Sultan Sebaiknya Keluar dari Golkar

“Tidak akan mungkin Sultan didukung Partai Golkar meskipun dia adalah anggota dewan penasihat. Karena itu, Sultan harus keluar dari Golkar,” ujar pengamat politik J Kristiadi, di Jakarta, Kamis (13/11).

Wacana senada diungkapkan pengamat politik, Dewi Fortuna Anwar. “Sultan tidak didukung partainya sendiri, tetapi justru didukung partai lain. Sampai saat ini, Golkar masih mengandalkan Jusuf Kalla, yang dalam berbagai polling hanya layak menjadi cawapres. Pada posisi seperti ini, sebaiknya Sultan keluar dari Golkar, apalagi di partai itu tak ada lagi konvensi yang memungkinkan Sultan didaulat menjadi capres dari Golkar,” paparnya, Rabu (12/11).

Lebih lanjut, Kristiadi berpendapat, secara etika, jika tidak didukung Partai Golkar, Sultan harus keluar. “Sebagai anggota Dewan Penasihat Golkar, tidak etis jika dia menyelonong mencalonkan diri sebagai capres,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, selama Jusuf Kalla masih menjabat sebagai wakil presiden, tidak ada yang berani mengutak-atik jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Kondisi itu berbeda dengan Pemilu 2004, ketika Golkar di bawah pimpinan Akbar Tandjung, yang membuka diri dengan menggelar konvensi guna menjaring capres. “Itu jelas sangat berbeda, dan Akbar sendiri tidak berdekatan dengan kekuasaan,” ujarnya.

Berisiko

Menanggapi wacana agar Sultan keluar dari Golkar, pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana menilai, hal itu cukup berisiko. Sebab, dengan keluar dari Golkar, berarti Sultan harus menggandeng partai-partai kecil. “Risikonya, hasil pemilu legislatif gabungan partai kecil dan menengah ini belum tentu cukup untuk mengusung Sri Sultan,” katanya.

Sebaliknya, jika Sultan tetap di Golkar, peluang maju masih ada. Sebab, apabila perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu 2009 nanti kurang dari 25 persen, bahkan lebih kecil dari perolehan Pemilu 2004, akan mendorong reformasi internal di tubuh partai. “Dalam kondisi itu, munculnya figur alternatif sangat dimungkinkan,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Yogyakarta, Sofian Effendi berpendapat, jika Sultan keluar dari Golkar, akan meruntuhkan sistem demokrasi di tubuh partai pemenang pemilu legislatif 2004 itu.

“Sebagai partai besar yang mengusung demokratisasi dan pernah diwujudkan dalam konvensi (2004), keluarnya Sultan akan sangat menjatuhkan Golkar,” ujarnya.

Menghadapi kondisi tidak didukung Golkar, menurut Sofian, Sultan harus mengatur strategi menggandeng partai-partai kecil, agar niat Sultan tak kandas di akhir pemilu legislatif.

“UU Pilpres yang baru saja ditetapkan harus diakui menghambat langkah Sri Sultan, dan calon alternatif lain. Syarat 20 persen suara itu tidak main-main dan tidak mudah untuk saat ini, mengingat jumlah partai yang begitu banyak,” ujar Sofian.

Secara terpisah, Ketua Tim Pelangi Perubahan untuk Memenangkan Sultan, Sukardi Rinakit menegaskan, hingga kini Sultan belum berencana keluar dari Partai Golkar. Pertimbangannya, dinamika politik ke depan diperkirakan akan memperbesar peluang Sultan.

“Jika nanti suara Partai Demokrat (PD) turun di pemilu legislatif, tentunya Golkar akan menghadapi dinamika internal, sehingga berpikir ulang untuk mencalonkan SBY. Begitu pula jika suara Golkar turun, Partai Demokrat tentu akan ragu-ragu. Di sinilah pe-luang Sultan akan besar,” katanya.

Dalam tubuh Golkar, menurut Sukardi, sosok Sultan sebenarnya masih layak jual. Dia juga tak menampik kemungkinan Sultan dipinang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendampingi Megawati Soekarnoputri. “Ini jelas manuver yang tak terbendung. Jadi, dinamika politik ke depan masih akan membuka peluang yang sebelumnya tak terduga,” ujarnya.

Hak Sultan

Menanggapi bergulirnya wacana Sri Sultan keluar dari Golkar, Ketua Pelaksana Harian Badan Pengendalian dan Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Firman Soebagyo berpendapat, hal itu adalah hak politik Sultan sepenuhnya.

“Golkar tak akan mengintervensinya. Kalau ada wacana seperti itu ya biar saja. Sultan mencalonkan diri menjadi capres juga sebagai bentuk pemenuhan hak konstitusinya untuk memilih dan dipilih,” katanya

Namun, Firman yakin, Sultan belum berpikir ke arah itu. Menurutnya, Sultan mempunyai pertimbangan politik yang matang, sehingga tidak terburu-buru keluar dari Golkar. “Pencalonan ini belum mencapai tahap akhir. Sebab, dengan syarat 20 persen kursi dan 25 suara sah pemilu, akankah parpol yang mengusung Sultan bisa mencapai syarat pengajuan capres ter-sebut,” ujarnya.

Adanya usaha tim sukses Sultan yang menggalang dukungan dari berbagai organisasi sayap Partai Golkar, bagi Firman itu sah-sah saja. “Konstelasi politik di Golkar memang seperti itu. Ini ciri demokrasi, tidak ada faksi, dan untuk menghindari sikap otoriter,” ungkapnya.

Dia kembali menegaskan, belajar dari Pemilu 2004, partainya akan bersikap realistis. Jika tokoh yang diajukan tidak populer dan tingkat elektabilitasnya rendah, tidak akan dicalonkan.

SuaraPembaruan.com

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Aparat gabungan sita bambu runcing dan bom molotov di Kediri
      Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kediri Kota dan TNI merazia kawasan bekas lokalisasi Semampir di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dan menyita sejumlah barang seperti bambu runcing serta bom molotov."Kami sudah ...
    • Persipura tanpa Bio dan Ricardinho hadapi Gresik United
      Tim Persipura Jayapura tanpa Bio Paulin Pierre dan Ricardinho da Silva saat melawan tuan rumah Gresik United dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/12). ...
    • Pencarian korban pesawat Polri libatkan 19 kapal
      Polri mengerahkan 19 kapal dan tiga pesawat untuk mencari korban pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) di perairan Kabupaten Lingga, Kepri. "Sembilan belas kapal dan tiga unsur udara dikerahkan pada ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: