Polisi Tahan Dua Provokator Rusuh Masohi

provokator-masohiDua orang provokator yang menyulut hingga terjainya kerusuhan di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Selasa (9/12) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua provokator tersebut yaitu Guru SD Negeri 4 Masohi, Welhelmina Holle dan Koordinator demontrasi Forum Komunikasi Umat Islam Maluku Tengah (Malteng), Asmara Wassahua.

Holle dinilai bersalah melakukan pelecehan terhadap agama Islam dan dikenakan pasal 156 huruf (a) KUHP, sedangkan Asmara Wasahua ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar pasal 160 jo 161 KUHP.

“Sesuai dengan perminataan Bupati Maluku Tengah Abdullah Tuasikal, maka Holle telah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar pasal 156 huruf (a), KUHP dengan ancaman penjara lima tahun karena telah melakukan penodaan dan penistaan terhadap agama,” tandas Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Mudji Waluyo kepada wartawan di Pendopo Bupati Malteng, Rabu (10/12).

Kapolda menjelaskan, Asmara Wassahua juga ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar pasal 160 junto 161 KUHP akibat telah melakukan penghasutan terhadap orang lain, sehingga orang lain terhasut, untuk melakuan perbuatan melawan hukum. “Insya Allah dari hasil penyelidikan akan kita kembangkan dan kemungkinan masih ada.

Polisi bertindak pada norma-norma hukum, berdasarkan fakta hukum yang ada kita bisa menetapkan tersangka. Nantinya dari hasil penyelidikan ada fakta hukum baru menunjuk adanya tersangka baru, ya kita proses,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Siwalima di Ambon, Rabu (10/12), Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Mudji Waluyo mengaku kedua tersangka yang diamankan tersebut merupakan pelaku yang mengajak atau yang memprovokasi massa Islam melakukan aksi unjuk rasa dan juga pelaku juga yang menandatangani selebaran yang bersifat profokatif yang dibagikan kepada masyarakat.

“Wasahua merupakan calon anggota legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada daerah pemilihan (dapil) II Kecamatan Saparua-Haruku selain itu juga yang bersangkutan berprofesi sebagai guru ngaji. Tersangka ini yang memprovokasi massa untuk demo serta tanda tangan selebaran yang sifatya provokasi,” jelas Kapolda.

Dijelaskan, Wasahua berhasil ditangkap pihak kepolisian setelah melalui pendekatan yang dilakukan oleh anggota Reskrim dan Intel, Rabu (10/12) siang. “Tersangka menyerahan diri setelah dijemput oleh anggota Reskrim dan Intel didepan Masjid Raya Masohi. Saat dijemput didepan masjid, turut disaksikan oleh salah satu anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Masohi, Sulaiman Pari,” jelasnya.

Kapolda mengaku, tersangka kemudia dibawa ke Mapolres Malteng, namun untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut maka tersangka dibawa ke Mapolda Maluku. “Tersangka kemudian diterbangkan dari Masohi dengan menggunakan pesawat polisi sekitar pukul 16.30 Wit dengan dikawal oleh Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Malteng serta Propam Polda,” ungkapnya.

Pantuan Siwalima di Mapolda Maluku, sekitar pukul 17.57 Wit, tersangka tiba di Mapolda Maluku dengan dikawal oleh Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Malteng serta Kabid Propam Polda Maluku AKBP Eko Trisnanto serta Kabid Hukum AKBP Djoko Susilo dengan menggunakan mobil kijang Avansa berwarna silver bernomor polisi DE 351 AC.

Tersangka terlihat menggunakan baju kaos putih lengan panjang dengan memakai kopiah putih coklat digiring oleh anggota Reksrim Polda yang telah menanti kedatangan tersangka, langsung menuju ke ruang kerja Direktur Reskrim Polda Maluku.

Didalam ruang tersebut telah menanti Wadir Reskrim AKBP Jhon Maitimu, Kasat Ops II Ditreksim AKBP Hasan Mukadar serta Wadir Intel AKBP J Imapuli serta beberapa anggota Bareskrim Mabes Polri. Setelah beristirahat sejenak didalam ruangan tersebut sekitar pukul 18.30 Wit tersangka kemudian digiring ke ruang rapat utama Mapolda Maluku untuk diperiksa oleh Wadir Reskrim serta anggota Bareskrim Mabes Polri.

Sekitar pukul 20.00 Wit Kapolda Maluku Brigjen Pol Mudji Waluyo tiba di Mapolda dan langsung menuju ruang rupattama dan mengambil alih pemeriksaan terhadap tersangka selama beberapa menit dan tak lama kemudian Kapolda meninggalkan ruang rupatama yang dijadikan sebagai tempat pemeriksaan tersangka menuju ke ruang kerjannya. Pemeriksaan pun dilanjutkan oleh Wadir Reskrim dan anggota Bareskrim serta dibantu oleh sekitar lima orang penyidik Reskirim Polda Maluku.

Wadir Reskrim Polda Maluku, AKBP John Maitimu yang dikonfirmasi Siwalima mengaku pihak penyidik masih mendalami terus pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, walaupun yang bersangkutan telah terbukti yang melakukan provokasi dengan mengajak massa untuk melakukan aksi demonstrasi dan juga yang bersangkutan bertindak sebagai sebagai koordinator aksi demonstrasi tersebut selain itu tersangka juga telah terbukti yang menandatangani selebaran yang berbau provokasi yang dibagikan kepada masyarakat.

“Tersangka ini dikenakan pasal 160 dan 161 KUHP tentang penghasutan dengan ancaman hukuman pidana penjara selama enam tahun,” katanya. Ditambahkan, dari dua tersangka yang telah ditetapkan pihak kepolisian, yang dibawa ke Mapolda Maluku hanyalah Asmara Wasahua, sedangkan tersangka lainnya yaitu Welhelmina Holle, tetap itahan di Mapolres Malteng.

Gubernur Dihalangi Warga

Sementara itu, rombongan Gubernur Maluku KA Ralahalu, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Noer Muis, Kapolda Maluku Brigjen Polisi Mudji Waluyo sempat dihalangi warga saat lokasi merusuhan di Kelurahan Letwaru, Kecamatan Kota Masohi. Salah seorang warga sempat histeris karena harta benda kekayaannya lenyap terbakar.

Usai melakukan kunjungan singkat tersebut, gubernur beserta rombongan kembali ke pendobo Bupati Malteng untuk melakukan pertemuan dengan muspida maupun tokoh agama setempat. Seusai pertemuan tersebut, gubernur berserta rembongan kembali lagi ke Letwaru untuk bertatap muka bersama dengan masyarakat setempat. Dalam pertemuan itu, berbagai keluhan dan harapan masyrakat disampaikan langsung kepada Gubernur Maluku berserta rombongan.

Keluhan yang disampaikan diantaranya mereka meminta agar aktor intelektual dibalik kerusuhan tersebut segera ditangkap. Selain itu mereka juga meminta agar penempatan aparat keamanan BKO yang akan ditempatkan di daerah tersebut bukanlah aparat BKO dari luar Masohi.

“Kami tidak mau aparat BKO dari luar yang ditempatkan untuk melakukan pengamanan. Yang kami mau hanya personil Polres Malteng, Yonif 731/Kabaresi dan Brimob Polda Maluku Kompi B. Kami kiha meminta agar dibangun tiga pos penjagaan pada kawasan perbatasan Letwaru dan Lasane,” tandas warga tersebut.

Warga juga meminta bantuan dari gubernur untuk membangun kembali rumah-rumah mereka yang terbakar, khususnya gedung gereja yang akan dijadikan tempat pelaksanaan sidang klasis GPM Masohi ke-29 pada bulan Januari mendatang.

Gubernur Maluku, KA Ralahalu saat menanggapi keluhan dari masyarakat menyatakan, Pemerintah Provinsi Maluku tidak akan tinggal diam tetapi akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Malteng untuk segera membangun rumah-rumah yang mengalami kerusakan maupun yang terbakar termasuk gereja tersebut. “Tentunya kami akan koordinasi dengan pemkab dan untuk rumah-rumah itu akan segera di bangun kembali,” ungkapnya.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga situasi agar tetap kondusif dan menjaga keamanan bahkan tidak terpancing dengan isu-isu provokasi yang dapat menghancurkan kehidupan bersama, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

Kondisi Kota Masohi Rabu (10/12) juga telah kembali kondusif. Aktiftas masyarakat telah normal seperti biasanya. “Saya telah telepon Wakapolres dan situasi sampai saat ini aman dan terkendali,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanis Huwae kepada wartawan di Mapolda, Rabu (10/12).

Ditempat yang sama, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Didik Agung Widjanarko juga meminta kepada masyarakat Kota Ambon, agar tidak terprovokasi dengan bebagai isu SARA yang dapat membuat kemanan yang telah terjaga selama ini menjadi hancur.

Dikatakan, guna mengantisipasi konflik yang terjadi di Malteng merambat hinga ke Ambon, maka pihaknya saat ini telah menempatkan pasukan pada sejumlah tempat titik-titik rawan, selain itu juga pihaknya juga melakukan patroli bersama anggota POM TNI.

“Untuk mengantisipasi jangan sampai merambat ke Ambon, kita masih tempatkan anggota disejumlah titik-titik rawan, yakni kawasam Ongko Liong, Passo, pelabuhan Liang, Hunuth, Kebun Cengkeh, Terminal Mardika, Batumerah Atas, Amplaz, Galungung, Karpan dan Kayu Putih,“ jelas Kapolres kepada wartawan di Mapolda Maluku, Rabu (10/12).

Menurut Kapolres, ia telah mengadakan pertemuan dengan Walikota Ambon M J Papilaja, dan Forum Komunikasi Antara Umat Beragama (FKUB), dalam ranga membahas persoalan tersebut, juga pada saat itu kita telah diadakan pertemuan bersama camat-camat se Kota Ambon.

“Kami juga akan melakukan patroli rutin yang melibatkan POM TNI AL, POM TNI AD, Brimob, Kodim 1504 dan juga Propam Polda untuk menjaga keamanan, serta mengantisipasi konflik Malteng bisa merambat ke Ambon,” katanya.

Siwalima

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Tim pencari lanjutkan evakuasi korban gempa dari reruntuhan
      Tim pencari dan penyelamat melanjutkan upaya mengevakuasi korban gempa dari bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya kemarin pagi, menewaskan lebih ...
    • Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima
      Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut kekuatan gempa bumi 6,5 Skala Richter (SR) yang kemarin pagi mengguncang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya setara dengan kekuatan empat hingga enam ...
    • Penyertaan Modal Negara untuk PT SMI perlu diaudit BPK
      PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun.Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: