Memilih Tokoh Top of The Top

Penggarapan Ikon 2008 ini adalah pekerjaan baru bagi kami. Sepanjang 14 tahun Gatra berdiri, baru sekali kami menggelar pemberian penghargaan macam ini. Itu pun terjadi sekitar satu dasawarsa lalu. Pada waktu itu, kami menggelar Djafar Bushiri Award, nama yang diambil dari koresponden Gatra yang wafat di Timur Tengah. Bidang yang kami fokuskan ialah kemanusiaan.

Di penghujung tahun 2008, kami mencoba membangkitkan kembali pemberian penghargaan tersebut dengan pendekatan dan format berbeda. Modal utama kami ialah para tokoh yang mengisi rubrik Ikon selama dua tahun terakhir ini. Rubrik ini adalah yang paling muda di antara sejumlah rubrik yang ada di Gatra. Ketika kami menetapkan adanya rubrik ini, mindset kami berujung pada pemberian penghargaan.

Namun kriteria rubrik Ikon yang ketat –sang tokoh disyaratkan berusia 40 tahun atau lebih muda– membuat pilihan kami menjadi sangat terbatas. Untuk mendapatkan sosok yang tepat rasanya sulit, terutama bila dikaitkan dengan kepioniran tokoh itu di bidang yang digelutinya. Contoh paling mudah ialah bidang sosial, khususnya yang berkaitan dengan pengumpulan zakat. Dalam rubrik Ikon kami, nama yang muncul adalah Abu Syauki.

Namun, dari sudut pandang perintisan, nama Eri Sadewo dan Didin Hafidudin lebih menonjol. Karena itu, kami kemudian sepakat melepas batasan umur tadi. Hasilnya, kami mendapatkan lebih dari 75 nama dari sembilan bidang penilaian: hukum, ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, olahraga, ilmu & teknologi, dan kesehatan.

Seluruh nama itu kemudian disaring dalam sebuah sidang redaksi menjadi 32 tokoh. Tiap bidang memiliki tokoh nomor satu dan tiga hingga empat tokoh yang juga memberi sumbangan pada bidangnya. Penyaringan itu sendiri bukan pekerjaan mudah. Dalam beberapa bidang, kami kerap harus beradu argumentasi, yang kemudian berujung pengambilan suara.

Mengingat pentingnya mendapatkan tokoh top of the top, kami sepakat mengundang sejumlah ahli untuk mengambil keputusan. Tokoh-tokoh yang menempati urutan pertama di bidangnya kemudian kami sodorkan kepada Dewan Panelis, yang terdiri dari Sugiharto, mantan Menteri BUMN, pengamat politik Yudi Latif dan Eep Saefulloh Fatah, dan budayawan Radhar Panca Dahana. Dari background berbeda itu, kami berharap mendapat perspektif yang kaya dalam melihat tiap tokoh yang kami sodorkan.

Meski diberi bekal sembilan nama tadi, keputusan untuk mendapatkan Ikon 2008 bukanlah pekerjaan mudah. Para panelis sepakat bahwa tokoh ini tidak bisa dilepaskan dari dimensi waktu, dari sudut pandang atas apa yang menonjol terjadi sepanjang tahun 2008, yakni persoalan ekonomi. Tahun ini, Indonesia terkena imbas tsunami ekonomi yang episentrumnya berada di Amerika Serikat.

Bencana tsunami ekonomi itu memiliki daya rusak yang jauh lebih besar ketimbang krisis ekonomi yang pernah dialami negara kita satu dasawarsa lalu. Namun aspek ekonomi ini juga bisa dilihat dari berbagai perspektif. Kalau kita bawa ke kacamata pertumbuhan ekonomi, apa yang telah dicapai bangsa ini setahun terakhir perlu dikawal agar tidak dirusak oleh kelompok-kelompok yang ingin menggerogoti.

Dalam kalimat yang sederhana, pertumbuhan ekonomi tersebut harus dipertahankan, jangan dikorupsi. Dari perspektif ini, peran para pemberantas korupsi menjadi sangat relevan. Ditinjau dari kacamata kedaulatan ekonomi, apa yang telah dilakukan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mendapatkan konteksnya. Sisi lain yang bisa dilihat dari krisis ekonomi kali ini ialah pentingnya menumbuhkan bidang-bidang ekonomi kreatif. Ini membuat tokoh semacam Riri Reza, Onno W. Purbo, dan Fadil Fuad Basymeleh mendapat tempat.

Prestasi mereka di bidang masing-masing membuat bangsa ini makin dikenal dunia. Terlepas dari irisan-irisan tadi, Dewan Panelis sepakat untuk mengerucutkan tokoh-tokoh di sembilan bidang tersebut. Parameter pun dibangun dalam matriks penilaian. Tiga parameter penting itu adalah kompetensi, prestasi, dan magnitude. Berkat parameter tersebut, Dewan Panelis akhirnya sepakat untuk datang dengan tokoh-tokoh dua bidang, yakni hukum dan ekonomi.

Sepakat bukan berarti kata akhir bisa segera dicapai dengan mudah. Latar belakang para panelis yang berbeda-beda menjadi penyumbang bagi alotnya diskusi tersebut. Pada saat yang sama, perbedaan background itu sekaligus memberi sumbangan produktif. Tiap nama tokoh didekati dengan perspektif berbeda.

Untuk sosok Sri Mulyani Indrawati, para panelis sepakat bahwa Menteri Keuangan kita ini adalah sosok yang tegas, dengan latar belakang keilmuan yang tak bisa diperdebatkan lagi. Tahun ini, majalah Forbes menempatkan Mbak Ani di urutan ke-23 “Wanita Paling Berpengaruh di Dunia”. Sejumlah gelar Menteri Keuangan terbaik juga ada di pundaknya.

Kiprahnya di tingkat internasional pun diakui. Pada 2002, ia menjabat sebagai executive director untuk kawasan Asia Pasifik. Namun sosok Sri Mulyani di mata sebagian besar anggota Dewan Panelis belum cukup kuat untuk dijadikan ikon utama. Khususnya ketika parameter penilaian itu dikembangkan lebih jauh. Sri Mulyani adalah bagian dari masalah ekonomi yang berlangsung. Tapi belum ada satu pun kebijakannya yang secara langsung membawa Indonesia keluar dari katastrofe ekonomi ini.

Ketika akhirnya para panelis sepakat memutuskan lima komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Antasari Azhar, Mochammad Jasin, Bibit Samad Rianto, Haryono Umar, dan Chandra M. Hamzah, sebagai Ikon 2008, keputusan itu didasarkan pada sederet pertimbangan. Pertama, sebagai sebuah institusi, KPK memiliki kekuatan luar biasa. Sejak Taufiequrachman Ruki menjadi Ketua KPK, lembaga ini sudah memperlihatkan taringnya.

Institusi semacam ini penting untuk menjaga kelangsungan hidup satu negara, terutama yang masih dalam tahap pertumbuhan. Korupsi adalah momok bagi pertumbuhan ekonomi di negara mana pun. Trilyunan rupiah yang dihasilkan dari pertumbuhan ekonomi dalam sekejap bisa hilang digerogoti tikus-tikus korup ini. Ketika katastrofi ekonomi menunggu di depan mata, satu langkah yang perlu dipertahankan negara itu ialah paling tidak mempertahankan kue pertumbuhan ekonomi, yang bakal makin menyusut tadi, agar tidak dicuri.

Lalu, sepanjang tahun 2008, “Pandawa Lima” KPK melakukan hal itu. Sedikit dicibir di awal kerjanya, sepak terjang KPK malah mengagetkan masyarakat di kemudian hari. “Korban” mereka bervariasi, dari wakil rakyat, jaksa, hingga besan orang nomor satu di negeri ini. Aksi Pandawa Lima itu bisa dilakukan sendiri-sendiri atau bersama-sama, sebuah gambaran soliditas sebuah institusi.

Itulah alasan mengapa Dewan Panelis akhirnya memutuskan Pandawa Lima menjadi Ikon 2008. Dan kami pun sepakat.

***

Di luar ikon di dua bidang tersebut, kami juga menghadirkan tokoh-tokoh lain. Di bidang sosial, kami menempatkan Hj. Andi Rabiah sebagai ikon nomor satu. Wanita yang lebih akrab disapa “Suster Apung” ini adalah sosok inspiratif bagi siapa saja. Ia bekerja keras selama 31 tahun di Puskesmas Kepulauan Liukang Tangaya, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sepanjang pengabdiannya, kendala jarak yang dipisahkan lautan tidak menyurutkan niatnya untuk membantu sesama manusia. Andi Rabiah banyak menghadapi kondisi memprihatinkan dalam menangani pasien-pasiennya. Misalnya, kurangnya obat-obatan dan obat-obatan yang sudah kedaluwarsa. Belum lagi soal gajinya yang kerap terlambat datang. Begitupun, ia tetap menjalani tugas mulianya tersebut tanpa banyak menuntut.

Untuk bidang olahraga, kami mengunggulkan Chris John. Kami mengikuti kehidupan petinju ini selama beberapa hari di rumahnya, kawasan Sidodadi, Semarang. Ia sosok yang sangat membumi. Gelar juara dunia kelas bulu WBA tidak membuat Chris lantas hidup mewah dan berlebihan.

Chris John masih setia mengunjungi Pak Leman, tukang cukur langganannya, yang hanya mengutip Rp 8.000 per kepala. Alasan Chris lebih mengharukan lagi: dia tidak pernah cocok dengan potongan rambut para kapster salon ternama. Sebagai kepala rumah tangga, sosok Chris juga layak diacungi jempol. Tangannya, yang telah menyungkurkan banyak lawan di kanvas tinju, adalah juga bantal yang empuk bagi Maria Rossa Christiani, putri keduanya, yang masih berusia empat bulan.

Sepanjang sejarah tinju Tanah Air, mungkin baru Chris John yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia dalam waktu lama. Dulu Indonesia memiliki Elyas Pical. Namun ia tidak selama Chris John mempertahankan gelarnya. Sejak meraih gelar juara dunia kelas bulu WBA pada 2003, Chris lima kali mempertahankannya.

Chris juga sosok yang penuh disiplin dan sangat profesional. Tidak seperti petinju pro Indonesia lainnya, Chris rela melepas kerja sama panjangnya dengan pelatih Sutan Rambing, lalu memilih dilatih Craig Christian, pelatih yang berasal dari Australia.

Di antara banyak Menteri Kesehatan yang pernah dimiliki Indonesia, Siti Fadilah Supari mungkin yang paling berani. Ia mempertanyakan keberadaan Namru, lembaga riset milik Angkatan Laut Amerika Serikat, yang sudah lama bercokol di Jakarta. Dalam bukunya, Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung, Siti Fadilah menuding pihak Amerika Serikat dan WHO menjalin konspirasi seputar virus flu burung.

WHO, demikian tertulis dalam buku itu, mengirim sampel virus ke Los Alamos, New Mexico, tempat Amerika Serikat memiliki laboratorium senjata biologi. Tak pelak, ia mendapat banyak protes dari petinggi WHO dan Pemerintah Amerika Serikat.

Fisika bukan lagi ilmu yang selalu mengharuskan seseorang untuk tidak menikmati hidup. Itu yang selalu ditekankan Johannes Surya, ikon utama bidang pendidikan. Physics is fun! Bahkan lewat fisika, nama negara bisa harum, diperhitungkan bangsa lain. Berulang kali nama Indonesia muncul sebagai pemenang di ajang Olimpiade Sains.

Total jenderal, Indonesia mengumpulkan 54 emas, 33 perak, dan 42 perunggu dari berbagai Olimpiade Sains. Semua itu berkat sentuhan tangan dingin Johannes. Hingga saat ini, kami belum menemukan pendidik sekelas Johannes.

Tanpa banyak publikasi, Onno Widodo Purbo menjalani kegiatan yang dicintainya: mendidik, menulis buku, dan mengembangkan kecintaan dan penggunaan internet. Sejak dulu, cita-citanya ialah membuat seluruh rakyat Indonesia melek internet lewat koneksi murah. Tak mengherankan, ia banyak memperjuangkan konsep RT/RW Net, Wajanbolic, untuk menyebut dua di antara banyak konsep yang ada di benaknya, kepada masyarakat luas.

Onno adalah sosok rebellious dalam konteks pemberian kesempatan yang setara atas komputer, internet, dan koneksi internet kepada seluruh rakyat Indonesia. Ia mendukung penggunaan sistem operasi open source, yang tidak membuat kantong pemilik komputer bolong demi membayar lisensi. Sosoknya juga dijadikan sahabat oleh para hacker. Ratusan bahkan ribuan karya tulisnya dibiarkan dikopi banyak orang tanpa kutipan biaya apa-apa, karena Onno adalah penganut mazhab copyleft.

Dari bidang budaya, Hanung Bramantyo dan Riri Reza, di mata kami, adalah sosok sutradara film layar lebar dengan prestasi yang sangat ikonik. Industri film Tanah Air boleh bersyukur karena kehadiran dua sutradara ini. Di tengah kepungan film-film picisan (yang konon lebih mendatangkan penonton ketimbang film serius), Hanung dan Riri menyembul ke permukaan.

Hanung dikenal sebagai sutradara box office. Film terakhirnya, Ayat-ayat Cinta, disaksikan jutaan pasang mata di seluruh Indonesia. Riri Reza mungkin satu-satunya sutradara yang selalu mengedepankan kualitas. Film garapan Riri Reza, antara lain, Gie dan Laskar Pelangi. Di genggamannya, banyak sekali penghargaan dari berbagai festival film bertaraf internasional.

Ketika menjabat sebagai Bupati Kebumen, Rustriningsih adalah sosok di balik kemajuan daerah berpenduduk 1,2 juta jiwa yang tersebar di 460 desa itu. Dia berhasil membangun beberapa proyek infrastruktur vital. Antara lain: jalur selatan-selatan di Kabupaten Cilacap dari Patimuan-Sidareja-Jeruklegi sepanjang 58,95 kilometer dengan lebar 4-5 meter; Jembatan Karangbolong yang melintas di atas Sungai Suwuk yang menjadi penghubung Kecamatan Puring dengan Kecamatan Ayah; jalur Adipala, Cilacap-Bodo, Kebumen, sepanjang 28,3 kilometer dengan lebar 5 meter berkonstruksi aspal hotmix.

Rustri juga berhasil membangun komunikasi dua arah yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Dia mengajak warganya berpartisipasi aktif melalui dialog interaktif, seperti “Selamat Pagi Bupati”. Rustriningsih juga yang pertama memopulerkan penggunaan internet bagi aparat di pemerintahannya. Rustri, srikandi yang cantik dan cerdas, boleh disebut sebagai salah seorang ikon perempuan dan generasi muda yang potensial menjadi pemimpin nasional.

Ketika masih lajang dalam usia muda, 20-an tahun, ia sudah berkiprah di partai politik dan pada usia 33 tahun terpilih menjadi bupati. Berkat prestasinya itu, rakyat Jawa Tengah mempercayakan posisi wakil gubernur kepadanya lewat pilkada, beberapa bulan lalu.

***

Edisi akhir tahun ini kami kemas dalam format yang sedikit berbeda dari presentasi edisi khusus sebelum-sebelumnya. Kesempatan yang sangat luas sengaja kami berikan kepada para fotografer Gatra dalam mendapatkan foto unik, baru, dan yang benar-benar mewakili sang ikon.

Porsi halaman yang demikian besar juga kami sediakan agar foto tadi bisa lebih lantang bicara. Ini cara kami untuk menerapkan konsep visual thinking, yang nanti bakal banyak ditemukan di majalah ini.

Kami menyadari bahwa pemilihan tokoh berprestasi macam ini tak luput dari berbagai distorsi, subjektivitas, dan sejumlah kesalahan lain. Semuanya kami kembalikan kepada pembaca yang budiman. Tahun depan, kami akan kembali dengan presentasi yang lebih baik.

Carry NadeakGATRA Edisi Khusus, 25 Desember 2008

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • 7 cara manfaatkan tabir surya kedaluwarsa
      Coba periksa tanggal kedaluwarsa tabir surya Anda untuk memastikan apakah masih berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari.Tabir surya punya masa kedaluwarsa selama enam bulan setelah dibuka, kata perlindungan konsumen ...
    • Klasemen Liga Spanyol, Real Madrid tinggalkan Barcelona
      Berikut hasil pertandingan dan klasemen liga Spanyol pada Minggu waktu setempat. Pertandingan Minggu 4 Desember: Alaves 1 Las Palmas 1 Athletic Club 3 Eibar 1 Real Betis 3 Celta Vigo 3 Sporting ...
    • Beberapa mayat ditemukan lagi setelah gudang terbakar di Oakland
      Beberapa mayat ditemukan lagi pada Ahad (4/12), setelah petugas pencarian memasuki dua daerah lain di gudang yang terbakar 36 jam sebelumnya. Namun Sersan Ray Kelly dalam taklimat kedua pada Ahad, tak bersedia menyebutkan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: