Hotel Prodeo, Menanti Koruptor Genset

Mesin ‘Baru’ tak Ada Garansi

Dugaan korupsi pengadaan tiga unit mesin genset senilai Rp7 miliar yang menyeret beberapa pejabat Universitas Pattimura kian jelas masalahnya, setelah satu dari tiga saksi mengaku mesin tersebut adalah bekas bukan baru sesuai kontrak.

Pemeriksaan terhadap mesin juga baru dilakukan setelah dibeli, padahal pemeriksaan mesti dilakukan sebelumnya.

Pengakuan ini terungkap dalam pemeriksaan selama empat jam terhadap mantan Pembantu Rektor II Hawa Ambon sebagai pejabat pembuat komitmen atau pimpinan proyek dan mantan Kepala Biro Keuangan Mon Nirahua, kemarin. Pemeriksaan terhadap keduanya dimulai sejak pukul 09.00 sampai pukul 13.00. Selain Ambon dan Nirahua, tim teknis Unpatti IE Thenu juga menjalani pemeriksaan pada kemarin sore.

Ketiganya masih diperiksa sebagai saksi. Mereka menghadiri pemanggilan jaksa sekitar pukul 09.00 WIT, dan langsung menjalani pemeriksaan di lantai dua kantor Kejati oleh anggota tim jaksa yang diketuai Wakil Kepala Kejati atau Wakajati Maluku Babul Khoir Harahap.

Pemeriksaan terhadap tiga orang tersebut dilakukan secara terpisah pada tiga ruangan berbeda.
Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres di Kejati Maluku menyebutkan, salah satu dari tiga saksi ini mengaku bahwa mesin yang dibeli adalah bekas, bukan mesin baru. Meski demikian kejaksaan tidak mau membeberkan siapa yang telah mengaku. “Yang pasti dia pejabat Unpatti,” kata sumber ini berteka-teki.

Dalam pemeriksaan itu, ada saksi yang menyatakan umumnya berlaku tiap pembelian mesin baru dari distributor atau perusahaan yang menjual produk memberikan kartu garansi atau jaminan. Namun pengadaan tiga unit mesin bermerk Mitsibushi senilai lebih Rp 7 miliar itu tanpa disertai garansi.

Indikasi lain terungkap bahwa pemeriksaan terhadap mesin genset baru dilakukan setelah dibeli. Pemeriksaan baru dilakukan sekitar pertengahan Juni 2006, sementara mesin dibayar oleh pihak Unpatti Mei 2006. Anehnya, tim teknis tidak mengetahui kalau mesin tersebut sudah dibeli terlebih dahulu baru diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan. “Tim teknisidiperintah secara lisan oleh pimpinan mereka. Tidak ada laporan tertulis dari hasil pemeriksaan itu” ungkap sumber koran ini di Kejati, kemarin.

Dalam pengadaan tiga unit genzet tersebut, tim teknis juga berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maluku. Mereka juga diduga terkait dalam kasus ini. Tim jaksa juga telah melakukan pemanggilan terhadap tim teknis dari Dinas PU, yakni Adelci Ayuba yang telah menjalani pemeriksaan pada Rabu (16/11) lalu.

Tim jaksa yang diketuai Wakajati Maluku Babul Khoir Harahap itu berkomitmen untuk memburu tersangka sampai ada penangkapan terhadap koruptor yang telah merugikan negara miliaran rupiah.

Sementara itu, Rektor Unpatti, H.B. Tetelepta akan diperiksa terakhir. Rencananya pemeriksaan dilakukan Sabtu hari ini, namun ditunda karena terbatasnya waktu. Rektor sebelumnya telah menyurati Kejati agar pemeriksaan dilakukan Sabtu (20/12) pukul 13.00 Wit, setelah dilakukan rapat senat Unpatti.

Sesuai rencana tim jaksa, setelah pemeriksaan terhadap seluruh pejabat di Unpatti maupun di Dinas PU yang terkait dengan dugaan korupsi tersebut, korps berbaju coklat itu akan memburu rekanan.

Asisten Pidana Khusus Kejati Maluku A. Ghazali Hadari yang dikonfirmasi menyangkut masalah ini, menolak berkomentar terkait pemeriksaan tiga pejabat Unpatti itu. “Proses pemeriksaan masih berjalan, jadi Anda ikuti saja perkembangan penanganan kasus ini,”ujarnya mengelak.

AmbonEkspres

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • IKM furnitur dan kerajinan siap sokong bisnis pariwisata dan hotel
      Industri kecil dan menengah (IKM) sektor furnitur dan kerajinan nasional siap memasok berbagai produk unggulan untuk memenuhi kebutuhan bisnis pariwisata dan perhotelan di Indonesia yang kian tumbuh. "Bahan baku dan desain ...
    • Anak Setya Novanto tak penuhi panggilan KPK
      Dwina Michaella, anak Ketua DPR Setya Novanto, hari ini tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan kasus korupsi dalam proyek pengadaan KTP-elektronik ...
    • Prancis dan Polandia berusaha perbaiki hubungan
      Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Polandia Beata Szydlo berusaha memperbaiki hubungan antara kedua negara, Kamis (23/11), menyusul perselisihan mengenai berbagai isu mulai dari regulasi Uni Eropa hingga patung ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: