Pemimpin yang Mencintai Rakyat

Pemimpin yang didambakan masyarakat adalah pemimpin yang “mencintai rakyat”. Seperti halnya dalam sebuah keluarga, seorang bapak (pemimpin) akan berjuang keras untuk membahagiakan dan meningkatkan martabat keluarganya dengan landasan cinta dan kasih sayang.

Indonesia sebenarnya telah ditakdirkan untuk menjadi negara yang sejahtera. Betapa tidak, bila kita lihat sejarah bagaimana bangsa Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang berupaya keras untuk menguasai Indonesia karena kekayaannya, seperti rempah-rempah dan sumber daya alam (hutan, minyak, gas, emas, batu bara, timah, nikel, dan lain-lain). Belum lagi hasil-hasil perkebunan yang sangat diminati dunia internasional, seperti CPO, karet, dan kopi. Semua itu memang telah dilimpahkan oleh Tuhan kepada bangsa Indonesia agar kita dapat menjalankan kehidupan secara layak dan bermartabat. Namun, yang dialami oleh bangsa ini adalah tidak sebagaimana yang diharapkan.

Menjelang Pemilihan Umum 2009, sebagian besar perhatian masyarakat ditujukan pada pencarian pemimpin yang mampu memegang amanah dan dicintai rakyat. Masyarakat akan memilih pemimpin yang memiliki karakter dan kemampuan sebagai “pelopor perubahan” dan menjadi “solusi'” atas berbagai persoalan yang ada saat ini maupun yang akan datang.

Pelopor perubahan

If you don’t change, you die adalah ungkapan yang mengisyaratkan mengenai pentingnya perubahan. Mereka yang menafikan perubahan secara alamiah akan tenggelam digilas oleh perubahan tersebut. Globalisasi dengan keempat aspeknya, yakni mobilitas, simultan, bypass, dan pluralisme, membawa tantangan kecenderungan semakin ketatnya persaingan yang harus dihadapi setiap negara. Pemimpin haruslah dapat membawa bangsanya melewati berbagai rintangan melalui upaya-upaya perubahan yang dipeloporinya.

Terdapat beberapa perubahan yang perlu dipelopori oleh pemimpin Indonesia ke depan. Perubahan pertama yang harus dilakukan adalah berkaitan dengan perubahan dalam pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Pengelolaan hutan yang dilakukan secara semena-mena telah merugikan bukan hanya rakyat Indonesia, tapi juga dunia internasional, mengingat hutan Indonesia adalah bagian dari paru-paru dunia yang sangat berguna untuk mencegah pemanasan global.

Pemberian konsesi pengusahaan hutan dan alih fungsi hutan tidak sejalan dengan amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2008, kerusakan hutan di Indonesia akan semakin parah mengingat sewa untuk pembukaan hutan produksi hanya Rp 300 per meter persegi per tahun. Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), lebih dari 170 ribu hutan lindung telah beralih fungsi dalam tiga tahun terakhir. Kondisi hutan Indonesia pada 2004 tinggal sekitar 28 persen dari aslinya. Di samping itu, pengelolaan pertambangan umum yang menyangkut batu bara, emas, nikel, timah, dan lain sebagainya perlu dilakukan perubahan, sehingga tidak berupa konsesi ketika pemerintah hanya mendapatkan royalti dan kekayaan alam tersebut menjadi milik pengusaha. Sebagai contoh, pengelolaan Freeport dan beberapa penambangan batu bara di Kalimantan yang memperlihatkan ketidakadilan bagi negara dan bangsa. Sebagai negara penghasil batu bara, mengapa untuk pasokan listrik saja PLN harus mengimpor batu bara dari luar negeri? Mengapa negara penghasil migas ini menderita di kala harga minyak mentah dunia meningkat? Perlu transparansi dalam pengelolaan migas berkaitan dengan produksi (lifting), biaya (cost recovery), penerimaan negara (revenue), dan manajemen aset. Perubahan dalam pengelolaan sumber daya alam akan mendorong akuntabilitas, menekan korupsi, dan membawa negara ke arah kesejahteraan masyarakat.

Perubahan yang kedua adalah berkaitan dengan penegakan hukum. Lawrence M. Friedman menerangkan bahwa “law is social control but not all social control is law. Law is governmental social control“. Hukum diperlukan untuk menjaga agar tercipta suasana berkeadilan dan tidak terjadi saling merugikan dalam interaksi di antara masyarakat di suatu negara. Negara akan menghadapi keruntuhan apabila masyarakatnya lebih memikirkan kepentingan sendiri daripada kemaslahatan bersama. Dalam kondisi seperti ini, penegakan hukum menjadi sangat penting. Karena itu, pemimpin Indonesia harus benar-benar memperhatikan penegakan hukum untuk menciptakan keadilan di masyarakat. Penegakan hukum yang semakin profesional, bebas dari intervensi, berkeadilan, dan berlandaskan peraturan perundang-undangan.

Perubahan yang ketiga adalah menyangkut kehidupan politik. Sebagai negara yang demokratis, politik mulai tumbuh dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan negara. Namun, arah politik ke depan yang perlu dibangun adalah politik yang akuntabel, berorientasi pada kepentingan masyarakat, dan mengedepankan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai konflik horizontal dan vertikal yang dipicu oleh proses politik harus diminimalisasi dan diarahkan pada proses pembangunan kemandirian lokal, regional, dan nasional. Perubahan perlu dilakukan agar format politik menjadi elegan dengan melihat best practices di negara-negara maju.

Perubahan keempat berkaitan dengan manajemen perekonomian negara, terutama terkait dengan investasi dan ekspor. Pertumbuhan ekspor agar dipacu ke arah yang positif melalui peningkatan daya saing produk-produk ekspor Indonesia terhadap negara Asia lainnya, memperbaiki strategi peningkatan ekspor, kebijakan yang proaktif, serta menggali pasar-pasar di negara maju meskipun dalam kondisi krisis keuangan. Pertumbuhan ekonomi yang perlu dicapai bukan hanya 6,4 persen, melainkan juga perlu dipacu mencapai 7 persen serta pertumbuhan ekspor di atas 14,5 persen. Perlu diperhatikan upaya-upaya untuk memberdayakan ekonomi mikro, kecil, dan menengah, proses perizinan investasi secara online, sistem peringatan dini untuk menjaga kestabilan sistem keuangan, perbaikan infrastruktur, dan lain-lain.

Perubahan kelima adalah terhadap pengelolaan utang luar negeri, sehingga tidak menjadi beban generasi berikutnya sebagaimana yang terjadi saat ini. Menurut Koalisi Anti-Utang, jumlah utang yang dimanfaatkan (dicairkan) untuk kurun waktu 1967 sampai 2005 hanya 44 persen atau Rp 1.459,17 triliun dari total utang luar negeri sebesar Rp 3.292,95 triliun. Dengan demikian, negara membayar biaya-biaya yang terkait dengan utang tersebut, walaupun tidak dimanfaatkan.

Solusi

Permasalahan yang dihadapi bangsa ini, terutama yang berkaitan dengan tujuan nasional sebagaimana disebutkan dalam UUD 1945, yakni masyarakat yang adil dan makmur. Kondisi yang kita hadapi sekarang adalah jumlah masyarakat miskin yang masih saja tinggi. LIPI memperkirakan, pada 2008, jumlah penduduk miskin mencapai 41,7 juta orang atau 21,92 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Kemiskinan dapat dikategorikan sebagai kemiskinan absolut dan kemiskinan struktural.

Untuk menekan angka kemiskinan, pemimpin harus mampu memberikan penduduk dengan kemampuan daya beli yang baik. Penduduk dapat memiliki daya beli apabila mereka memiliki pekerjaan. Karena itu, langkah selanjutnya adalah menggalakkan investasi. Investasi tidak mungkin akan menjadi marak apabila pelayanan publik buruk sehingga menimbulkan ketiadaan kepastian hukum. Semua hal tersebut ternyata dipicu oleh perilaku koruptif yang ditunjukkan oleh aparat dan masyarakat Indonesia selama ini.

Untuk itulah pemimpin yang akan datang harus mampu menjadi solusi dari serangkaian permasalahan tersebut, dari hulu sampai ke hilir. Setiap kebijakan harus dibuat dan diimplementasikan secara komprehensif. Terakhir, apabila pemimpin menjalankan tugasnya dengan rasa cinta dan kasih sayang kepada rakyatnya, Indonesia akan dapat mencapai tujuan nasional secara konsisten. Marilah kita cari pemimpin yang mencintai rakyat Indonesia. Merdeka!

Dr Haryono Umar, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bidang Pencegahan – TEMPO

1 Comment

  1. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com%3c/a>. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://nasional.infogue.com/pemimpin_yang_mencintai_rakyat


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Patti Smith akan bernyanyi untuk antar Hadiah Nobel bagi Bob Dylan
      Saat pidato penerima Hadiah Nobel Sastra Bob Dylan dibacakan, rekannya sesama penyanyi sekaligus penulis lagu Patti Smith akan menyanyikan salah satu lagu terbaiknya pada selebrasi Hadiah Nobel di Stockholm nanti.Smith akan ...
    • YLBHI ramalkan jaksa akan sulit buktikan kesalahan Ahok
      Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani melihat banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bahkan Jaksa diyakininya akan sulit ...
    • Malaria sudah ada di zaman kekaisaran Romawi
      Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: