Ratusan Mahasiswa Duduki Gedung Rektorat

Ratusan mahasiswa Universitas Pattimura, kemarin, melakukan aksi demo menolak pelantikan Pembantu Rektor, kemudian menduduki gedung tersebut.

Mereka menilai pelantikan tersebut cacat hukum, dan tidak memiliki landasan yuridisnya. Alasan dugaan korupsi mesin genset, dan bea siswa mahasiswa yang belum kunjung dicairkan rektorat juga dibumbuhi untuk menggagalkan pelantikan tersebut.

Demo dimulai sekitar pukul 08.00 Wit setelah acara pelantikan dimulai. Massa bergerak dari kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP yang berjarak 500 meter dari gedung rektorat tempat pelaksanaan pelantikan. Massa berasal dari tiga fakultas masing-masing, FISIP, Fakultas Hukum, dan Fakultas Perikanan. Mereka memang sejak awal menolak dipilihnya empat pembantu rektor itu.

Di gedung rektorat massa melakukan orasi sambil membawa pamflet. Dalam orasinya, massa pendemo mendesak agar hak-hak mahasiswa tidak dikeberi, dan meminta genset Unpatti segera difungsikan. Masalah-masalah ini diminta untuk dituntaskan segera kalau tidak mereka akan terus melakukan gerakan pressure seperti melakukan aksi turun jalan.

Massa pendemo baru ditemui rektor dan pembantu rektor yang baru dilantik setelah proses pelantikan berakhir. Dihadapan rektor mereka menuntut semua masalah itu dituntaskan. Mereka juga mempersoalkan status Hengki Hattu sebagai pengurus partai politik. Rektor yang didampingi empat pembantunya, hanya diam ketika mendengar aspirasi massa pendemo.

Usai mahasiswa menyampaikan pernyataan sikapnya, Rektor menegaskan Hengki Hattu telah menyatakan tidak pernah lagi terlibat dalam partai politik, ini dibuktikan dengan surat dari Partai Pakar Pangan dimana Hattu berasal. “Selain itu, kita juga mendapatkan keterangan dari Hattu soal masalah ini,” tandas Rektor.

Untuk masalah beasiswa PPA sudah ditangani pihak kepolisian. Hanya saja mahasiswa tidak mau menerima penjelasan rektor begitu saja. Terjadilah perdebatan diantara mahasiswa dan rektor. Tiba-tiba Dosen FISIP Mukhlis Fataruba melakukan orasi. Dia mengaku kecewa dengan sikap aliansi dosen yang awalnya mengumbar janji akan melakukan aksi demo, namun tak satupun diantara mereka bergabung dalam aksi tersebut.

Meski demikian dia tetap berkomitmen untuk menolak pelantikan pembantu rektor. Menurut dia, pelantikan tersebut cacat hukum, karena itu tidak sah. Akibat pelantikan pembantu rektor, aliansi dosen akan mem-PTUN-kan rektor. Dia juga mengeritik rektor terkait kehadiran polisi di kampus. “Seakan rektor tidak mempercayai resimen mahasiswa,” keluh dia.

Ditengah orasi Fataruba, rektor langsung meninggalkan massa pendemo dan masuk kembali ke gedung rektorat. Dia tidak sempat menjelaskan keinginan mahasiswa untuk memfungsikan genset yang kini tengah mengalami kerusakan.

Mahasiswa yang kecewa dengan sikap rektor, berusaha menerobos barikade polisi dan security kampus didepan pintu masuk gedung rektorat. Meski tidak tidak diterima masuk, mereka terus saja melakukan orasi. Setelah 30 menit melakukan orasi, datang Pembantu Dekan I FISIP Viktor Manuputty. Dia memerintahkan mahasiswa FISIP untuk kembali ke kampus. Setelah mahasiswa FISIP memisahkan diri dari massa, satu per satu mahasiswa kemudian meninggalkan gedung rektorat.

Pelantikan Pembantu Rektor Unpatti sendiri tidak dihadiri oleh empat dekan masing-masing Hukum, FISIP, Perikanan, dan Teknik. Sementara Dekan FKIP yang awalnya menolak pelantikan, tampak hadir dalam acara tersebut, selain itu ada Dekan Pertanian, Dekan Ekonomi, dan MIPA.

LEASA TANTANG REKTOR
Dekan Hukum George Leasa, kemarin, menilai rektor membohongi mereka dengan dilantiknya empat pembantunya. Dengan pelantikan PR, kata dia, rektor telah menutupi satu kejahatan besar, karena fakultas yang dipimpinnya telah menarik kepercayaan terhadap rektor. “saya berharap dengan perkataan ini rektor akan melaporkan saya ke polisi,” sindir Leasa.

Pakar hukum pidana ini mengaku mempunyai bukti tentang berbagai kebohongan rektor. Dia mencontohkan, perjanjian yang dibuat secara tertulis diatas materai Rp. 6000, telah diingkari rektor. Kata Leasa, kalau rektor sudah berbohong, mau dibawa kemana Unpatti.

Terkait pelantikan yang dilakukan tertutup terhadap wartawan, Leasa mengatakan, “Karena rektor sekarang ini sedang dalam suatu ketakutan yang besar, sebab pada hari sabtu (20/12) besok akan diperiksa oleh kejaksaan. Dan kalau dia bisa ditahan maka akan ditahan, itulah sebabnya acara pelantikan ini ditutup-tutupi.”

Sementara itu, dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA), Thomy Pentury mengatakan, kalau pelantikan PR rektor adalah sesuatu yang sah-sah saja. “kalau selaku pimpinan tertinggi di universitas rektor ingin malantik PR maka itu sesuatu yang wajar,” katanya.

Kalau ada masalah itu urusan rektor, sebagai komponen universitas dia akan selalu mendukung kebijakan rektor. Pelantikan PR penting dan harus dilakukan sebab masa jabatan PR yang lama telah selesai. “Pejabat baru pasti mempunyai semangat yang baru dalam menjalankan aktivitasnya, dan kami harapkan masalah yang menerpa Unpatti dapat terselesaikan, serta Unpatti dapat kembali menggeliat dalam menjalankan aktivitas akademik yang berprestasi,” ujar Pentury.

Selama ini, kata Pentury, masalah yang menerpa Unpatti kebanyakan adalah masalah yang sifatnya non-akademik dan tidak berimbas kearah masalah akademik. “Dan saya yakin para PR yang baru dapat membawa Unpatti kearah yang lebih baik,” harap Pentury.

AmbonEkspres

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Tim pencari lanjutkan evakuasi korban gempa dari reruntuhan
      Tim pencari dan penyelamat melanjutkan upaya mengevakuasi korban gempa dari bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya kemarin pagi, menewaskan lebih ...
    • Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima
      Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut kekuatan gempa bumi 6,5 Skala Richter (SR) yang kemarin pagi mengguncang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya setara dengan kekuatan empat hingga enam ...
    • Penyertaan Modal Negara untuk PT SMI perlu diaudit BPK
      PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun.Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: