Romli Dianggap Terlalu Berani

Profesor Romli Atmasasmita, 64 tahun, menegaskan bahwa dirinya tak bersalah dalam kasus Sistem Administrasi Badan Hukum, yang kini diusut kejaksaan. Mantan ketua tim perumus Rancangan Undang-Undang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi ini juga menolak dituduh menerima ratusan juta rupiah dari PT Sarana Rekatama Dinamika, perusahaan yang mengelola situs Sistem Administrasi Badan Hukum.

Menurut Romli, ada skenario tertentu di balik penetapan dirinya sebagai tersangka. ”Ini permainan kotor,” ujar Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum periode 1999-2002 ini. Selain sempat mewawancarainya sesaat setelah diperiksa, sepekan sebelumnya wartawan Tempo Rini Kustiani dan Ramidi mewawancarai Romli di Gedung Mandiri Plaza, Jakarta Selatan, tempat ia mengajar mahasiswa program pascasarjana Universitas Padjadjaran. Berikut petikannya.

Kenapa Anda bilang semua ini sudah diskenario?

Ya, ini permainan kotor. Saya ditetapkan sebagai tersangka, padahal saya sama sekali belum pernah diperiksa. Kuat dugaan, saya sudah dijadikan target karena saya vokal menuntut penyelesaian kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Padahal itu panggilan jiwa saya, betapa bahayanya korupsi itu.

Tentang kasus Sistem Administrasi Badan Hukum ini, benar Anda mengeluarkan surat edaran mengenai penetapan access fee kepada para notaris yang lantas jadi persoalan?

Surat edaran tanggal 8 Februari 2001 itu bukan tentang penetapan tarif, tapi pemberitahuan tarif access fee sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian kerja sama Koperasi Pengayoman dengan PT Sarana. Karena sistemnya berubah terus, keluarlah surat edaran berikutnya, 28 Maret 2001, yang sekaligus mencabut surat edaran sebelumnya, yaitu surat edaran tanggal 8 Februari 2001.

Ini tentang pembagian 10 persen untuk koperasi dan 90 persen untuk PT Sarana. Anda menyetujui jatah untuk koperasi itu dibagi lagi, 6 persen untuk Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dan sisanya untuk koperasi?

Selayaknyalah pegawai saya mendapat bagian lebih besar dari koperasi. Tidak hanya untuk para karyawan yang mengelola Sistem Administrasi Badan Hukum, tetapi seluruh karyawan Direktorat Jenderal yang tidak ikut mengelola. Ini kan SHU, sisa hasil usaha, di-share supaya tidak menimbulkan kecemburuan.

Benarkah Anda menerima Rp 10 juta setiap bulan dan pernah mendapatkan US$ 40 ribu (sekitar Rp 400 juta) dari PT Sarana Rekatama Dinamika?

Tidak ada. Saya bukan orang Kehakiman. Nomor induk pegawai saya dari Departemen Pendidikan. Saya juga bukan anggota koperasi, masak dapat fee? Saya masa bodoh dengan itu, pokoknya kerja bagus saja.

Dalam seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2007, ada anggapan bahwa Anda menjegal Marwan Effendy, karena saat itu mempermasalahkan disertasinya yang disebut-sebut plagiat. Anda merasa ada pelampiasan dendam pribadi dalam kasus ini?

Saya tidak tahu. Mungkin saja saya dianggap terlalu berani, dianggap merontokkan kewibawaan. Siapa pun, kalau salah, saya akan ngomong. Wajar saja orang tidak suka sama saya.

(Marwan sendiri ketika itu menepis tuduhan bahwa disertasinya plagiat. Untuk membuktikan itu, Marwan juga membawa surat keterangan dari Universitas Padjadjaran, yang menyatakan disertasinya bukan hasil plagiat).

Majalah Tempo

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kepergian Mar'ie Muhammad kehilangan bagi Indonesia
      Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyebut almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, sebagai sosok yang bersih dan jujur semasa menjabat. "Kita kehilangan sosok yang dahulu pada saat menjabat sebagai menteri keuangan ...
    • Hampir semua korban bom Istanbul adalah polisi
      Dua bom meledak di luar stadion sepakbola di Istanbul, Turki, pada Sabtu malam waktu setempat, menyebabkan 29 orang tewas, yang terdiri atas 27 polisi dan dua warga sipil.Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan ledakan ...
    • Sejumlah tokoh melayat ke kediaman Mar'ie Muhammad
      Sejumlah tokoh mendatangi kediaman almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, di Jalan Taman Brawijaya III Nomor 139, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu. Di antara mereka adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: