Mempertanyakan Penangkapan Pialang Saham

Polisi Indonesia menangkap seorang pialang karena dituduh menyebarkan kebohongan tentang likuiditas keuangan bank-bank lokal. Ia mengirim email ke beberapa pihak tentang kesulitan beberapa bank dalam cadangan dana dan transaksi. Sebelumnya pemerintah pusat di Jakarta sudah mengancam akan melakukan penangkapan terhadap pengacau stabilitas perbankan. Agus Sudibyo, pengamat arus informasi dan Deputi Direktur Yayasan Sains Estetika dan Teknologi Indonesia, menyebut tindakan penangkapan berlebihan. Nasabah juga perlu tahu kondisi sejujurnya soal perbankan, ungkapnya kepada Radio Nederland Wereldomroep.

Agus Sudibyo [AS]: Kepekaan atau sensitifitas, itu kan selama ini kita pahami dalam konteks keamanan umum, dalam konteks bencana alam dan seterusnya. Nah, saya tidak tahu kepekaan informasi dalam kasus yang seperti ini apa urusannya dengan kepentingan publik gitu. Artinya kalau tidak ada kepentingan publik yang besar, di sana itu, mana bisa informasi dianggap informasi yang peka gitu.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Tapi kan kasus ini juga tidak satu kali terjadi. Kita pernah ingat beberapa waktu silam ada sebuah ancaman datang dari pemerintah Indonesia bahwa mereka yang menyebarkan kebohongan tentang PT. Bumi akan ditangkap begitu. Tapi kan belakangan ternyata terbukti kabar tersebut benar. Kabar PT. Bumi beredar lewat internet juga. Singkatnya bukankah informasi yang dibocorkan itu sebenarnya justru untuk menyelamatkan situasi?

Pencemaran nama baik
AS: Informasi itu beredar di mana dulu ya, kalau hanya e-mail by e-mail atau di ruang maya, itu tidak bisa dianggap sebagai ruang publik, di mana bisa relevan ada dugaan pencemaran nama baik atau kebohongan. Dan yang kedua memberikan indikasi tentang ketidakberesan suatu perusahaan itu tidak bisa langsung dianggap sebagai suatu kebohongan ya, atau pencemaran nama baik gitu.

Harus dibuktikan dulu baru kemudian sampai kepada kesimpulan, apakah itu bohong atau tidak. Ini kan yang saya tanggapi belum ada pembuktian, belum ada bukti benar tidaknya satu informasi, terus penyebar informasi ditangkap dan diperkarakan. Saya kira itu sesuatu yang agak berlebihan. Apalagi kita pakai istilah sesuatu yang peka. Ini lebih pada nama baik perusahaan bank itu kan, itu.

Nah, itu harus dibalance dengan prinsip bahwa memberikan informasi terhadap indikasi ketidakberesan suatu bank, itu juga dibutuhkan agar para nasabah atau calon nasabah juga perlu berhati-hati gitu. Sebenarnya yang perlu dilakukan dalam konteks seperti ini, si perusahan perbankan itu harus membuktikan bahwa itu tidak benar.

RNW: Nah, tapi bung Agus, ini problemnya adalah sekarang jaman internet. Banyak blog di internet dan blog itu berisi banyak hal. Salah satunya adalah hal-hal yang memang sensitif dalam konteks bahwa rahasia perusahan kadang-kadang dibocorkan, atau hal-hal yang tersembunyi dibukakan begitu ya?

Informasi
AS: Harusnya negara itu memang membuat klasifikasi informasi ya, negara di sini tidak harus memerintah, tidak harus militer, tidak harus polisi yang mengancam. Tapi negara di sini, seperti beberapa negara yang sudah punya UU freedom of information , itu dilakukan oleh komisi informasi. Dan pertama dia membuat klasifikasi. Dan klasifikasi informasi itu tidak bersifat permanen gitu.

Suatu informasi yang tidak diberikan pada publik itu bukan sebenarnya bukan Informasi rahasia, tapi informasi yang dikecualikan. Jadi terminologi rahasia itu sendiri sesuatu yang sebenarnya tidak pas dalam konteks informasi publik gitu ya. Meskipun demikian memang saya juga setuju, jangan sampai medium seperti blog digunakan untuk katakanlah membocorkan rahasia jabatan, rahasia pribadi, rahasia perusahan.

Tetapi jangan juga kemudian itu menjadi alasan buat negara untuk melakukan penertiban yang berlebihan. Membuat klasifikasi rahasia yang terlalu luas, dan tidak bisa diseimbangkan dengan kebutuhan publik yang lebih besar. Selain soal mediumnya itu kan kita lihat dulu jenis informasinya seperti apa, dan di sini jenis informasinya tidak jelas.

Apakah ia itu termasuk informasi yang dikecualikan, dirahasiakan atau jangan-jangan itu jenis informasi yang bisa dishare pada publik, kepada siapa pun gitu. Nah, saya kira ini berurusan dengan undang-undang informasi dan transaksi elektronik. Sebuah undang-undang yang memang saya tidak tahu bagaimana perumusannya, tapi mengandung banyak sekali potensi untuk melakukan kekerasan, terhadap katakanlah para pengelola blog, website dan seterusnya gitu.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • 7 cara manfaatkan tabir surya kedaluwarsa
      Coba periksa tanggal kedaluwarsa tabir surya Anda untuk memastikan apakah masih berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari.Tabir surya punya masa kedaluwarsa selama enam bulan setelah dibuka, kata perlindungan konsumen ...
    • Klasemen Liga Spanyol, Real Madrid tinggalkan Barcelona
      Berikut hasil pertandingan dan klasemen liga Spanyol pada Minggu waktu setempat. Pertandingan Minggu 4 Desember: Alaves 1 Las Palmas 1 Athletic Club 3 Eibar 1 Real Betis 3 Celta Vigo 3 Sporting ...
    • Beberapa mayat ditemukan lagi setelah gudang terbakar di Oakland
      Beberapa mayat ditemukan lagi pada Ahad (4/12), setelah petugas pencarian memasuki dua daerah lain di gudang yang terbakar 36 jam sebelumnya. Namun Sersan Ray Kelly dalam taklimat kedua pada Ahad, tak bersedia menyebutkan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: