Lobi Israel dan “Suara Lain”

Lobi Israel di Amerika Serikat secara individual maupun kelembagaan amat kuat. Salah satu organisasi lobi paling berpengaruh adalah American Israel Public Affairs Committee.

Hampir semua kebijakan Timur Tengah (Timteng) Pemerintah AS dipengaruhi mesin lobi yang memiliki sekitar 60.000 staf ini. Mereka berhasil mendapat dukungan Senat untuk memberi bantuan 3 miliar dollar AS per tahun kepada Israel; jumlah terbesar yang diberikan AS kepada negara-negara sahabatnya.

Dengan efisiensi tinggi, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) juga terlibat dalam berbagai forum PBB. Andalannya, melalui veto AS di Dewan Keamanan PBB, misalnya, tiap rencana sanksi atas teror Israel terhadap Palestina selalu digagalkan. Selama 60 tahun keberadaan AIPAC, nyaris semua pemerintahan AS terdorong menjadi ”sahabat dekat” Israel. Dipuncaki pemerintahan George W Bush yang terang-terangan mendukung Israel dalam perangnya melawan keinginan rakyat Palestina untuk merdeka.

Tak heran Mortimer Zimmermann, salah seorang petinggi AIPAC, menyebut Bush sebagai ”sahabat terbaik yang pernah dimiliki Israel di Gedung Putih” (Urs Gehriger, 2002). Hal ini pula yang membuat mendiang PM Israel Ariel Sharon pernah sesumbar saat mengatakan, ”Kita, bangsa Yahudi, mengontrol Amerika, dan Amerika mengetahui itu.” (Phoenix TV, 12/10/2001).

Presiden terpilih Barack Obama pun ditengarai tidak lepas dari pengaruh lobi Israel. Dalam pidato kampanye di hadapan 7.000 anggota AIPAC (4/6/2008), ia disambut antusias saat menjanjikan ”akan selalu menjaga opsi aksi militer untuk melindungi keamanan AS dan Israel.”

Mengacu pernyataan itu, ada yang menganggapnya sekadar taktik meraih dukungan suara pemilih potensial. Namun, banyak pula yang meragukan bakal terjadi perubahan kebijakan AS dalam mengupayakan perdamaian di Timteng.

Engagement dan kekuatan lobi Israel di Washington ini memunculkan respek sekaligus kecemasan. Yang melegenda adalah pidato di depan Senat AS oleh Presiden George Bush senior, September 1991. Dengan suara bergetar, ia membuat pernyataan mengagetkan, otoritasnya sebagai Presiden AS ditantang ”kekuatan politik dahsyat”.

Sekitar 1.300 warga keturunan Yahudi berprofesi guru, pengacara, pekerja sosial, pengusaha, dan rabi datang dari seluruh penjuru AS, berdemo melawan kebijakan Bush yang akan mengeblok kredit 10 miliar dollar AS bagi permukiman Yahudi-Soviet di Israel karena dianggap menghalangi proses perdamaian.

Meski tuntutan lobi Israel itu tidak terpenuhi, ”kemenangan sementara” Bush berujung anjloknya perolehan suaranya dalam Pemilu 1992 di kalangan warga Yahudi AS dari 35 persen menjadi 12 persen.

Berbeda dengan anaknya, Bush senior dianggap antisemitis. Meski jumlahnya relatif kecil, 3 persen dari penduduk AS, peran politis Yahudi AS amat signifikan. Selain senang menyumbang, mereka juga mayoritas penduduk di beberapa negara bagian besar sehingga sering menjadi penentu kemenangan.

Namun, persekutuan AS-Israel ini tidak serta-merta memberi cek kosong kepada lobi Israel. Penentang AIPAC terbesar adalah raksasa lobi lain, yaitu lobi minyak, yang berkepentingan di kawasan Timteng. Dalam persaingan keras untuk memengaruhi kebijakan AS, tak jarang lobi Israel amat ngotot, lebih dari yang diinginkan Pemerintah Israel sendiri.

Genggaman Yahudi

Sejak akhir 1960-an, kepemimpinan lobi Israel ada dalam genggaman kelompok Yahudi ortodoks dan zionis radikal. Tak jarang mereka gigih menentang kebijakan Pemerintah Israel dan AS. Contoh paling terkenal adalah perundingan damai dengan Palestina. Sejak awal, AIPAC menentang Kesepakatan Oslo 1993 yang ditandatangani Yitzhak Rabin dan Yasser Arafat.

Melalui kampanye luas, mereka menuntut pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem. Padahal, akibat pendudukan ilegal Israel atas Jerusalem timur (1967), oleh dunia internasional, penggalan kota ini tidak diakui sebagai ibu kota Israel. Menurut road map Kesepakatan Oslo, status Jerusalem baru akan dirundingkan 1996. Namun, AIPAC tidak sabar. Dengan kekuatan penuh, mereka meyakinkan 93 dari 100 anggota Senat AS untuk menandatangani petisi pemindahan kedutaan besar itu.

Perlawanan gigih dari lobi Israel atas beberapa kali proses perdamaian sebenarnya mengherankan karena hal itu bukan representasi sikap mayoritas Yahudi AS. Menurut jajak pendapat harian Jewish Week di New York, 85 persen Yahudi AS mengharapkan agar AS menekan baik Israel maupun Palestina agar kembali ke meja perundingan.

Namun, semua kenyataan itu tidak dipedulikan AIPAC. Jonathan J Goldberg merangkum kenyataan tentang diskrepansi antara kemauan (will) dan kebijakan (policy) dalam komunitas Yahudi AS sebagai berikut: ”Tidaklah masuk hitungan apa yang dipikirkan enam juta Yahudi AS, tetapi apa yang dianggap benar oleh organisasi Yahudi terbesar ini.” (Jewish Power, Addison-Wesley, 1996). Amat arogan, sama arogannya dengan pemerintahan Israel yang saat ini mengirim mesin pembunuhnya ke Gaza ketimbang serius meniti jalan perdamaian.

Sebuah perdamaian yang sebenarnya juga didambakan warga Israel, termasuk mereka yang tinggal di sekitar Gaza. November lalu, saat tanda-tanda pemerintah akan mengambil langkah militer, lebih dari 2.300 warga yang sebenarnya ada dalam jangkauan tembakan roket Hamas menandatangani petisi yang menuntut pemerintahnya tidak berperilaku ”asal libas”. Mereka menjalin hubungan dengan tetangga Arabnya di Gaza, mendambakan penghentian eskalasi kekerasan dan memilih ”perang dingin” tanpa ada satu senjata pun meletus yang memanaskan perang yang ternyata kini membunuh warga sipil, termasuk anak-anak.

Mereka bergabung dalam ”Suara Lain” (The Other Voice), yang anggotanya mulai merambah kawasan Israel lainnya sehingga jumlahnya, akhir-akhir ini, cenderung meningkat tajam.

IVAN A HADAR Warga Negara Cinta Damai – KOMPAS

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kepergian Mar'ie Muhammad kehilangan bagi Indonesia
      Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyebut almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, sebagai sosok yang bersih dan jujur semasa menjabat. "Kita kehilangan sosok yang dahulu pada saat menjabat sebagai menteri keuangan ...
    • Hampir semua korban bom Istanbul adalah polisi
      Dua bom meledak di luar stadion sepakbola di Istanbul, Turki, pada Sabtu malam waktu setempat, menyebabkan 29 orang tewas, yang terdiri atas 27 polisi dan dua warga sipil.Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan ledakan ...
    • Sejumlah tokoh melayat ke kediaman Mar'ie Muhammad
      Sejumlah tokoh mendatangi kediaman almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, di Jalan Taman Brawijaya III Nomor 139, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu. Di antara mereka adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: