Sel Aulia Bersebelahan dengan Roesdihardjo

Ruang penahanan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan bersebelahan dengan sel mantan Kapolri Roesdihardjo yang menjadi terpidana kasus pungutan liar di Kedutaan Besar RI (KBRI) Kuala Lumpur.

Keduanya ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, menempati sel blok B. Adapun Manan Soemantri, ditahan di sel blok C. “Persis bersebelahan dengan sel mantan Kapolri Roesdihardjo,” demikian sumber SH di Rutan Brimob, Jumat (28/11) pagi.

Sumber itu mengatakan, sel tahanan yang ditempati Aulia dan tersangka yang dititipkan di Rutan Brimob merupakan bangunan yang baru dibangun dua tahun lalu. Letaknya tidak jauh dari pintu masuk di Mako Brimob. “Ruang tahanan ini baru saja dibangun. Seperti ruang tahanan lainnya, ini juga dijaga secara ketat oleh anggota Brimob. Siapa saja baik itu istri, anak atau suadara, harus melapor ke piket penjagaan,” ujar sumber itu.

Menurut sumber SH, sel tempat ditahannya besan Yudhoyono ini mendapat pengawalan secara ketat oleh empat anggota Brimob, sejak tiba pukul 18.45 WIB, Kamis.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menegaskan, Kamis, memang sudah waktunya Aulia Pohan ditahan. Antasari menyatakan pihaknya tak akan berhenti mengusut pihak lain yang terkait kasus aliran dana BI Rp 100 miliar tahun 2003. ”Mungkin alat bukti akan didapat saat penyidikan dan saat pengadilan keempat tersangka,” katanya.

Bantah Diskriminatif

Sementara itu, Juru bicara KPK Johan Budi membantah adanya diskriminasi terhadap penahanan Aulia Pohan. Hal ini menurut Johan Budi dipastikan dengan tidak hanya Aulia yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Beberapa tersangka sebelumnya yang ditahan di rutan tersebut, seperti mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Maman Soemantri.

Pada kesempatan itu Johan juga enggan mengomentari seputar bukti-bukti yang menjadi dasar pendukung penahanan Aulia Pohan. Menurut Johan bukti-bukti belum waktunya disampaikan kepada publik, dan akan diungkap dalam persidangan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Aulia Pohan ditetapkan sebagai tersangka aliran dana dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) yang antara lain disalurkan ke DPR. Nama Aulia Pohan sebelumnya disebut-sebut mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah sebagai inisiator penggunaan dana YPPI muncul dari Aulia Pohan yang saat itu juga menjabat Ketua Dewan Pengawas YPPI.

Aulia Pohan ditahan KPK bersama dengan tiga mantan deputi Bank Indonesia lainnya yakni Bun Bunan Hutapea, Aslim Tadjuddin dan Maman Soemantri. Mereka dianggap terlibat dalam penyaluran dana YPPI sebesar Rp 100 miliar kepada para mantan Gubernur BI serta sejumlah anggota DPR pada tahun 2003.

Terbongkarnya kasus ini karena ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution melaporkan adanya ketidakberesan dalam laporan keuangan yayasan milik Bank Indonesia itu.

SinarHarapan

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Wapres kunjungi proyek Nipah Mall Makassar
      Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dan Ibu Mufidah Kalla dalam kunjungannya ke Makassar memanfaatkan melihat langsung progres pembangunan Nipah Mall & Office yang dikerjakan PT Kalla Inti Karsa (KIK) yang merupakan salah ...
    • Dani Alves pastikan hengkang dari Juventus
      Dani Alves telah memastikan diri hengkang fari klub sepak bola juara Liga Italia (Serie A) Juventus, setelah satu musim merumput di Italia, dengan Manchester City menjadi klub tujuan yang paling mungkin bagi pemain Brazil itu. ...
    • Tim SAR terus cari nelayan Jayapura tenggelam
      Tim SAR gabungan yang terdiri dari anggota polair dibantu warga hingga kini masih mencari nelayan yang diduga tenggelam di sekitar Perairan Enggros, Teluk Youtefa, Kota Jayapura. Sampai saat ini tim SAR belum berhasil ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: