Buku Weiner Picu Kontroversi

Buku ”Membongkar Kegagalan CIA” (The Legacy of Ashes, History of CIA) karya Tim Weiner menuai kontroversi, terutama menyangkut penyebutan mantan Wakil Presiden Adam Malik (almarhum) sebagai agen Badan Pusat Intelijen AS atau CIA. Wapres Jusuf Kalla tidak melihat kemungkinan tersebut.

Sementara itu, Kejaksaan Agung masih meneliti atau mengkaji sejauh mana buku tersebut membawa dampak yang mengganggu stabilitas. Kajian atau penelitian itu dilakukan Bagian Intelijen Kejagung.

”Pertama, sebagai Wapres saya menyesalkan tulisan itu. Saya tidak bisa percaya. Tidak mungkin Pak Adam Malik itu menjadi apa yang ditulis itu (agen CIA),” kata Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Senin (24/11). Alasan kepribadian dan posisi politik Adam Malik otomatis membantah kemungkinan itu.

Wapres menjelaskan, Adam adalah orang yang pandai bergaul sehingga bisa saja mempunyai banyak teman diplomat, termasuk diplomat AS. Namun, tuduhan seperti ditulis dalam buku itu menurut dia sulit dipercaya.

”Pertama, basis politik Pak Adam Malik tidak sama dengan kepentingan AS. Pemikiran beliau lebih kepada pemikiran sosialis. Beliau kan pendiri Partai Murba. Jadi, tidak mungkin menjadi agen CIA. Kedua, walaupun yang dituliskan itu sebelum beliau menjadi wapres, sulit bisa memahami hal itu terjadi,” ujarnya.

Pemerintah akan mempelajari buku itu lebih lanjut. Jika perlu, pemerintah akan meminta pertanggungjawaban penulisnya.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung M Jasman Panjaitan, jika diperlukan, pihaknya akan bekerja sama dengan instansi lain untuk meneliti buku itu. Kejagung akan meneliti dampak buku, terutama di bidang ideologi dan sosial politik.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menilai terlalu banyak kontroversi sering diungkap pihak luar, terutama oleh orang-orang dari kalangan media massa, tentang Indonesia. Untuk itu, pelurusan sejarah di dalam negeri dinilainya menjadi suatu keharusan.

Juwono mencontohkan, bahkan proklamator RI, Mohammad Hatta, juga pernah dituduh menjadi provokator peristiwa pemberontakan PKI di Madiun, Jawa Timur, tahun 1948.

”Namun, semuanya spekulasi saja, tidak ada yang benar. Seperti kita tahu, industri hal-hal yang kontroversial pasarnya kan akan selalu ada di Amerika Utara dan Eropa. Selalu ada obsesi soal peranan intelijen-intelijen CIA. Padahal, sering kali kejadian di luar negeri mereka, entah Asia, Afrika, atau Amerika Latin, semata-mata persoalan dalam negeri,” ujar Juwono.

KOMPAS

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • IKM furnitur dan kerajinan siap sokong bisnis pariwisata dan hotel
      Industri kecil dan menengah (IKM) sektor furnitur dan kerajinan nasional siap memasok berbagai produk unggulan untuk memenuhi kebutuhan bisnis pariwisata dan perhotelan di Indonesia yang kian tumbuh. "Bahan baku dan desain ...
    • Anak Setya Novanto tak penuhi panggilan KPK
      Dwina Michaella, anak Ketua DPR Setya Novanto, hari ini tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan kasus korupsi dalam proyek pengadaan KTP-elektronik ...
    • Prancis dan Polandia berusaha perbaiki hubungan
      Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Polandia Beata Szydlo berusaha memperbaiki hubungan antara kedua negara, Kamis (23/11), menyusul perselisihan mengenai berbagai isu mulai dari regulasi Uni Eropa hingga patung ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: