Kejar Koruptor, Kejati Periksa Pejabat Depdiknas

Tim Kejaksaan Tinggi Maluku yang menangani dugaan kasus korupsi di Universitas Pattimura Ambon rupanya tidak main-main.  Untuk mengetahui darimana dana berasal, dan kemana saja dana itu mengalir tim pemburu koruptor ini akan menyambangi Kejaksaan Agung untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di inspektorat Direktorat Pendidikan Tinggi dan Direktorat jenderal Dikti, Departemen Pendidikan Nasional.

Pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di Depdiknas terkait dengan dua kasus korupsi, masing-masing kasus mesin genset dan pelaksanaan anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unpatti tahun 2006-2007. “Sepertinya rektorat sudah tahu informasi ini,” ujar salah satu sumber Koran ini di Unpatti, kemarin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Koran ini dari sejumlah sumber di Unpatti, menyebutkan, Kejati Maluku telah menyiapkan tim untuk berangkat ke gedung bundar Kejagung untuk melakukan pemeriksaan.

Sementara itu, rencana keberangkatan tim jaksa dibenarkan Wakajati Maluku Babul Khoir Harahap yang juga ketua tim pengusutan kasus korupsi Unpatti. Ia mengaku rencana keberangkatan itu sudah disiapkan, hanya saja soal waktunya belum pasti.

Terkait rencana pemeriksaan sejumlah pejabat di Depdiknas dan Dikti ia tidak menepisnya. “Memang ada rencana pemeriksaan ke sana (Inspektorat dan Dikti), hanya waktunya masih dipertimbangkan,” ujarnya saat dihubungi sore kemarin (22/12).

Sementara mengenai jumlah tim dan siapa-siapa pejabat pusat yang akan diperiksa, ia enggan menyebutnya. “Silahkan Anda (wartawan,red) tunggu dan kawal proses yang sementara jalan,” ujarnya.

PNBP UNPATTI TAK DISETOR
Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran ini dari sejumlah sumber di Unpatti menyebutkan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unpatti tahun 2006 sekitar Rp 26,6 miliar. Dari jumlah itu yang harus disetor ke kas Negara sebesar Rp 18, 17 miliar, hanya saja disinyalir yang disetor ke kas negara hanya Rp13,88 Miliar, sementara Rp 4,2 Miliar tidak disetor dan diduga telah di korupsi.

Sebagaimana pernah dilansir Ambon Ekspres 24 Oktober 2007 lalu menyebutkan, total PNBP Unpatti tahun 2006 sekitar Rp 26,6 Miliar. Dana ini berasal dari PNBP yang disimpan di BNI 1946 dengan nomor rekening 0085688917 atas nama PR II senilai Rp 9,01 Miliar, PNBP di Bank Mandiri Cabang Pantai Mardika dengan nomor rekening 152-000575302-1 atas nama Rektor Unpatti, Prof. Dr. H. B. Tetelepta dengan nilai sekitar Rp 16,48 Miliar, PNBP bantuan Presiden RI senilai Rp 100 juta, dan bantuan pemerintah provinsi Maluku Rp 1 Miliar. Sementara dari Pagu DIPA PNBP Unpatti Rp 8,42 Miliar.

Dari selisih PNBP Rp 26,6 Miliar dengan Pagu DIPA PNBP 2006 Rp 8,42 Miliar diperoleh Rp 18,17 Miliar yang harus disetor ke kas negara. Hanya saja dari jumlah itu diduga kuat Unpatti hanya menyetor sekitar Rp 13,88 Miliar, sementara sekitar Rp 4,2 Miliar menguap entah kemana.

Menurut salah satu sumber koran ini menyebutkan, PNBP yang disetor ke kas negara itu hanya Anggaran Bantuan Tambahan atau ABT sebesar Rp 4,5 Miliar, subsidi langsung Dikti untuk membiayai 10 kegiatan senilai Rp 8,90 miliar, dan di kas negara serta saldo di Bank Mandiri totalnya sekitar Rp 473 juta. Jumlah keseluruhan dari empat komponen PBNP itu sekitar Rp 13,88 Miliar.

Dia menuturkan, kalau dilihat selisih PNBP Rp 18,17 Miliar dengan PNBP yang disetor berdasarkan bukti tersebut, maka sekitar Rp 4,2 Miliar tidak diketahui juntrungannya. “Yang mesti dipertanyakan itu Rp 4,2 Miliar itu dikemanakan, karena sesuai bukti-bukti yang disetor ke kas negara dan diakui itu cuman Rp 13,88 Miliar,” papar sumber yang juga mantan pejabat di Unpatti itu.

Menurutnya, pengelolaan PNBP Unpatti tahun anggaran 2006 menyalahi UU Nomor. 20 tahun 1999 tentang PNBP dan peraturan pemerintah No. 22 tahun 1999 tentang jenis dan tata cara penyetoran PNBP. Karena sesuai UU dan peraturan pemerintah, semua PNBP berupa bantuan dan hibah serta lainnya segera disetor ke kas negara sebelum digunakan.

Sebagaimana pernah dilansir Koran ini Oktober 2007 lalu, Rektor Unpatti, H. B. Tetelepta saat itu membantah informasi tersebut. Ia mengaku PNBP Unpatti hanya sekitar Rp 9 Miliar. Demikian juga nomor rekening yang disebutkan sudah ditutup alias sudah tidak difungsikan lagi. Bahkan seluruh pelaksanaan anggaran terkait PNBP diakuinya telah selesai diperiksa oleh tim Inspektorat Dikti, Depdiknas.

Hanya saja, begitu memasuki akhir tahun ini, tim Kejati Maluku mulai gencar menelusuri dugaan korupsi PNBP Unpatti tersebut. Bahkan kini kasusnya telah ditingkatkan ke penyidikan, dan dalam waktu dekat tim jaksa akan berangkat ke gedung bundar untuk melakukan pemeriksaan sejumlah pejabat di Dikti dan Depdiknas yang mengetahui penggunaan dana-dana tersebut.

AmbonEkspres

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Pengumuman Seleksi Bakal Caleg PSI
      Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kedua kanan) beradu tangan dengan politikus PSI Giring Ganesha disaksikan Ketua panelis independen yang juga Mantan Menteri Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif Mari ...
    • Megawati Soekarnoputri ingatkan semangat gotong-royong
      Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengingatkan pentingnya semangat gotong royong yang juga diusung Presiden Soekarno. "Melalui gotong royong pembangunan di Indonesia dapat dilaksanakan," kata Megawati, ...
    • Atasi KLB Difteri
      Petugas Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyuntikan vaksin difteri kepada anak di Posyandu Cirengas, Serang, Banten, Sabtu (16/12/2017). Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat saat ini terdapat 91 kasus penyakit yang sangat ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: