Hati-hati Menyimpan Data di Situs Pertemanan!

Masih ingat hilangnya data pada situs pertemanan (social networking sites) paling populer di Indonesia, Friendster, beberapa pekan lalu? Hilangnya data penting para anggota situs pertemanan itu tidak lepas dari ulah para hacker atau pelaku cyber crime lainnya.

Sejumlah teknisi dan pakar IT di Kaspersky Lab, Rusia, seperti Denis Maslennikov dan Alex Gostev yang ditemui Kompas mengaku mendengar hilangnya data-data para anggota Friendster, namun mereka meyakini hal itu bisa terjadi karena kesalahan teknis di dalam Friendster sendiri.

“Situs pertemanan saat ini menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan cyber. Kami (Kaspersky Lab) sudah lama mengantisipasinya dan kini terus mengembangkan dan meningkatkan pengamanannya. Hal yang bisa saya katakan pada pengguna situs pertemanan, jangan menaruh data-data penting pada situs itu,” pesan Alex Gostev kepada Kompas dalam bahasa Rusia yang siterjemahkan penerjemah profesional.

Data-data penting yang sebaiknya tidak dicantumkan itu antara lain nomor ponsel, nomor rekening bank, atau data penting lainnya seperti nomor kartu identitas diri. Para pelaku cyber crime bisa beroperasi ke situs pertemanan mulai dengan cara sederhana, yakni mencuri password pengguna. Setelah itu biasanya para pelaku mengacaukan data pengguna, menjadikan pertemanan jadi ajang caci maki.

“Pokoknya menghancurkan kepercayaan satu sama lainnya dan bahkan menghancurkan pertemanan itu sendiri,” kata Gostev.

Sergei Golovanov, analis senior malware Kaspersky Lab yang ditemui terpisah mengungkapkan, para anggota situs pertemanan yang pada tahun 2008 ini mencapai satu miliar orang seiring dengan berkembangnya Web 2.0 yang lebih interaktif, akan menjadi sasaran empuk pelaku cyber crime global. Padahal pada tahun 1996 saat masih menggunakan Web 1.0, jumlhanya masih sekitar 45 juta orang. “Jadi hati-hatilah jika akan menyimpan data-data penting di situs pertemanan,” pesannya.

Selain itu, Golovanov, para pelaku cyber kini mulai memasukkan malware ke hampir semua situs pertemanan, termasuk Facebook, dimana pelaku memaksa pengguna untuk membuka situs siluman yang dikehendaki pelaku dengan cara pop up.

“Harus cepat bereaksi jika tampilan utama situs pertemanan Anda justru berisi ajakan permusuhan atau ajakan berkonotasi menyimpang lainnya. Besar kemungkinan situs pertemanan Anda sudah tersusupi virus jahat,” katanya.

Pepih NugrahaKOMPAS

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Patti Smith akan bernyanyi untuk antar Hadiah Nobel bagi Bob Dylan
      Saat pidato penerima Hadiah Nobel Sastra Bob Dylan dibacakan, rekannya sesama penyanyi sekaligus penulis lagu Patti Smith akan menyanyikan salah satu lagu terbaiknya pada selebrasi Hadiah Nobel di Stockholm nanti.Smith akan ...
    • YLBHI ramalkan jaksa akan sulit buktikan kesalahan Ahok
      Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani melihat banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bahkan Jaksa diyakininya akan sulit ...
    • Malaria sudah ada di zaman kekaisaran Romawi
      Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: