Pulang ke “Betlehem Rohani”

Bicara Natal, bicara keselamatan. Persoalannya siapa yang menyelamatkan? Tak ada yang diselamatkan kalau tak ada penyelamatnya terlebih dahulu. Siapa yang menjadi penyelamat, sehingga sesuatu yang membinasakan-mencelakakan digagalkan atau dihindarkan.

Natal dalam konteks dosa, berarti menyelamatkan dari akibat dosa. Dosa yang kelam dihapuskan melalui pengambilalihan dosa itu ke atas pundak si penyelamat. Dosa kita diambil alih, menjadi seolah ia yang berdosa, konsekuensinya si penyelamat wajib menerima hukuman sebagai akibat dosa kita. Keselamatan bermakna “arah sebaliknya”, berputar seratus delapan puluh derajat, dari celaka-binasa menjadi selamat-hidup. Ia arah pulang yang “aman-terpelihara”, bukan sebaliknya arah pergi yang “rawan-tak terjamin”.

Dalam konteks yang lebih riil seperti kelaparan, Natal berarti menyelamatkan perut kosong dengan memberi makan. Penyelamat yang dibutuhkan ialah makanan. Kekeringan, hama yang membuat gagal panen, dan kelaparan harus ditebus dengan pasokan makanan dan benih baru. Atau mengungsikan mereka yang lapar ke tempat yang tersedia makanan.

Menyelamatkan perut dengan makanan dalam makna ini memperjelas bahwa Natal sebagai ikon keselamatan adalah jawaban. Kebutuhan pemutihan dosa hanya bisa dilakukan dengan penebusan dosa. Kelaparan hanya bisa diselesaikan dengan mengenyangkan. Natal dengan demikian bicara jawaban, penebusan, sebagai pengambilalihan apa yang tidak selamat itu agar berakhir selamat. Pendeknya Natal, keselamatan, adalah arah pulang, pemulihan, setelah babak belur dalam dosa, kelaparan, dan problem kehidupan lainnya.

Sayang, urusan pulang agar memeroleh jawaban, penebus dan penyelamat bagi problem kehidupan tak segampang membalik tangan. Antroposentrisme akut memungkinkan manusia bertindak sebaliknya, bukannya pulang tetapi justru pergi. Dalam kisah si anak hilang di Injil, ketidakpuasan atas berkat di rumah orang tuanya membuat si anak pergi dengan warisannya, sampai akhirnya kemiskinan memaksa pulang ke rumah bapanya.

Manusia selalu tidak puas dengan “jatah berkatnya” dan tertantang untuk mencari berkat tambahan di tempat lain. Ia lebih percaya diri di sana, daripada percaya Tuhan memeliharanya di sini. Dipikirnya mencari keselamatan, jalan keluar atas berbagai problem hidup semudah “ketik-reg-spasi-selamat”, sehingga berkat akan mudah didapat kemana ia pergi, dan mudah diperoleh apa pun yang ia lakukan.

Musim Panen
Salah satu kisah ketidakselamatan ialah Kitab Rut, Perjanjian Lama, yang layak direnungi pada Natal tahun ini. Inilah kisah ketidakselamatan keluarga Elimelekh dan istrinya Naomi, ketika menghadapi problem kelaparan di Betlehem. Padahal, sebagai Tanah Perjanjian yang dijanjikan Allah dengan “limpah susu dan madunya” (simbol diberkati) seharusnya membuat keluarga ini setia akan janji Tuhan, bahwa ia akan selamat meski bencana kelaparan melanda daerahnya. Tetapi apa yang terjadi, Elimelekh, Naomi, beserta kedua anak laki-lakinya, Mahlon dan Kilyon, pergi dari Betlehem. Padahal, jelas-jelas bahwa makna kata Betlehem ialah “Rumah/Kota Roti” yang identik dengan terpeliharanya kehidupan karena selalu ada makanan di situ.

Keluarga Elimelekh bukan keluarga miskin-miskin amat. Diceritakan bahwa ia mengungsi dari wilayah kelaparan itu dengan “tangan penuh” membawa bekal banyak untuk mengungsi ke Moab. Elimelekh sendiri berarti “Tuhan adalah Rajaku”. Jika digabungkan keluarga ini mestinya senang berada di Betlehem sebagai Kota Roti, dan lagi Tuhan jadi Rajanya. Tapi iman yang tersirat dalam makna Betlehem dan nama Elimelekh tidak menjamin mereka ingat janji Allah. Sebaliknya, mereka pergi mencari keselamatan karena keraguan hati mereka, apakah benar Allah bisa menyelamatkan dari bencana kelaparan yang melanda. Ironis memang.

Sepuluh tahun di Moab, ketidakselamatanlah yang dituai. Elimelekh dan kedua anak laki-lakinya mati di sana. Ketika terdengar kabar bahwa Allah memulihkan Betlehem dengan musim panen, pulanglah Naomi dengan kedua menantu perempuannya Orpa dan Rut ke Betlehem. Sayang, Orpa memilih pulang ke negeri asalnya dan hanya Rut yang tetap setia mengikuti Naomi ke Betlehem.

Sampai di Betlehem Naomi ingin dipanggil Mara, yang berarti Yang Mahakuasa melakukan banyak yang pahit kepadaku.

Meski pulang dengan duka lara kematian orang terdekat dan juga kemiskinan, Naomi di arah yang benar. Melalui Rut, perempuan Moab menantu yang mengasihinya, Allah menebus kesalahan Naomi dan keluarganya ini. Di Betlehem sedang musim menuai, Rut bekerja memungut sisa ceceran jelai dari ladang yang “kebetulan” milik Boas, sanak saudara Elimelekh.

Saatnya Pulang
Manusia boleh kebetulan, tapi Allah mengurapi kebetulan itu menjadi rencana besar penebusan yang sedang dimulai-Nya. Melalui ladang Boas inilah Naomi dan Rut bisa makan kembali. Bahkan, Rut akhirnya menjadi istri Boas. Boas bukan hanya menebus Rut dan Naomi tetapi juga mengembalikan milik pusaka keturunan Elimelekh dan anak-anaknya.

Keselamatan menuntut kerendahan hati bahwa kita butuh penebus, seperti kata Naomi: Orang itu (Boas) kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita. Rut juga mengatakan hal yang sama: Kembangkanlah kiranya sayapmu (Boas) melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami.

Pertayaan bagi kita hari-hari ini, apakah kita sedang pergi meninggalkan Betlehem? Dalam duka-susah di Moab zaman ini? Ataukah kita dalam arah pulang ke Betlehem? Atau bahkan sedang ditebus oleh Penebus kita. Tentu kita tidak perlu ke Betlehem fisik di Israel sana, tetapi pulang ke “Betlehem rohani” bermakna kita pulang kepada Allah dan kebenaran-Nya, janji-janji-Nya setelah kita meninggalkan, menolak kebenaran-Nya, tak memercayai janji-janji-Nya, dan memilih memercayai ilah-ilah dunia ini.

Cerita penebusan Boas merupakan gambaran tentang Juru Selamat yang sebenarnya, yakni Yesus. Mikha 5:2 mengatakan, Betlehem memang yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, tapi dari padanya bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel. Dari sanalah lahir Yesus, Juru Selamat sesungguhnya. Ihwal pulang ke Betlehem juga dijalani Maria-Yusuf yang “kebetulan” pulang untuk sensus penduduk, tapi yang kebetulan di tangan Allah menjadi Rencana Agung untuk lahirnya Juru Selamat di Betlehem.

Natal adalah momen pulang ke Betlehem rohani, yakni Allah sendiri, kebenaran dan janji-janji-Nya. Setelah setahun ini meninggalkan-Nya, membuat hidup berdosa dan ditelikung problem, pulang adalah cara terbaik untuk memulihkan keadaan.

Hanya dengan pulang ke Betlehem rohani, di sana selalu ada “roti”, karena Yesus yang dilahirkan di Betlehem adalah Roti Hidup. Di Betlehem ada Boas yang menebus Naomi dan Rut, di Betlehem rohani ada Penebus sesungguhnya, yakni Yesus yang menebus semua manusia. Jadikan Natal tahun ini, pulang ke Betlehem rohani, tinggalkan Moab-Moab zaman ini, yakni apa saja yang kita rasa sebagai jaminan dan konon bisa mengatasi problem hidup, tapi akhirnya gagal dan membuat kita menderita. Selamat Natal 2008.

Stevanus Subagijo – Penulis adalah peneliti pada Center for National Urgency Studies JakartaSinarHarapan

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • 7 cara manfaatkan tabir surya kedaluwarsa
      Coba periksa tanggal kedaluwarsa tabir surya Anda untuk memastikan apakah masih berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari.Tabir surya punya masa kedaluwarsa selama enam bulan setelah dibuka, kata perlindungan konsumen ...
    • Klasemen Liga Spanyol, Real Madrid tinggalkan Barcelona
      Berikut hasil pertandingan dan klasemen liga Spanyol pada Minggu waktu setempat. Pertandingan Minggu 4 Desember: Alaves 1 Las Palmas 1 Athletic Club 3 Eibar 1 Real Betis 3 Celta Vigo 3 Sporting ...
    • Beberapa mayat ditemukan lagi setelah gudang terbakar di Oakland
      Beberapa mayat ditemukan lagi pada Ahad (4/12), setelah petugas pencarian memasuki dua daerah lain di gudang yang terbakar 36 jam sebelumnya. Namun Sersan Ray Kelly dalam taklimat kedua pada Ahad, tak bersedia menyebutkan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: