Fariz Mehdawi (1): Dunia Internasional Hanya Menonton, tak Berbuat Apa-apa

Memasuki hari ke-11 agresi Israel ke Jalur Gaza, belum terlihat usaha gencatan senjata dalam konflik Israel-Hamas. Akibat peperangan yang tidak seimbang itu, Jalur Gaza kian remuk dan jumlah korban tewas amat fantastis, 500-an orang. ”Situasi sudah sangat buruk,” kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi kepada Mario Aristo dari mediaindonesia.com, kemarin.

Berikut wawancara selengkapnya:

Bagaimana kondisi terakhir di Jalur Gaza setelah digempur Israel dari segala arah?

Serangan Israel masih terus meningkat. Israel dari hari-ke hari seakan semakin tidak menghargai nyawa-nyawa penduduk. Selain karena jumlah korban tewas dan luka, serangan Israel sendiri pun tetap tidak dibenarkan. Situasi sudah sangat buruk.

Apa yang sebenarnya menjadi tujuan dari konflik Hamas dan Israel?

Kami sangat tidak mengerti apa yang ingin dicapai oleh Hamas. Bahkan saya juga menebak, Israel juga tidak mengetahui secara pasti apa yang mereka ingin capai.

Namun untuk mencoba menjelaskannya, kita harus melihat ke belakang. Ada beberapa faktor yang membuat Israel melancarkan serangan. Faktor pertama adalah Israel akan melaksanakan pemilu beberapa bulan ke depan di 2009. Kelihatannya mereka menggunakan serangan ini sebagai bagian kampanyenya. Dengan permainan politik intern mereka, tokoh-tokoh tertentu akan menjadi pahlawan di mata para pemilih nanti. Hal ini akan merupakan efek yang baik untuk posisi mereka nanti.

Kedua, menteri pertahanan Israel khususnya, berpikir melalui serangan ini akan mengembalikan citra tentara Israel yang telah dianggap totaliter, seperti ketika Palestina menggelar kampanye terhadap Libanon beberapa waktu lalu.

Selain itu, beberapa pejabat Israel mempunyai pemikiran bahwa mereka seakan tidak tersentuh hukum. Tidak akan ada yang mampu menuntut mereka akibat serangan tersebut. Sangat disayangkan bahwa konflik ini sama sekali belum mempunyai tujuan yang jelas, termasuk juga langkah-langkah penyelesaiannya.

Siapa yang melanggar komitmen gencatan senjata sebenarnya?

Apapun yang dilakukan Israel, terlihat bahwa Israel tidak menghormati perjanjian genjatan senjata yang sebelumnya telah disetujui. Hal ini terlihat dari sikap Israel yang terus membuka dan menutup jalur Gaza dengan blokade, bukannya menjalankan kewajibannya menciptakan situasi kondusif di sana. Akibat dari blokade Israel, pasokan makanan, air, dan obat-obatan seringkali terputus.

Sebetulnya serangan yang dilakukan Israel merupakan serangan asimetris. Hal ini bagai membelah air dengan pedang. Yang menjadi air adalah penduduk sipil. Yang dilakukan Israel hanyalah menciptakan beban bagi para penduduk, bukan mencapai titik kemenangan.

Hamas sendiri kan meroket Israel?

Yang dilakukan oleh Palestina hanyalah merupakan reaksi dari blokade Israel. Dan yang dilakukan oleh para pejuang Hamas adalah reaksi berupa kemarahan, bukan serangan militer, yang kembali dijadikan alasan yang menguntungkan oleh Israel untuk memulai serangan lainnya.

Walau kami tidak menyukai peperangan, kami juga tidak bisa dipaksa untuk keluar dari wilayah Gaza, karena itu adalah tanah kami sendiri. Bagaimanapun kami harus mempertahankan, bahkan menyerang kembali.

Jadi langkah apa yang harus ditempuh?

Apabila Israel ingin berdamai, mereka harus memenuhi syarat bahwa berdasar fakta riil di lapangan, penduduk Palestina menginginkan stabilitas keamanan. Solusi yang tepat harus diambil terhadap akar permasalahan. Dan yang menjadi akar permasalahannya adalah kependudukan tentara Israel di wilayah Gaza.

Dengan keluarnya militer Israel dari wilayah Gaza, kondisi dapat dipastikan kembali aman. Tanpa langkah-langkah tersebut, keamanan tidak akan tercapai. Tidak aman di Palestina, tidak aman di Israel, tidak aman juga di seluruh Timur Tengah.

Jika tidak dilakukan, penduduk di dunia tidak akan dapat hidup tenang karena terus melihat korban-korban yang secara brutal terbunuh di depan kamera. Hal itu sangat biadab dan tidak seimbang. Karena dunia internasional hanya akan menonton tanpa berbuat apa-apa. (X-4)

MediaIndonesia

1 Comment

  1. Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Patti Smith akan bernyanyi untuk antar Hadiah Nobel bagi Bob Dylan
      Saat pidato penerima Hadiah Nobel Sastra Bob Dylan dibacakan, rekannya sesama penyanyi sekaligus penulis lagu Patti Smith akan menyanyikan salah satu lagu terbaiknya pada selebrasi Hadiah Nobel di Stockholm nanti.Smith akan ...
    • YLBHI ramalkan jaksa akan sulit buktikan kesalahan Ahok
      Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani melihat banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bahkan Jaksa diyakininya akan sulit ...
    • Malaria sudah ada di zaman kekaisaran Romawi
      Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: