Mewaspadai Telur Palsu

Tidak berlebihan jika ada yang berpendapat sekarang ini adalah zaman edan yang penuh kepalsuan. Sampai-sampai telur konsumsi pun tidak lepas dari modus pemalsuan. Bahkan, di negara-negara Asia, telur palsu telah menjadi industri berskala besar. Di Tiongkok, telur palsu sudah menjadi industri padat karya, yang menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Produk industri telur palsu yang mengandung melamin sulit dibedakan dengan telur asli. Metode untuk membuat industri telur palsu, yang berasal dari daratan Tiongkok, telah menjalar ke negara-negara Asia lain, termasuk Indonesia.

Untuk itulah, perlu diwaspadai dan diberantas dengan tindakan tegas. Pemalsuan telur merupakan kejahatan gizi yang luar biasa, karena efeknya sangat luas dan serius. Seseorang yang mengkonsumsi telur palsu bisa terkena penyakit fisik dan mental yang sangat fatal. Produk-produk makanan yang mengandung telur juga ikut terkena getahnya. Krisis komoditas peternakan, seperti telur, akibat wabah flu burung, dan mahalnya harga pakan ternak, telah mendorong volume impor telur di Indonesia semakin besar. Celakanya, pengawasan impor telur dari luar negeri, utamanya dari Tiongkok, sangat longgar. Sudah begitu penerapan SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk telur konsumsi masih buruk. Selain itu, di berbagai daerah impor ilegal telur konsumsi samakin gencar.

Teknik Sederhana

Problema impor telur, selain modus telur palsu juga telur asli yang mutunya sangat jelek dengan metode pengawetan yang sangat membahayakan kesehatan manusia. Pengawetan dilakukan dengan menggunakan teknik sederhana, yakni dengan campuran tanah, sedikit semen, kapur, zat amoniak, asam karbonat, dan sekam padi. Telur-telur yang diawetkan seperti itu biasa disebut dengan “pipihan” atau telur kuda.

Mahalnya harga pakan ternak dan dampak musibah flu burung juga menyebabkan industri telur palsu bermunculan. Telur palsu itu tidak mengandung nutrisi apa pun dan sangat membahayakan kesehatan makhluk hidup. Bahan baku untuk membuat telur palsu cukup bervariasi dan bergantung pada tersedianya di masing-masing daerah. Pada umumnya bahan baku itu terdiri dari getah damar, melamin, kanji, kalsium karbonat, sodium alginate, bahan pengeras, dan pigmen. Bahan-bahan itu bisa menyebabkan sakit perut dan rusaknya sel-sel otak. Untuk membuat telur palsu terlebih dulu diracik bagian putih telurnya dengan menggunakan adonan dari bubuk putih (sodium alginate), asam benzoid, bahan pengentalan dan tawas. Bagian putih telur itu dibuat dengan melarutkannya dalam air. Larutan tersebut terlihat seperti cairan bening yang kental dan dengan mata telanjang sulit dibedakan dengan putih telur asli. Untuk menciptakan kuning telur, bubuk berwarna kuning dicampur ke dalam air dan diaduk terus dituangkan ke dalam cetakan plastik yang berbentuk bulat. Lalu, putih telur dan kuning telur dibungkus ke dalam kulit telur yang dibuat dari kalsium karbonat. Telur palsu itu dijemur dan siap dijual. Jika dikalkulasi, biaya untuk pengadaan bahan baku telur palsu di atas sangat murah, sekitar sepersepuluh harga telur asli.

Perlu digarisbawahi bahwa telur konsumsi merupakan sumber protein utama bagi keluarga. Namun, masih kurang kesadaran kita untuk mengawasi dan memberlakukan standardisasi telur konsumsi di pasar. Masyarakat juga kurang pengetahuan dalam mengkonsumsi telur.

Telur merupakan bahan makanan yang paling praktis, karena tidak memerlukan pengolahan yang rumit. Kegunaan telur secara umum adalah untuk lauk-pauk. Di samping itu, telur digunakan untuk bahan industri kimia, bahan industri biologi, bahan industri pangan seperti dalam pembuatan roti, mi, es krim, makanan ternak, industri kulit, cat dan pupuk. Telur merupakan bahan makanan yang potensial karena memegang banyak peranan dalam membantu mencukupi kebutuhan akan gizi masyarakat, terutama kebutuhan akan protein hewani.

Faktor Lingkungan

Meskipun telur merupakan produk ternak bernilai gizi tinggi, tetapi juga mempunyai sifat-sifat yang sangat rentan. Sifat-sifat rentan tersebut, antara lain, kualitasnya mudah menurun akibat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti kelembaban, temperatur, ventilasi dan kualitas awal telur itu sendiri. Kulit telur mudah pecah, retak, dan tidak dapat menahan tekanan mekanis yang terlalu besar. Dengan demikian, telur tidak dapat diperlakukan secara kasar pada suatu kemasan.

Menurut data statistik Ditjen Bina Produksi Peternakan, di Indonesia kerusakan telur setelah panen mencapai 25 persen. Hal ini, antara lain, disebabkan terbatasnya perlakuan teknologi, rantai pemasaran yang terlalu panjang, serta keadaan lingkungan yang kurang menguntungkan. Telur akan mengalami penurunan kualitas sejak 5-7 hari dari saat peneluran, yang ditandai dengan isi telur yang kocak. Atau bila dipecah isinya sudah tidak menggumpal lagi, seperti telur segar, alias busuk. Penurunan kualitas telur tersebut disebabkan kontaminasi mikroba dari luar yang masuk melalui pori-pori kulit telur dan kemudian merusak isi telur. Selain itu, disebabkan menguapnya air dan gas-gas, seperti: karbondioksida (CO2), amonia (NH3), nitrogen (N2), dan nitogen sulfida (H2S) dari dalam telur.

Untuk mengantisipasi penurunan kualitas telur pascapanen diperlukan suatu teknologi pengawetan. Prinsip dari pengawetan khususnya telur konsumsi adalah mencegah masuknya mikroba ke dalam telur serta mencegah penguapan air dan gas-gas dari dalam telur melewati pori-pori kulit telur.

Endah Sulistyowati, Pemerhati Psikososial dan Kesehatan Masyarakat – SuaraPembaruan

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Aparat gabungan sita bambu runcing dan bom molotov di Kediri
      Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kediri Kota dan TNI merazia kawasan bekas lokalisasi Semampir di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dan menyita sejumlah barang seperti bambu runcing serta bom molotov."Kami sudah ...
    • Persipura tanpa Bio dan Ricardinho hadapi Gresik United
      Tim Persipura Jayapura tanpa Bio Paulin Pierre dan Ricardinho da Silva saat melawan tuan rumah Gresik United dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/12). ...
    • Pencarian korban pesawat Polri libatkan 19 kapal
      Polri mengerahkan 19 kapal dan tiga pesawat untuk mencari korban pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) di perairan Kabupaten Lingga, Kepri. "Sembilan belas kapal dan tiga unsur udara dikerahkan pada ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: