Korupsi Genset, Rektor Bertanggungjawab

Dosen Demo Hadang Pelantikan Pembantu Rektor

Dukungan terus berdatangan dari internal Universitas Pattimura kepada Kejaksaan Tinggi Maluku untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi pengadaan mesin Genset, dan menjebloskan mereka yang telah merugikan uang negara ke penjara.

Dukungan ini datang dari Aliansi Dosen Penyelamat Demokrasi Unpatti setelah sikap yang sama ditunjukan lima dekan universitas negeri itu.

Mereka juga mendukung pemeriksaan terhadap Rektor Unpatti H.B. Tetelepta. “Rektor memang harus diperiksa dalam kasus ini karena dia sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA). Makanya rektor juga harus bertanggungjawab terhadap dugaan korupsi tersebut yang terindikasi merugikan negara miliaran rupiah. Kami memberikan apresiasi terhadap langkah Kejati,” ungkap anggota alinasi dosen, Mukhlis Fataruba, kepada Ambon Ekspres, Rabu (17/12).

Dia menegaskan, siapapun yang terbukti terlibat dalam kasus ini jangan dibiarkan menghirup udara segar. “Seret dan adili mereka sesuai dengan mekanisme hukum, meskipun dia adalah seorang pimpinan kita, agar semua orang sama di mata hukum,” tegasnya.

Fataruba yang juga dosen FISIP Unpatti ini mengatakan, indikasi korupsi yang terjadi di sebuah lembaga pendidikan bukan persoalan sepeleh. Tapi ini merupakan persoalan besar yang mestinya dilihat secara serius oleh semua pihak. “Unpatti merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di Maluku. Dan indikasi korupsi yang telah menyeret sejumlah nama pejabat yang telah diperiksa maupun akan diperiksa sebagai saksi, juga harus mendapat perhatian serius para senat,” katanya.

Apalagi lanjutnya, meskipun rektor dalam kasus ini akan diperiksa sebagai saksi, namun senat sudah harus mengambil langkah terhadap rektor. “Harus diingat bahwa kasus genset yang sementara ditangani Kejati telah sampai ke tahap penyidikan bukan penyelidikan.

Makanya jika sebentar nanti rektor Unpatti terbukti terlibat dalam kasus ini, senat harus menggelar rapat luar biasa dan memberhentikan dia secara tidak terhormat,” tegas Fataruba.
Kata dia, sebagai akademisi Unpatti mereka sudah sangat malu dengan pemberitaan media yang setiap hari menginformasikan soal kebobrokan Unpatti. “Kami sangat malu dengan pemberitaan media saat ini, apalagi ini kasus korupsi. Ini soal citra dan kehormatan sebuah perguruan tinggi ternama dan terbesar di Maluku di mana pejabat-pejabatnya bahkan rektornya tersangkut persoalan hukum, meskipun mereka masih diperiksa sebagai saksi.

Untuk itu kami mendukung sepenuhnya pemeriksaan terhadap rektor,” cetus Fataruba.
Dia juga mendesak kepada Kejati Maluku untuk segera menetapkan tersangka kasus ini dalam waktu dekat. “Jika penyidikannya telah selesai dilakukan, maka harus secepatnya menggelar perkara untuk menetapkan tersangka agar kasus ini tidak mengambang lama. Namun soal penanganan kasusnya saya tidak meragukan tim jaksa. Karena buktinya, langkah hukum terhadap kasus ini berjalan sangat cepat,” imbaunya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh koran ini di Kejati Maluku menyebutkan, rektor Unpatti, H.B. Tetelepta, akan diperiksa pada, Sabtu (20/12) pekan ini, sekitar pukul 13.00 WIT, tengah hari.

Berdasarkan jadwal pemeriksaan, rektor sebenarnya akan diperiksa mulai sekitar pukul 09.00 WIT Sabtu pagi namun waktu pemeriksaannya harus molor hingga tengah hari karena ada rapat senat terbuka yang harus dihadiri rektor. Usai menghadiri rapat tersebut barulah rektor memenuhi panggilan tim jaksa.

Informasinya, rektor sendiri juga telah memberitahukan dan meminta waktu pemeriksaan terhadap dirinya diundur hingga siang hari. Permintaan dan pemberitahuan ini disampaikan rektor melalui surat resminya yang ditujukan kepada pihak Kejati, kemarin.

Selain tim jaksa mengagendakan pemeriksaan rektor, dalam pekan ini pejabat pembuat komitmen (PPK) yang juga PR II Unpatti Dra. H. Ambon dan mantan Kepala Biro Keuangan Unpatti Mon Nirahua, M.Hum akan diperiksa tim jaksa dalam status sebagai saksi.

Di sisi lain, pemeriksaan terhadap sejumlah akademisi Unpatti yang terkait dengan pengadaan genset terus dilakukan tim Jaksa yang langsung diketuai Wakajati Maluku Babul Khoir Harahap. Diinformasikan, Rabu (17/12) Tim jaksa memeriksa dua orang tim tekhnisi mesin genzet, yakni Warniati MT dan Adelci Ayuba.

Pantauan koran ini di Kejati, kedua orang tersebut menjalani pemeriksaan mulai sekitar pukul 09.00 WIT hingga sekitar pukul 12.00. Masih seperti biasa mereka berdua diperiksa sebagai saksi.

DEMO HADANG PELANTIKAN

Sementara itu, aliansi dosen Unpatti hari ini berniat akan menggelar aksi demo sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pelantikan empat pembantu rector. Mereka menilai pelantikan tersebut cacat hukum.

Persoalan pemilihan pembantu rektor kasusnya sudah dilayangkan ke Direktur jenderal pendidikan tinggi atau Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional. “Karena itu jadi tidaknya pelantik, harus menunggu jawaban surat dari Dirjen Dikti,” tegas dia mewakili aliansi dosen.
Mereka mengancam kalau rektor bersikeras melantik empat pembantunya itu, jalur hukum akan mereka tempuh. “Kami akan PTUN (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara)-kan Rektor Unpatti,” ujarnya.

Dekan Fakultas Hukum Unpatti George Leasa yang sejak awal menentang hasil pemilihan pembantu rektor ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, menegaskan “Jadi dan tidak itu nanti besok.”
Dia mengaku telah menerima undangan pelantikan empat pembantu rektor itu, hanya saja undangan tersebut telah dikembalikan dengan catatan sindiran pada tepi atas amplop berbunyi “Dikembalikan kepada Rektor. Karena dia tidak menghormati hasil rapat senat tanggal 8 November 2008 tertanda Dekan.”

AmbonEkspres

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: