Soekarno Korban di Hari Kurban

Banyak orang yang tak tanggung-tanggung berkorban untuk orang lain. Orang seperti ini satu diantaranya bernama Soekarno. Dia bukan cuma jadi ”korban” untuk negaranya. Dia tumbal untuk Indonesia.

Pagi hari di sebuah tanah lapang, antara Istana Merdeka dan Istana Negara. Hari itu sekitar pukul 8 Senin pagi, bertepatan dengan Idul Adha 1381 Hijriyah atau tanggal 14 Mei 1962. Banyak orang berkumpul di tempat tersebut, untuk melakukan ritual keagamaan setahun sekali, termasuk Presiden Soekarno, yang kamar tidurnya tidak begitu jauh dari lokasi ibadah itu.

Soekarno biasa datang menjalani ritual tersebut, seperti yang ia lakukan tahun-tahun sebelumnnya. Masa itu kota Jakarta belum memiliki sebuah mesjid yang besar untuk ukuran Soekarno yang megalomania dan gigantic. Jadi kegiatan seperti ini sering diadakan di udara terbuka.

Ketika imam KH Idham Chalid (kelak menjadi Ketua MPR/DPR RI 1973-1977) memulai acara, hanya beberapa menit setelah itu, terdengar teriakan di tengah keheningan alunan ayat-ayat suci. “Allahu Akbar!”, teriak seorang pria hanya enam baris di belakang Soekarno. Dia berusaha menerobos berlari di sela-sela jamaah yang sedang serius berdoa, menuju ke depan, sambil melepaskan tembakan yang berdesingan ditelinga.

Dor! Dor! Dor! Terdengar tiga tembakan yang jaraknya sekitar 8 meter dari Soekarno yang sedang ruku (gerakan membungkuk). Orang berlari panik. Dengan sigap para pengawal yang menjadi perisai hidup melindungi Soekarno. Tak ada yang tewas, hanya beberapa orang menderita luka serius, termasuk Pak Idham Chalid dan Pak Zainul Arifin (ketua parlemen) yang berdiri di sisi kiri Soekarno.

Kebal?

Di dunia ini cuma Soekarno, seorang pemimpin sebuah negara yang banyak sering lolos dari percobaan pembunuhan. Dan tak mati-mati! “Acara bapak pagi ini memimpin sidang kabinet”, kata Soekarno kepada pengawalnya, hanya beberapa menit lolos dari percobaan pembunuhan di hari Idul Adha itu. Lebaran haji tetap ngantor? Lha iya, saat itu Soekarno puyeng menerima kenyataan, prajurit kesayangannya Jos Soedarso, tewas dihajar Belanda 4 bulan silam sebelumnya, sewaktu ingin merebut Irian dari Belanda. “Soekarno at War!” Tetapi dia seolah acuh dan tenang menghadapi peristiwa yang ingin melenyapkan nyawanya.

Kalau nyawa Soekarno itu sebuah produk, mungkin nyawanya berlabel “Made In Germany”. Tangguh, kuat dan beauty. Berapa kali dia coba dilenyapkan, tapi kokoh tahan banting, sehingga menimbulkan rumor “Soekarno punya ilmu kebal”.

Pernah waktu lagi sidang di istana hari 9 Maret 1962, Soekarno dibrondong oleh pesawat MiG 17 oleh Letda II Daniel Maukar. Lolos! Saat konvoi dari bandara Mandai (sekarang Hasanuddin) ke Makassar, di granat mobilnya, eh, malah nantang keluar mobil. Selamat! Di tes lagi, dilempar granat mobilnya di Jalan Cendrawasih Makassar, malah cuek, tetep pidato setelah itu. Mau dihalang gerombolan pemberontak keagamaan di Jawa Barat, saat bareng Presiden Uni Soviet, tetap aja selamat. Tapi yang paling parah adalah waktu Soekarno datang ke bazaar sekolah anaknya di Cikini, sebuah daerah di pusat Jakarta. Kali ini dia terluka, meski selamat. Kebal? Mungkin wajar saja tuduhan itu terlontar. Orang kok gak mati-mati mau dibunuh? Tuduhan itu ditolak mentah-mentah. Boro-boro kebal. “Kena kawat berduri saja, tangan bapak terluka. Apalagi kena granat? Bisa remuk!”, kata putranya Guntur sambil tertawa menceritakan “Peristiwa Cikini”, saat bapaknya lompati kawat berduri di sebuah lorong sekolah anaknya, mendadak menghindari granat yang dilempar ke arahnya.

Soekarno tumbal bangsa

Kalau kita mau jujur, sejak remaja sampai akhir nafasnya, tidak sedetik pun hidup Soekarno lepas dari ngurusin rakyatnya. Masa mudanya dilewati dengan rangkaian agitasi anti-kolonial, baik fisik maupun tulisan, yang membuat dia jadi langganan keluar masuk penjara, serta dibuang seperti tikus basah yang menjijikan. Ini bikin dia kehilangan masa mudanya (kalau Michael Jackson kehilangan masa kanaknya, sehingga jadi produk manusia aneh).

Bila mau hidup enak, Soekarno bisa saja manut (ikut) Belanda. Bisa enak kok hidupnya! Gak perlu jadi pegawai PJKA segala, sebuah pekerjaan yang pernah dilakoninya. Yang bikin dadanya terbakar bukan Belanda, tapi penindasan bangsanya, yang kebetulan dilakukan Belanda. Soekarno tidak anti-Belanda, hanya anti penindasan. Sikap yang sama yang dianut John Lennon, orang yang musiknya tak disukainya.

Semasa jadi presiden pun, nasibnya tak pernah enak. Ada saja setiap masa orang yang ingin menghancurkannya, menculiknya, menghinanya, memojokkannya dan tentu saja membunuhnya. Kegetiran ini membuat Soekarno berpesan agar anak-anaknya jadi orang berguna bagi orang banyak, bukan jadi presiden seperti dirinya.

Ya benar, menjelang menjadi presiden dia memang menjadi tahanan penjara Banceuy dan penjara Sukamiskin dan tahanan sosial (dibuang ke Flores dan ke Bengkulu). Ketika tak jadi presiden, Soekarno pun menjadi tahanan lagi. Kali ini yang tahanan bangsanya sendiri, dengan perlakuan yang lebih kejam. Belanda aja memberi gaji bagi tahanan politik yang dibuangnya. Tapi bangsanya, boro-boro memberi gaji, kalau bisa Soekarno cepat-cepat dimusnahkan,

Saking melekatnya Soekarno dengan Indonesia, pernah muncul polemik lucu tahun 1981. Isu itu adalah Soekarno pernah nulis surat minta maaf kepada Belanda atas agitasinya melawan Belanda di tahun 1930an. Yang kebakaran jenggot bukan keluarga Soekarno, tapi pemerintah perlu turun tangan. Karena ini menyangkut sejarah bangsa. Bayangkan urusan pribadi orang soal minta maaf saja, bisa menjadi wilayah sejarah sebuah bangsa! Apa salahnya kalau memang demikian? “Tidak!”, tegas Wakil Presiden Adam Malik yang saat itu menolak adanya bukti minta-minta maaf Soekarno itu. Ini bisa menjadi aib bangsa Indonesia, bukan cuma Soekarno. Yaaah…, cemen (payah) Indonesia, masak pahlawannya pernah minta maaf. Berarti perjuangannya seperti ayam sayur dong! Begitu kira-kira akan ditulis oleh sejarah kalau Soekarno pernah minta maaf.

“Itu mah pamali (‘gak boleh) buat Kusno!”, komenar Ibu Inggit Garnasih tentang  suaminya, yang dibilang minta maaf sama Belanda. Kusno adalah panggilan sayang Inggit untuk Soekarno, suami terkasihnya sampai mati. Inggit tahu betul soal minta maaf itu, karena dia mendampingi Soekarno saat itu. Dan dia juga tahu betul suaminya bukan berjiwa lembek seperti peuyeum Bandung, meskipun Inggit pernah melemparkan tempolong (tempah ludah air sirih) ke Soekarno, ketika tahu suaminya mau menikahi Fatmawati. ”Gak mungkin!”, teriak Inggit tentang minta maaf itu.

Curriculum vitae Indonesia

Tidak mungkin dalam tulisan ini menjelaskan pengorbanan Soekarno untuk Indonesia. Tidak cukup. Cuma hanya menggelitik saja, bahwa ada banyak sosok orang menjadi tumbal, agar negeri ini tumbuh kuat abadi, sehingga saya bisa hidup enak-enakan sambil nulis artikel ini. Bukan hanya Soekarno, Hatta, Sjahrir dan serentetan patriot sejati. Orang itu bisa penjaga pintu kereta api, penjaga mercusuar yang lebih banyak mementingkan orang lain, juga guru-guru dipelosok, bidan dokter di ujung terpencil bekerja tanpa pamrih, musisi seniman yang berjuang dengan lagu dan kuas tanpa memikirkan royalty. “Silent heroes”, kata Presiden Susilo Yudhoyono, menyebut istilah orang-orang berkorban tanpa mau diekspos (pamrih). Pahlawan senyap.

Sampai kini setiap detik urusan pribadi Soekarno telah diambil oleh jalannya waktu, menjadi sejarah bangsa Indonesia. Kesalahan pribadi yang diperbuatnya, menjadi aib bagi Indonesia. Tapi kehebatannya, pasti menjadi kebanggaan Indonesia juga. Ketika Bung Hatta menjenguk Soekarno di hari-hari akhirnya, mata Hatta berkaca melihat penderitaan soul mate-nya itu, yang terkapar tak berdaya dibiarkan menderita. “Orang ini (Soekarno) benar-benar mengabdikan seluruh hidupnya untuk bangsanya”, kata Hatta penuh kesedihan setelah melihat sahabatnya terakhir kali.

Soekarno memang bukan sekedar pahlawan bagi Indonesia (banyak orang yang tetap membenci Soekarno karena alasan-alasan tertentu), tapi tepatnya tumbal. Sesuatu yang dikorban untuk kepentingan orang banyak, ya namanya tumbal. Soekarno masuk klasifikasi itu. Dia selalu berperan sebagai korban dan perisai untuk bangsanya. Sehingga menjadi suratan dia tidak bisa kemana-mana. Hanya untuk Indonesia! Kini curriculum vitae-nya sudah menjadi portofolio bangsa Indonesia. “Jadi presiden itu seperti tahanan”, kata Soekarno kepada putranya, Guntur.

Iwan Kamah, Jakarta – KoKi

3 Comments

  1. kehebatan & kecintaan Soekarno untuk Indonesia ini tidak diragukan lagi di negri kita maupun internasional! Hanya orang yang tidak punya budi pekerti,tidak kenal sejarah & memahami agama dg baik yg membencinya

  2. biar seribu mulut menelanjangi dikau engkau tetap Bapakku,Bapak Rakyat Tertindas…tidak seperti Bapak2 pemimpin sekarang. REVOLUSI SAMPAI MATI.REVOLUSI DENGAN HATI.REVOLUSI DENGAN PAHAM SOEKARNO>

  3. soekarno penipu RAKYAT ACEH semoga ALLAH melaknatnya di KUBUR dan AKHIRAT


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: