangkir, Abdullah Badawi berkata kepada perempuan penyuguh kopi kantor perdana menteri, ”Tambah lagi, kenapa sedikit sekali?” Dijawab, ”Takut melimpah kopinya.” Perdana Menteri menukas, ”Tambah gula saja, gula kita melimpah….”

Ditanya soal dampak krisis finansial dari Amerika, ia juga menjawab dengan melempar joke. ”Orang selalu bilang dampaknya luar biasa. Dulu (1997) disebut luar biasa, sekarang dikata luar biasa, lalu mana yang tak luar biasa?”

Selama 40 menit, Kamis dua pekan lalu, di Menara Parlimen di Jalan Parlimen, di jantung Kuala Lumpur, Pak Lah, yang disebut pers asing sebagai ”Mr Nice Guy”, menerima Toriq Hadad dari Tempo. Ramah, santai, dan bersahaja, kesukaannya pada ”kopi kampung” tak berubah. Dalam perjalanan pulang ke rumah, menurut sekretarisnya, ia masih suka mampir membeli rujak Bellamy di satu pojok dekat Menara Parlimen.

Malaysia pekan ini menunda pembelian helikopter senilai 1,6 miliar ringgit (sekitar Rp 5,1 triliun). Apa lagi yang dilakukan untuk menanggulangi krisis finansial dari Amerika ini?

Semua proyek yang berjalan sekarang prioritasnya pada penambahan keupayaan rakyat untuk membeli, juga yang secara langsung menambah lapangan kerja dan pendapatan rakyat. Pembelian helikopter ini juga ada hubungannya dengan rakyat, tapi tidak secara langsung.

Amerika sedang menarik dolarnya. Apa yang dilakukan Malaysia untuk menjaga nilai tukar ringgit?

Ketergantungan kami kepada dolar Amerika tidak lagi besar. Kami merancang perdagangan kami dengan beberapa mata uang. Dulu pembelian minyak yang banyak memakai dolar Amerika, sekarang kami memakai satu basket mata uang beberapa negara.

Ringgit dulu pernah dipatok nilainya terhadap dolar Amerika. Apakah sekarang tak perlu dilakukan kembali?

Tak perlu. Biarlah ringgit Malaysia mencari kedudukannya sendiri di pasar, mencari nilainya sendiri. Ternyata nilainya tidak naik-turun tajam. Kami tidak ingin menerapkan currency policy yang membuat ringgit terlalu volatile (rapuh) nilainya di pasar.

Apakah Malaysia memikirkan pengurangan tenaga kerja dalam krisis ini?

Tidak. Kami belum lagi memikirkan mengecilkan bilangan tenaga kerja. Tidak memikirkan retrenchment yang bisa membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Bahkan waktu ini kami tidak berpikir dalam keadaan resesi.

Artinya, tenaga kerja Indonesia aman (bekerja di Malaysia)?

Ya, alhamdulillah. Tapi aman ini juga bergantung pada situasi ekonomi juga.

Pada Maret mendatang Anda akan menyerahkan jabatan perdana menteri (dan Ketua UMNO) kepada Deputi Perdana Menteri Najib Razak. Apa sebenarnya yang terjadi?

(Tertawa) Dari Indonesia, Anda yang pertama mendengar langsung dari saya. Sebenarnya saya sudah membuat penetapan pada diri sendiri, yaitu saya tidak akan lagi memimpin Partai UMNO ataupun Barisan Nasional menghadapi pemilu yang akan datang. Yang kedua, saya sudah nampak orang yang akan mengganti. Saya bukan pergi dalam keadaan orang tak tahu siapa pengganti saya. Saya kenal dia yang akan mengganti saya.

Kenapa Maret tahun depan?

Tadinya saya merencanakan pada 2010. Tapi, mengingat apa yang saya rancang soal reform bidang judicial, pembuatan undang-undang yang mengatur agency-agency (komisi) di luar kekuasaan—seperti (komisi) antikorupsi dan kepolisian—berjalan baik dan mendapat sokongan, saya kira percepatan tak akan jadi masalah. Buat apa lagi menunggu?

Apa hasil reform yang terlihat?

Ada beberapa perubahan, dan rakyat melihat itu.

Misalnya?

Reform di kepolisian. Lalu badan pencegah rasuah yang sekarang ini anggotanya lebih ramai (banyak) daripada dulu. Kami perkenalkan audit forensik. Kami juga buat standar macam-macam aturan. Misalnya, sekiranya pihak kepolisian terlibat rasuah, tak boleh ada anggota kepolisian yang melakukan investigasi.

Melaksanakan reform ini dulu menjadi tugas khusus Menteri Kehakiman Zahid Ibrahim yang kemudian mengundurkan diri. Bagaimana kelanjutan reform itu?

Dia sudah mundur, tapi tak apalah, kita tetap bekerja walau dia tak ada. Selama ini dia bekerja di bawah saya di gedung parlimen ini. Jadi (reform) jalan terus. Kami semua di sini ahli kerja, jadi tak ada masalah. Saya bekerja di sini sambil melihat apa yang terjadi di parlimen (Pak Lah menunjuk pesawat televisi yang selalu menyiarkan acara persidangan di ruang Dewan Rakyat yang terpisah lantai dari ruang kerjanya di lantai 2).

Apakah Anda yakin penggantian kepemimpinan nanti akan kembali memulihkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah?

Insya Allah. Harapan saya begitu. Kepercayaan ini dibangun dari memahami bahwa pengganti saya itu sudah banyak pengalaman di pemerintah. Dia sudah banyak bertugas di beberapa kementerian. Saya cukup confident.

Tidak khawatir kritik publik bahwa Najib Razak pernah dikaitkan dengan kasus yang dibicarakan banyak orang?

Kalau selalu khawatir, kita tak akan bisa bekerja. Saya percaya pada pengalamannya, termasuk dalam (menangani) isu politik semacam itu. Siapa orang politik yang tidak kena serang….

(Kasus itu adalah pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada Oktober 2006, di Mukim Bukit Raja, Shah Alam, Selangor. Dua orang polisi dan seorang analis politik menjadi tersangka. Kasusnya sedang berjalan di pengadilan. Di Permatang Pauh, dalam kampanye pemilu Maret tahun ini, Deputi Perdana Menteri Najib Razak bersumpah tidak terlibat pembunuhan itu.)

Serangan kepada pemerintah Anda juga datang dari bekas perdana menteri Mahathir? Bagaimana sebenarnya hubungan Anda dengan Datuk Mahathir ini?

Dia dulu kena serang juga. Kami sekarang sudah tidak di dalam orbit yang sama. Saya sudah lama tak pernah bertemu.

(Bekas perdana menteri Mahathir Mohamad termasuk yang paling getol mempersoalkan kepemimpinan Abdullah Badawi. Mahathir sekarang mendirikan Yayasan Kepimpinan Perdana dan berkantor di Putra Jaya, dekat kantor Badawi. Putra Mahathir, Mukhriz, kini anggota Dewan Rakyat, merupakan orang pertama dari UMNO yang menyarankan Badawi mundur.)

Setelah suara oposisi menguat dalam pemilu lalu, apakah mungkin kelak Malaysia dipimpin oleh perdana menteri di luar Barisan Nasional?

Dalam politik, apa saja bisa terjadi. Tapi, kalau dilihat dari sisi praktikal, sukar bagi partai lain untuk mengambil alih kerajaan. Kalau Barisan Nasional menyadari kekurangan dalam pemilu yang lalu, kerjanya mesti ditingkatkan menghadapi pemilu yang akan datang. Barisan Nasional merupakan partai yang sudah mempunyai pengalaman 50 tahun. Satu regenerasi kepemimpinan sudah disiapkan partai itu. Yang terjadi dengan kepemimpinan Barisan Nasional ini adalah adanya kontinuitas. Program-program perhubungan kaum, ekonomi baru, diteruskan. Kesinambungan inilah yang membawa kemanfaatan. Kalau orang baru, program baru, tidak ada kelangsungan dalam program, tidak ada kaitan dengan apa yang dikerjakan sekarang.

Apa contoh program yang berkesinambungan itu?

Program membasmi kemiskinan dilakukan dari dulu sampai sekarang. Perdana Menteri Tun Razak memperkenalkan new economic policy, yang antara lain punya program membasmi kemiskinan. Pada waktu itu angka kemiskinan 60 peratus (persen) dan sekarang tinggal lima peratus. Ini sebabnya, ada kontinuitas. Kalau orang lain buat program yang lain, tak akan ada kontinuitas. Inilah kekuatan Barisan Nasional, tidak ada satu partai yang punya kekuatan itu.

UMNO dan Barisan Nasional banyak kehilangan suara masyarakat jelata dalam pemilu lalu. Apa yang akan dilakukan untuk mengembalikannya?

Kami kembali harus mempererat hubungan dengan rakyat. Sebelumnya kami agak loss-touch dengan problem-problem masyarakat. Jarak yang terjadi harus dibuat lebih dekat. Berbagai program kami lakukan.

Termasuk pengembangan sektor pertanian di masa Anda sekarang ini?

Itu saya yang buat. Sekarang agricultural ini memang ditingkatkan, infrastrukturnya kami bangun baik, dulu memang kurang (dikembangkan). Sekarang kami perkasakan pertanian baru dengan hasil produksi lebih tinggi. Kami kembangkan high values new agricultural.

(Sampai Maret mendatang, Badawi berencana mengegolkan tiga rancangan undang-undang yang mengatur sektor pertanian ini.)

Bagaimana pemberantasan rasuah?

Ya, itu juga jalan. Ada rancangan undang-undang yang dibawa ke parlimen. Ahli-ahli parlimen (anggota DPR) banyak berperan dalam (melahirkan aturan) memerangi rasuah.

Kalangan oposisi banyak mempersoalkan rasuah ini dalam pemerintahan sekarang. Apa komentar Anda?

Itu memang kerjanya oposisi. Kalau tak ada (kritik) itu, tak ada oposisi.

(Chairman Dewan Disiplin UMNO Tengku Ahmad Rithauddeen, dikutip New Strait Times edisi 29 Oktober 2008, mengatakan money politics di UMNO sudah berakar sangat dalam dan sulit diberantas. Kalau tak ditangani, hal ini akan menghancurkan partai. Sejumlah sumber menyayangkan sepak terjang Khairy Jamaluddin, menantu Badawi, dalam berbisnis, yang mereka anggap ”merusak citra” Pak Lah.)

Bekas deputi perdana menteri Anwar Ibrahim mengatakan akan menarik 30 suara Barisan Nasional di parlimen dalam satu Pakatan Rakyat (untuk menyampaikan mosi tak percaya kepada pemerintah). Tapi jumlah yang diperlukan tak tercapai sampai sekarang. Bagaimana Anda melihat gerakan Anwar?

Dia memang rajin cakap di mana-mana. Tak ada (suara menyeberang) itu. Saya kira ini cuma impian dia. Coba hitung suara yang didapat UMNO. Yang didapat UMNO saja 79 kursi (dari 140 kursi Barisan Nasional di parlemen). Yang diperoleh oleh PAS (Partai Islam Malaysia yang oposisi) dan PKR (Partai Keadilan Rakyat yang didirikan Anwar Ibrahim) tidak sampai 79 (jumlah kursi dua partai oposisi terbesar itu tepatnya hanya 53 kursi—Red.). Orang Melayu masih memilih UMNO. Jadi bagaimana mereka katakan mereka menang? Bagaimana mereka mau buat perubahan?

Artinya, mosi tidak percaya untuk Anda tak akan jalan?

Tak boleh. Tak boleh berlaku itu. Semua orang ingin partainya berkuasa, semua ingin menguasai kerajaan. Di dalam partai kita boleh gaduh, tapi partai tak boleh ditinggalkan. Tiba-tiba dia (Anwar) tinggalkan partai, tak boleh itu dia lakukan.

Tapi suara Barisan Nasional menurun tajam dibanding pemilu lalu. Apa yang berubah?

Ada perubahan dengan undi (suara) yang besar. Kaum India telah lari dari Barisan Nasional. Ada banyak isu yang berkembang, dan itu memerangkap pikiran orang. UMNO dikatakan mengecilkan peran kaum di luar Melayu. Misalnya, berkembang isu kerajaan ini sudah mengembangkan ethnic cleansing. Tak betul ini. Tapi isu sudah berkembang jauh dan menyangkut juga kalangan Cina, sehingga di Pulau Pinang, yang mayoritas penduduknya keturunan Cina, Partai MCA (partai kalangan Cina, anggota Barisan Nasional) kursinya kosong. Mayoritas kursi yang didapat Barisan Nasional di Pulau Pinang didapat oleh UMNO, dari 14 kursi yang dipertandingkan, UMNO mendapat 11 kursi, dan (anggota Barisan Nasional) yang lain kosong. Tapi, walaupun semua kursi direbut UMNO, kami tetap mengamalkan pendekatan Barisan Nasional, kami harus bercakap dengan semua pihak lain.

Bagaimana merapatkan kembali Barisan Nasional yang retak?

Tak lama lagi akan ada konvensi. Insya Allah di sana saya akan mengemukakan ide-ide untuk merapatkan itu.

Apakah politik perkauman ini masih merupakan ancaman bagi Malaysia?

Saya harapkan bisa makin dikecilkan. Ini semacam masalah psychology event. Setiap kemunculan generasi baru akan memunculkan kembali isu (kaum) ini. Tapi, kalau dihadapkan pada realitas dalam Barisan Nasional, biasanya mereka memahami dan kemudian berubah.

Teknologi berkembang, informasi tak terbendung lagi. Apakah kebebasan pers akan lebih diperluas? Bagaimana dengan surat izin media yang masih harus diperbarui setiap tahun?

Sekarang juga sudah banyak berubah. Tentang lisensi media, itu sekadar peringatan jangan terlalu melampaui (batas). Kalau lisensi tak ada, kami susah nanti.

Setelah nanti tak menjabat perdana menteri, apa yang akan Anda kerjakan? Menulis buku?

Boleh juga ide itu. Memang saya mengamati perjalanan 50 tahun merdeka. Malaysia merdeka pada 1957 dan saya joint dengan pemerintah pada 1964.

Akan ikut membuat yayasan setelah berhenti nanti?

(Tertawa) Kalau foundation… taklah, bentuk yang lain saja.


DATUK SERI ABDULLAH BIN HAJI AHMAD BADAWI

Lahir: Penang, 16 November 1939

Pendidikan:

  • Bukit Mertajam High School
  • Penang Methodist Boys’ School
  • Islamic Studies, University of Malaya (lulus 1964)

Organisasi:

  • Presiden United Malays National Organisation (UMNO)
  • Pemimpin Parlemen Koalisi Pemerintah (Barisan Nasional)
  • Ketua Organisasi Konferensi Islam

Karier:

  • Pegawai negeri di Departemen Pekerjaan Umum
  • Direktur Pemuda di Kementerian Budaya, Pemuda, dan Olahraga (1971)
  • Anggota Parlemen (1978) ”Daerah Pemilihan Kepala Batas di Penang”
  • Menteri Pendidikan (1984-1986)
  • Menteri Pertahanan (1986-1987)
  • Menteri Luar Negeri (1991)
  • Deputi perdana menteri (1999)
  • Perdana menteri kelima Malaysia (31 Oktober 2003)

Majalah TEMPO

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Patti Smith akan bernyanyi untuk antar Hadiah Nobel bagi Bob Dylan
      Saat pidato penerima Hadiah Nobel Sastra Bob Dylan dibacakan, rekannya sesama penyanyi sekaligus penulis lagu Patti Smith akan menyanyikan salah satu lagu terbaiknya pada selebrasi Hadiah Nobel di Stockholm nanti.Smith akan ...
    • YLBHI ramalkan jaksa akan sulit buktikan kesalahan Ahok
      Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani melihat banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bahkan Jaksa diyakininya akan sulit ...
    • Malaria sudah ada di zaman kekaisaran Romawi
      Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: