Air Mata Gaza, Air Mata Dunia

gaza-tearsPilu hati kita melihat anak-anak Palestina di Gaza yang tewas mengenaskan dihajar rudal dan senjata mutakhir Israel. Mereka mati muda akibat perang yang tidak mereka ketahui sebab-musababnya.

Sejak penyerangan pertama 27 Desember 2008, sudah lebih dari 1.000 warga Palestina tewas, sebagian besar adalah penduduk sipil. Ratusan ribu penduduk Palestina luka-luka dan tidak semua dapat ditampung di rumah sakit.

Serentak dunia mengutuk Israel sebagai agresor dan teroris yang dinilai tidak memiliki perikemanusiaan. Israel pasti punya alasan untuk menggasak Hamas, sebuah organisasi pembebasan Palestina yang menjadi parpol pemenang pemilu di Gaza. Sudah terlalu sering Hamas menembakkan roketnya ke wilayah Israel, menewaskan penduduk tidak berdosa. Untuk menghentikan langkah Hamas, pelajaran keras harus diberikan.

Tapi, tindakan militer Israel dinilai keterlaluan. Balasan Israel melebihi apa yang sudah dilakukan Hamas. Israel tidak saja menembakkan roket, tapi melepaskan rudal mutakhir dan bom berdaya musnah tinggi. Senjata canggih itu bukan hanya mengenai sasaran militer, tapi juga menghantam rumah warga dan fasilitas umum, termasuk sekolah yang dikelola PBB.

Akses bantuan senjata, bahan pangan, dan obat-obatan ditutup pasukan Israel. Gaza dengan mudah dikepung dan pasukan angkatan darat Israel dengan leluasa memasuki Gaza City. Akses untuk memberikan bantuan kemanusiaan hanya diberikan beberapa jam untuk selanjutnya senjata kembali menyalak.

Simpati terhadap Palestina mengalir dari seluruh penjuru bumi. Sebaliknya, Israel dikutuk habis. Aksi demo terjadi di berbagai kota di dunia. Perhatian juga ditunjukkan dengan mengirimkan bantuan obat-obatan dan bahan pangan. Ada juga yang mengirimkan tim medis, bantuan obat-obatan, pangan, senjata, dan tim medis. Dunia gemas karena korban sipil yang tewas terus berjatuhan dan Israel tidak mengindahkan seruan damai berbagai negara bahkan resolusi PBB sekalipun.

Memihak Kemanusiaan

Dalam melihat Gaza dan pertikaian Palestina-Israel, apalagi ada niat baik untuk mewujudkan perdamaian yang langgeng di Timur Tengah, kita perlu memiliki pemahaman yang baik tentang sejarah panjang kedua bangsa. Pemahaman ini perlu dilengkapi sikap adil, tidak memihak salah satu kubu, Palestina maupun Israel.

Satu-satunya keberpihakan kita hanyalah pada kemanusiaan. Mereka yang terluka, kelaparan, dan menderita karena perang harus kita bela.

Kita wajib memberikan bantuan kemanusiaan seraya mengupayakan berbagai cara untuk mewujudkan perdamaian.

Keberpihakan kepada kemanusiaan tidak dengan senjata. Apalagi dengan mengobarkan perang. Bantuan senjata akan mengobarkan api peperangan yang lebih besar dan setiap aksi mengobarkan perang akan memicu pertempuran yang lebih dahsyat dan korban yang jauh lebih besar lagi. Itulah pelajaran dari sejarah panjang di bawah kolong langit, termasuk perang Israel-Palestina yang sudah kerap terjadi sejak negara Israel diproklamasikan 14 Mei 1948.

Dengan pemahaman seperti ini, kita prihatin melihat berbagai reaksi penduduk dunia yang mengobarkan perang. Kita prihatin melihat berbagai gerakan saudara sebangsa untuk ikut berperang di Gaza dengan mengobarkan sentimen agama tertentu seakan-akan konflik Israel-Palestina adalah konflik agama.

Konflik Israel-Palestina bukanlah konflik agama. Pertempuran kedua pihak bukanlah pertempuran untuk memperluas penganut agama dan memusnahkan penganut agama yang lain. Konflik Israel-Palestina bukanlah konflik antara penganut agama Yahudi dan Kristen di satu pihak melawan Islam di lain pihak. Ini adalah pemahaman yang bukan cuma salah, tapi sekaligus memicu api permusuhan yang lebih masif. Perang agama adalah sebuah kekonyolan manusia. Sama sekali tidak bisa dibenarkan kita membunuh atas nama Allah.

Banyak penduduk Palestina yang memeluk Kristen. Mereka juga menjadi korban amukan Israel. Begitu banyak tempat suci Kristen yang ada di wilayah Palestina seperti Betlehem, kota kelahiran Yesus, dan Nazareth kota tempat Yesus dibesarkan. Orang pada zaman-Nya menyebut “Yesus dari Nazareth”. Kota-kota suci umat Kristen ini juga dibombardir. Banyak yang meninggal, termasuk para rohaniwan yang menjaga tempat-tempat suci itu. Itu sebabnya, Presiden Venezuela Hugo Chavez yang Katolik mengusir diplomat Israel karena serbuan negara itu ke Gaza.

Dari sejarah dan Kitab Suci kita mengetahui bahwa ribuan tahun sebelum Masehi, wilayah Israel dan Palestina adalah wilayah yang dihuni bangsa Palestina. Ibrahim yang berasal dari wilayah subur, antara Sungai Efrat dan Tigris hijrah ke wilayah Palestina. Ibrahim menurunkan Ishak yang menjadi leluhur orang Israel dan Ismail yang menjadi leluhur sebagian bangsa Arab. Ibrahim dihormati pemeluk Yahudi, Kristen, dan Islam.

Sungai Efrat dan Tigris -yang kini menjadi wilayah Irak- bermuara di Teluk Persia. Di wilayah subur inilah lahir Kerajaan Mesopotamia, kerajaan yang memiliki peradaban tinggi di masa lalu yang hingga kini menjadi kebanggaan bangsa Irak.

Tanah Palestina atau negeri Kanaan tempat baru Ibrahim adalah juga wilayah subur dan strategis. Kitab Taurat, kitab yang diterima agama-agama Samawi, menyebutkan tempat baru Ibrahim sebagai Tanah Perjanjian atau Tanah Terjanji, negeri berlimpahkan susu dan madu yang dijanjikan kepada Ibrahim dan keturunannya.

Orang Yahudi atau Israel secara turun-temurun mempercayai wilayah Palestina atau Tanah Kanaan sebagai tanah terjanji. Ketika mereka dianiaya di luar tanah terjanji, mereka berusaha kembali. Ketika mereka dianiaya Firaun di Mesir, orang Israel kembali ke wilayah yang dijanjikan meski dengan pertumpahan darah.

Setelah sempat berjaya, antara lain pada masa Raja Saul, Daud, dan Salomo, Israel kemudian tercerai berai. Negeri itu silih berganti diduduki Babilonia, Syiria, Persia, Roma, dan sejumlah kerajaan Arab hingga masuknya bangsa Barat. Usai Salomo, bangsa Yahudi dibuang ke pengasingan. Dari sinilah bangsa Israel hidup menyebar di berbagai negara, terutama di Eropa dan Amerika.

Masalah Israel-Palestina kembali memanas ketika orang Yahudi dikejar-kejar di Eropa sebagai bangsa asing sejak abad ke-18. Hitler, pemimpin Jerman, pernah membunuh 6 juta orang Yahudi tahun 1930-an. Tragedi ini memicu orang Yahudi untuk kembali mencari tanah airnya. Kaum Yahudi diaspora pun bertekad kembali ke negeri asalnya, yakni tanah yang dijanjikan Allah kepada Ibrahim, Ishak, Yakub, dan keturunannya.

Upaya ini disebut zionisme, yakni kembali ke tanah leluhur untuk mendirikan negara berdaulat. Hidup di perantauan membuat mereka tidak aman meski kaya secara materiel. Zion adalah bukit doa di Yerusalem, tanah terjanji, tempat Kenisah megah pertama dibangun Salomo. Sehari setelah Israel diproklamasikan, negara baru itu diserbu sejumlah negara tetangga dan Israel keluar sebagai pemenang. Kita bisa memahami jika Israel menolak Yerusalem Timur dijadikan ibukota Palestina. Karena Yerusalem adalah kota suci Yahudi, Kristen, dan Islam, maka biarlah kota itu menjadi kota yang bebas, bukan ibukota Israel atau Palestina.

Kita memahami posisi bangsa Palestina sebagai bangsa yang mempunyai hak hidup di negeri leluhurnya. Mereka berhak mendirikan negara berdaulat sebagaimana Israel dan Yordania. Niat itu belum kesampaian hingga kini kendati bangsa Palestina sudah mengumumkan kemerdekaan 15 November 1988 di Aljiria, ibukota Aljazair.

Wilayah subur dan strategis di tepi Laut Tengah ini memang menjadi rebutan berbagai negara selama beribu-ribu tahun. Migrasi dari Asia ke Eropa dan sebaliknya melewati wilayah ini. Posisi ini membuat banyak pihak berkepentingan dan ikut campur serta mempertajam konflik Israel-Palestina. Israel yang acap dituduh brutal sudah menunjukkan kesediaan berdamai dengan Palestina. Sejumlah perundingan penting dihadiri Israel dan mereka pun mengakui hak hidup bangsa Palestina.

Di tengah hujan kritik dan kutukan, seorang wanita Yahudi di Israel yang diinterviu sebuah saluran televisi internasional mengatakan, “Mereka tidak mengerti kami. Buat kami, peperangan adalah solusi untuk membela diri. Jika kami tidak menembak, kami akan ditembak. Banyak pihak bahkan tidak menghendaki ada sebuah negara berdaulat bernama Israel.”

Perdamaian Israel-Palestina tidak mustahil bisa dicapai dan sebuah negara Palestina yang berdaulat bisa terwujud jika kedua pihak saling mengakui keberadaan dan pihak lain memberikan dukungan penuh, tidak menjadi penghasut. Namun, selama eksistensi kedua pihak tidak diakui dan ada negara lain yang tidak mengakui hak hidup salah satu pihak, perdamaian tidak mungkin terwujud.

Air mata anak-anak Gaza adalah air mata dunia. Mari kita memberikan perhatian dengan bantuan kemanusian dan mendorong jalan damai.

Wim Tangkilisan, Pemimpin Umum Suara Pembaruan

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kepergian Mar'ie Muhammad kehilangan bagi Indonesia
      Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyebut almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, sebagai sosok yang bersih dan jujur semasa menjabat. "Kita kehilangan sosok yang dahulu pada saat menjabat sebagai menteri keuangan ...
    • Hampir semua korban bom Istanbul adalah polisi
      Dua bom meledak di luar stadion sepakbola di Istanbul, Turki, pada Sabtu malam waktu setempat, menyebabkan 29 orang tewas, yang terdiri atas 27 polisi dan dua warga sipil.Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan ledakan ...
    • Sejumlah tokoh melayat ke kediaman Mar'ie Muhammad
      Sejumlah tokoh mendatangi kediaman almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, di Jalan Taman Brawijaya III Nomor 139, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu. Di antara mereka adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: