Catatan Harian dari Gaza (3)

Mati dengan harapan

Pagi ini saya mendengar orang-orang bernyanyi diluar, saya bertanya-tanya ada apa gerangan, ternyata listrik sudah menyala…horeee!

Saya dengan segera menghidupkan televisi, mengisi batere telepon saya, memeriksa email. Untuk sementara, saya merasa begitu bebas. Hal yang sudah seharusnya terjadi ini memang agak terlambat, tapi sudahlah.

Solidaritas dan kepercayaan

Kami tidak punya air bersih. Tangki air kamipun sudah kosong. Ayah saya tidak dapat membiarkan orang-orang yang datang mengetuk pintu dengan membawa kaleng kosong ditangannya. Ia bahkan tidak menyadari kalau sudah begitu banyak air yang diberikannya, dan akhirnya kamipun kehabisan air.

Toko-toko pun kehabisan air bersih; itulah yang terjadi di lingkungan kami. Sebenarnya kami dapat menggunakan air yang ada, tapi harus dimasak dulu agar kami terhindar dari penyakit, tapi muncul masalah lain lagi, gas yang tersisa juga hanya sedikit saja.

Jadi kami benar-benar harus minum air bersih yang steril agar dapat menggunakan gas untuk memasak makanan. Karena kehabisan gas, akhirnya kami menggunakan bensin untuk memasak, makanan kami akhirnya berasa bensin, begitu juga kopi yang kami minum berasa bensin, kini malahan kami juga sudah berbau bensin.

Saya baru menerima telpon dari teman di Jabaliya, ia menceritakan bagaimana buruknya kehidupan keluarganya sekarang, suara memekakkan dari pesawat tempur F-16 yang mengguncang rumahnya, keenam anaknya dan juga istrinya tidak bisa tidur dengan tenang.

Rumah saudara perempuannya sudah kosong dan iapun berencana untuk meninggalkan rumahnya secepat mungkin. Kini dia sudah mulai mengemasi tas kecilnya untuk berangkat. Saya menyuruhnya untuk membawa keluarganya tinggal bersama kami – saya mengharapkan  mereka tiba setiap saat.

Berita yang muncul sangat mengerikan sementara situasi juga semakin buruk. Laporan terakhir yang saya lihat adalah seorang anak kecil berada dalam dekapan orangtuanya yang telah mati selama empat hari sebelum mereka mendapat pertolongan. Anjing-anjing mulai memakan bangkai manusia yang belum sempat dikubur.

Kejadian ini tidak diketahui oleh dunia luar. Hal ini disensor, dan akhirnya orang-orang tidak mengetahui keadaan yang sesungguhnya terjadi disini. Tapi jika kebenaran ini juga terungkap, apakah akan membuat perbedaan?

Untunglah kami memiliki rasa solidaritas dan kepercayaan di lingkungan kami, kami berbagi apa pun yang kami miliki – saya kira inilah penyebabnya kenapa kami dapat mengatur makanan kami sendiri.

Beberapa penjaga toko membolehkan orang-orang belanja dengan cara berutang (kredit); akhirnya utang mereka pun semakin banyak. Tapi kami tidak dapat hidup hanya dari rasa solidaritas dan kepercayaan saja, makananlah yang kami butuhkan

Menjaga harapan agar tetap hidup

Saya sementara mengajukan lamaran untuk mendapatkan beasiswa di Inggris beberapa waktu lalu. Saya berharap mendapatkannya pada awal Januari ini. Saya sudah menunggu dengan tak sabar selama berhari-hari. Akhirnya saya menelpon Kedutaan Inggris untuk mendengar hasilnya agar saya lebih tenang.

Mereka mengatakan akan menelpon saya kembali dua menit kemudian. Selama itu saya menahan nafas – beasiswa ini adalah satu-satunya harapan saya untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Akhirnya mereka pun menelpon balik: “saya takut, kita belum bisa memberi jawaban sekarang.” Lalu saya jawab: “jujurlah pada saya, apakah benar anda belum mempunyai jawabannya ataukah anda tidak mau meberikan berita buruk pada saya saat ini?”

Kemungkinan untuk berangkat ke Inggris memberikan harapan hidup bagi saya. Istri saya bahkan berpikir kalau saya sudah gila sewaktu saya berbicara dengannya seolah-olah saya sudah pasti akan berangkat. Saya menggambarkan teman-teman baru yang akan kami dapati, restoran yang akan kami kunjungi, berjalan-jalan di sebuah taman.

Sedikitnya jika saya meninggal, saya akan meninggal dengan sedikit harapan, harapan bahwa saya akan mempunyai kesempatan untuk menjalani hidup yang lebih baik, itulah impian saya saat ini.

Mohammed Ali di Gaza City – Al Jazeera

2 Comments

  1. selamat berjuang dalam menempuh hidup yang lebih baik……..!!!!!! jangan sampai putus asa,,,!!!!!!

  2. Hidup palestina dan selamat bagi yang jihad di jalaNYA


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Patti Smith akan bernyanyi untuk antar Hadiah Nobel bagi Bob Dylan
      Saat pidato penerima Hadiah Nobel Sastra Bob Dylan dibacakan, rekannya sesama penyanyi sekaligus penulis lagu Patti Smith akan menyanyikan salah satu lagu terbaiknya pada selebrasi Hadiah Nobel di Stockholm nanti.Smith akan ...
    • YLBHI ramalkan jaksa akan sulit buktikan kesalahan Ahok
      Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani melihat banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bahkan Jaksa diyakininya akan sulit ...
    • Malaria sudah ada di zaman kekaisaran Romawi
      Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: