Dilema Muslim Beri Selamat Natal

Ada di antara umat Muslim yang tidak mau mengucapkan selamat hari Natal kepada umat Kristen. Hal itu disebabkan fatwa Majelis Ulama Indonesia MUI yang melarang penyampaian selamat seperti itu. Apa dampak larangan pemberian selamat hari Natal dari kaum Muslim kepada umat Kristen di Indonesia? Apakah gaung larangan tersebut diikuti oleh umat Muslim? Ikuti wawancara Radio Nederland dengan Nong Darol Mahmada, aktivis Jaringan Islam Liberal di Jakarta:

Nong Darol Mahmada [NDM]: Kalau dalam tradisi Islam di Indonesia saya kira lebih banyak yang biasa mengucapkan selamat Natal atau bahkan selamat hari besar ke agama-agama yang lain ya. Karena dalam tradisi Islam di Indonesia itu sikap toleransinya itu lebih besar. Sebelum adanya atau maraknya yang namanya Islam konservatif. Karena misalnya dalam tradisi katakanlah keluarga di Jawa imisalnya ya, itu kan sudah biasa dalam satu keluarga itu ada yang memeluk Islam dan ada yang memeluk Katolik atau Kristen. Sehingga perayaan Natal atau Lebaran itu dirayakan bersama-sama dan itu biasa.

Jadi bukan hanya sekedar mengucapkan selamat Natal, bahkan merayakannya pun sudah biasa gitu. Belakangan setelah misalnya adanya Fatwa MUI yang melarang mengucapkan selamat Natal itu baru ada semacam itu gitu. Padahal sebenarnya dalam tradisi di Indonesia itu nggak seperti itu.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Mengapa kok MUI mengeluarkan larangan seperti ini ya?

Haram mengucapkan selamat Natal
NDM: Ya, karena itu mencerminkan eksklusifitas tentang Islam itu sendiri. Ada kekhawatiran dengan mengucapkan selamat Natal itu dengan sendirinya mengikuti ritual Natal itu sendiri, padahal kan nggak. Dalam kaitannya dengan mengucapkan selamat Natal, itu kan lebih sifatnya itu kan lebih hubungan kemanusiaan ya, bukan hubungan keagamaan bukan, tapi hubungan kemanusiawan hablul minannaz gitu lo.

Dalam kondisi atau situasi Indonesia yang pluralis, mengharamkan mengucapkan Natal atau mengucapkan selamat hari raya kepada agama yang lain, itu menurut saya itu mustahil nggak mungkin itu tidak bisa diberlakukan meskipun dengan pendasaran ajaran apapun ya. Karena menurut saya yang harus lebih ditonjolkan itu, itu lebih pada kondisi di Indonesia sendiri yang lebih dan lebih toleran.

RNW: Kalau begitu peran MUI selama ini, itu dia mengeluarkan Fatwa sebetulnya yang tidak benar ya mbak Nong?

NDM: Betul, kalau saya melihat dampaknya itu menciptakan eksklusivitas agama-agama ya, yang semestinya itu tidak bisa di Fatwakan seperti itu, doktrin seperti itu. Karena itu tidak sesuai dengan kondisi kita malah memperburuk hubungan antar agama. Yang semestinya ada dialog, yang semestinya ada hubungan harmonis hanya karena misalnya Fatwa seperti ini, kemudian ada kecurigaan, ada eksklusvitas yang akhirnya masing-masing agama-agama itu.

Padahal di kita itu, di Indonesia dengan dia punya lebih dari lima agama sekarang itu nggak mungkin kan seperti itu gitu. Banyak sekali Fatwa-fatwa MUI yang malah bukan menciptakan keharmonisan dalam bernegara, dalam bermasyarakat di Indonesia malah memperuncing hubungan antar kemanusiaan itu sendiri, antar keagamaan gitu.

RNW: Mbak Nong, Fatwa MUI ini berdasarkan apa sih sebetulnya?

NDM: Pertama soal bahwa tidak boleh mengikuti katakanlah ritual agama, jadi harus masing-masing saja. Terus yang kedua, dengan mengucapkan Natal itu kaya semacam mengakui bahwa katakanlah Isa itu adalah Tuhan gitu kan, padahal dalam Islam itu nggak seperti itu. Posisi Fatwa itu kan tidak mengikat ya, kaya semacam anjuran saja gitu.

Jadi boleh dilakukan atau tidak dan saya kira dalam kasus di Indonesia itu menurut saya tidak terlalu berdampak kecuali buat beberapa kelompok yang memang katakanlah, kan adanya globalisasi keagamaan yang konservatif itu ya, itu dituruti oleh orang-orang seperti itu. Tetapi kalau dalam tradisi yang sebenarnya di keluarga atau masyarakat Indonesia khususnya daerah-daerah Jawa itu, samasekali nggak berpengaruh.

13 Comments

  1. asllmulkm…..muslimku, salam sejatera selalu, bagi yg ber,agama lain….
    stiap agama menganjurkan unktuk meyakini tuhannya,, tp sadarkah anda, bahwa apa yg anda yakini, blm prnah ada yg melihatnya. bicralh tujuany,,jangan bicara prilaku manusiany. karna manusia tiada yg sempurna. gitu aja ko repot,, he..he tuhan aja g repot.

  2. Orang2 jil ini sdh merambah kekmpng2,pmhmnnya sdh msk kegenerasi anak2 muda,ya Allah binasakanlah para penyerunya,akan tetapi hidayah lebih baik bagi mereka.

  3. hai..tony hati2x kalau kasih komentar……kalau loe belum tau gimana enaknya makan babi panggang.
    HALLELUJAH……

  4. Mengucapkan selamat Natal adalah Haram hukumnya, karna kl mengucapkan berarti meng “Iya” kan kl Yesus itu tuhan..padahal dia hanyalah seorang nabi,manusia, sama seperti kita2 ini.Hanya saja dia mulia karena dia diangkat sebagai nabi utusan Allah SWT
    Orang oarng nasrani itu sebenarnya ragu akan agama mereka. Tetapi mereka gengsi terhadap orang islam, karna mereka takut orang islam tau kl mereka itu telah keliru.Alhamdulillah saya sudah tau bahwa Yesus itu adala nabi Isa dan Allah SWT adalah zat yang ghaib yang patut di sembah..semoga mereka mau membuka mata dan membuang gengsi mereka.Untuk orang2 JIL mending kalian pindah agama aja dah…kalian tu hanya merusak akidah umat islam yang sudah mapan.. …dasar budak KAPIR..
    FuCK TO ULIL, MUSDAH DAN ANTEK2 JIL lainnya…….

  5. Selamat Natal???
    Orang merayakan natal dikasi selamat???
    emang orang kalau natalan itu selamat???
    selamat di mana???
    di dunia??? di akhirat???
    SELAMAT GUNDULMU???!!!!!!!!

  6. amaluna amlukum aja dechhhh dan lakum dinukum waliyadin gitu aja ko repottttttttttt di islam yang kaffah itu tidak ada namany toleransiii ini masalah keyakinann lo baa jangan di campuradukannnnnnn piye to sampeyann?????

  7. hahahaha….akhirnya ada yang ngaku bahwa di dalam islam tidak ada tenggang rasa. pamahaman ini yang buat bangsa indonesia hancur! hahahha…ada lagi yang ngecap islam tidak dibawa dengan kekerasan??? bagaimana di pakistan??? kekerasan terhadap warga hindustan?? or di Indonesia sendiri kekerasan sesama anak bangsa di halalkan bahkan sesama muslim sendiri…..
    lebih baik pikiran muslim liberal, daripada pikiran ente2 semua yang pada di doktrin full kekerasan!! penuh fitnah!! iri hati!! dengki!!

  8. Maunya orang kristen itu apa sih? Apa orang kristen mau saat natal umat ISLAM mengucapkan selamat natal, dan saat hari lain orang ISLAM memaksakan agamanya untuk yang bukan orang ISLAM, bagi kami umat ISLAM ucapan selamat natal bukan sebuah bentuk toleransi, bagi kami toleransi adalah “UNTUKMU AGAMAMU UNTUKKU AGAMAKU” orang kristen mestinya harus “INSTROSPEKSI DIRI” bagi anda orang kristen sebuah toleransi adalah dengan mengucapkan selamat “IEDUL FITRI ATAU IEDUL ADHA” didepan umat ISLAM tapi dibelakang umat ISLAM anda berusaha untuk menghancurkan ISLAM mendangkalkan AQIDAH umat ISLAM, memfitnah umat ISLAM, menghujat ISLAM, anda harus tau ISLAM tidak dibawa dengan kekerasan, ISLAM tidak memaksakan Agamanya untuk dianut orang dari agama lain, dan yang terpenting yang harus diketahui ISLAM tidak dibawa oleh bangsa penjajah, seharusnya saat wawancara tentang ISLAM jangan dengan orang-orang ISLAM liberal, bagi mereka agama hanya pelengkap KTP, mereka tak tau apa-apa tentang ISLAM, tapi mereka SOK TAU tentang ISLAM, dan bagi aktivis ISLAM liberal sebaiknya cepatlah taubat sesungguhnya siksa ALLAH sangatlah pedih.

  9. tanya soal agama kok pada orang yang liberal. salah alamat kang…!!!

  10. klo islamnya islam liberal ya seperti itulah jalan pemikirannya.
    hal2 yg seperti itu yg harus umat islam sebenarnya perlu hati2 jangan mengikuti pemikiran orang2 seperti itu yg menyamakan semua agama.

  11. bener2 konyol…

  12. Fatwa MUI bukan sekedar fatwa, tapi berdasar pada hukum akidah yang ada. Emang begitu adanya. Lain halnya hukum yang dibuat manusia….
    Lakum Dienukum Waliadien…. (Bagimu agammu, bagiku Agamaku)
    Tetangga saya juga seorang Katholik, wakt natal saya juga datang ke rumahnya, tapi saya tidak mengucapkan selamat. Sekedar jalin hablum minan nas aja….
    Tapi akidah dan keyakinan tetap pada pendirian….

    Thx 4 share

  13. mbak nonk,,,,coba mbak kembali kepada salah 1 ayat dari surat Al kafirun,…”Lakum dinukum waliyadien” jadi bukan masalah inklusivitas islam atau apa,tapi dalam hal agama kita tidak ada tenggang rasa,dan ucapan Selamat itu bukan sekedar Hablum minan naas,tapi sdh menyangkut akidah dan keyakinan.
    coba deh…kl anda bnr2 seorang muslim,jangan membingungkan umat.
    agama kita sdh benar2 memberi aturan yg jelas.
    moga Allah mengampuni dosa2 kita.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Belanja di Apple Store bisa lewat Apple Watch
      Pembaruan Apple Store kini membuat pengguna Apple Watch dapat membeli item langsung dari pergelangan tangan.Fitur baru tersebut dapat dinikmati setelah pembaruan versi 4.1 aplikasi tersebut, tapi, tidak semua katalog bisa ...
    • Wapres: bela negara bukan hanya saat perang
      Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan semua harus mempersiapkan diri untuk bela negara, bukan hanya pada saat terjadi perang. "Bela negara bukan hanya perang, tapi juga memajukan negeri ini dengan baik dan berkeadilan," ...
    • Polda Kepri benarkan pesawat Polri jatuh
      Polda Kepri membenarkan pesawat M-28 Sky Truck dengan nomor regristrasi B-4201 hilang kontak dan diketahui jatuh di perairan Kabupatan Lingga pada sisi selatan Provinsi Kepri. "Iya benar, pesawat sempat hilang kontak. ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: