Gara-gara Genset Bekas, Negara Rugi Miliaran Rupiah

genset-unpattiWalaupun belum ada perhitungan kerugian negara dari BPKP Maluku namun dugaan kerugian negara dalam kasus pengadaan mesin genset Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon tahun 2006 diperkirakan sejumlah pihak bisa mencapai miliaran rupiah.

Karena itu pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku harus serius menangani masalah tersebut.

Koordinator Aliansi Dosen Unpatti Abdul Haris Patgehipon usai menjalani pemeriksaan oleh tim jaksa di kantor Kejati Maluku, kemarin (10/12) sangat mendukung pemeriksaan tersebut.

Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tiga mesin genset dan kasus suap saat pemilihan rektor Juli 2007 lalu “Kita sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada Kejati yang telah proaktif menindaklanjuti kasus genset dan suap di Unpatti,” ujarnya.

Terkait dengan pemanggilan dirinya dalam kasus genset dan suap, Fatgehipon mengaku telah menjelaskan apa adanya kepada tim jaksa. Kepada jaksa penyidik, dia mengaku baru mengetahui kasus tersebut melalui surat laporan Prof. Dr. J. E. Louhenapessy ke Dirjen Dikti. “Tapi kami akan tetap mendukung dan menyerahkan sepenuhnya kepada Kejati untuk menelusuri kasus ini,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini, kasus genset yang didanai dari DIPA Unpatti 2006 sudah pernah ditangani Kejaksaan Negeri Ambon awal tahun 2007 lalu. Hanya saja kasus tersebut kemudian didiamkan tanpa alasan jelas. Memasuki akhir 2008 kasus itu kembali dibuka oleh tim jaksa Kejaksaan Tinggi Maluku.

Anggaran pengadaan 3 unit mesin genset senilai Rp 9 miliar lebih, namun dalam kontrak yang dimenangi PT Nindiya Karya yang berkedudukan di Makassar tercantum Rp 7 miliar lebih. Dalam kontrak tersebut genset yang akan dibeli bermerek Mitsubhisi dari Singapura, namun di lapangan diduga mesinnya bekas dengan merek Mirelly buatan Italia. Kuat dugaan mesin tersebut di beli dari dalam negeri.

Fakta tersebut juga diakui salah satu tim ahli jaksa yang pernah menangani kasus genset Unpatti tahun 2007 lalu, Daud Illela. “Mesin yang dibeli itu kuat dugaan merek Mirelly dari Italia, padahal dalam kontrak itu harus merk Mitsubhisi yang dibeli dari Singapura,” ujarnya saat ditemui koran ini di kampus.

Ia sendiri mengaku siap mempertanggung jawabkan data-data tersebut kepada tim jaksa, jika diperlukan. “Catatan saya saat pemeriksaan fisik mesin oleh tim jaksa pada tanggal 25 Agustus 2007 lalu masih tersimpan rapih. Dan saat itu saya menjelaskan kepada tim jaksa bahwa kuat dugaan mesinnya bekas,” beber dosen Teknik Unpatti yang juga anggota senat universitas ini.

Sekadar diketahui dalam penanganan kasus genset Unpatti tahun 2007 lalu, oleh tim jaksa Kejari Ambon, Daud Illela dipakai sebagai tim ahli untuk mendampingi tim jaksa dalam pemeriksaan di lapangan. Keterangan Illela saat itu dipakai sebagai pembanding atas keterangan dari pimpro dan tim teknis yang disiapkan Unpatti.

Dalam pemeriksaan tim jaksa saat itu, kata dia, dugaan kerugian negara sangat jelas tergambar dalam pembelian 3 buah Travo (transformator) dan fisik mesinnya. Dimana 3 buah mesin dengan total kapasitas 450 KVA (kilo volt ampere) ada indikasi mark-up kapasitas (terdapat selisih kapasitas dalam kontrak dengan yang dibeli).

Travo yang harus dibeli sesuai kontrak adalah 1.000 KVA sebanyak 2 buah dan 1 buah dengan kapasitas 800 KVA. Namun untuk travo 1.000 KVA yang dibeli hanya travo 630 KVA, sedangkan 800 KVA yang dibeli 600 KVA. “Jelas disini ada mark-up kapasitas sekitar 570 KVA untuk 3 buah power station,” tandasnya.

Kalau selisih tersebut disubtitusi ke harga kontrak sebesar Rp 319 juta, sebut dia, maka kerugian negara secara total diperkirakan sekitar Rp 850 juta untuk 3 buah power station. “Ini baru kerugian salah satu item dalam kontrak, belum item-item yang lain,” paparnya.
Ia mengaku secara fisik mesin genset yang berkapasitas 150 KVA per unit kuat dugaan adalah bekas. “Kita menduga mesinnya bekas, tapi semua itu tergantung kejaksaan,” tandasnya.

Dukungan terhadap penyelidikan dan penyidikan tim Kejati juga dating dari anggota Aliansi Dosen Penyelamat Demokrasi Mukhlis Fataruba. “Kami berharap agar dalam waktu dekat tim jaksa bisa tetapkan tersangka. Kepada semua civitas akademik Unpatti kami minta agar berikan perhatian serius terhadap persoalan ini, dan membantu Kejati untuk menuntaskan kasus Unpatti. Tentu ini agar lembaga Unpatti bersih dari cara-cara kotor yang dimainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” cetus Fataruba, kemarin.

Fataruba yang juga dosen FISIP Unpatti ini menegaskan, jika dalam pengembangan kasus ada indikasi keterlibatan rektor Unpatti atau pejabat Unpatti lainnya, “Maka kami minta agar rektor maupun pejabat lainnya yang terindikasi terlibat agar segera mundur dari jabatannya, bahkan bila perlu yang bersangkutan dipecat dari PNS. Makanya kami minta kepada senat sebagai lembaga normatif segera mengambil keputusan yang cepat demi menyelamatkan lembaga ini apabila penetapan tersangka telah dilakukan tim jaksa,” pungkas Fataruba.

KEJATI SITA GENSET
Sementara itu, kemarin, tim jaksa turun ke Unpatti untuk melihat langsung kondisi genset. Kasus ini juga sudah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. “Penanganan kasus ini telah kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Babul Khoir Harahap yang juga Ketua Tim Jaksa penyidik kasus genzet Unpatti, kemarin.

Setelah status penanganannya ditingkatkan, Kejati Maluku kini membidik tersangka dalam kasus proyek senilai lebih Rp 7 miliar itu. “Dalam proses ini kami akan mencari tersangka,” cetus mantan Asisten Pidana Khusus Kejati Banten itu.

Untuk mengusut kasus ini Kejati Maluku telah membentuk tim jaksa yang diketuai Babul Khoir dengan beranggotakan, Ghazali Hadari (Aspidsus), Wem Lingitubun (Asdatun), Marvie de Queljoe, YE. Al Madali, F. Korwotjeng, dan Toni Sahertian.

Tim jaksa yang turun melakukan penyitaan yakni, Marvie de Queljoe, YE. Al Madali dan F. Korwotjeng. Tiga dari anggota tim jaksa ini turun ke Unpatti sekitar pukul 16.00 WIT dan langsung menuju ruangan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (AUK), Ferdinand Waas, untuk melakukan koordinasi.

Sekitar satu jam berada di dalam ruangan untuk menunggu tim teknis mesin genset, mereka langsung melakukan penyitaan. Penyitaan dilakukan dengan cara mengikat surat label penyitaan dari Kejati Maluku yang ditandatangani oleh anggota tim jaksa penyidik, Marvie de Queljoe.

Saat melakukan penyitaan, tim jaksa baru mengetahui kalau pihak Unpatti saat ini baru mau melakukan perbaikan terhadap tiga mesin tersebut yang rusak. “Sangat disayangkan, masak sampai saat ini baru Unpatti mau melakukan perbaikan, kenapa bukan dari kemarin-kemarin. Makanya untuk saat ini tak boleh ada perbaikan, karena masalah sedang diproses hukum,” ungkap tim jaksa di depan tim tekhnisi mesin genset saat melakukan penyitaan.

Saat melakukan peninjauan wartawan koran ini melihat ternyata keseluruhan bodi mesin bukan bermerk Mitsubishi dari Negara Jepang. Yang bermerk Mitsubishi hanyalah Disel dari mesin tersebut, sementara generatornya bermerk Mrelli dari Negara Italia. Hanya saja menurut anggota tim tekhnis mesin genzet Unpatti I.E. Thenu. “Mesin biasanya seperti itu, diselnya bermerk lain, dan generatornya juga bisa merek lain,” katanya menjawab wartawan koran ini.

Usai melakukan penyitaan di tempat. Tim jaksa kembali menemui Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (AUK)  Ferdinand Waas untuk menandatangani dan menyerahkan berita acara penyitaan dan berita acara penitipan.

Ambon Ekspres

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: