Mantan PR II Unpatti Jadi Tersangka

bedaMantan Pembantu Rektor (PR) II Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Hawa Ambon ditetapkan oleh Kejati Maluku sebagai tersangka dalam dua kasus korupsi di universitas kebanggaan orang Maluku itu.

Ambon ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan tiga unit genset, yang diadakan Tahun 2004 dan dilanjutkan ke Tahun 2005 senilai Rp 9,7 miliar. Selain Ambon, Ketua Tim Teknis Izaack E Thenu juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Tiga unit genset itu harusnya dibeli di Jepang, namun ternyata hanya dibeli di Jakarta, dan genset yang dibeli itupun bekas dengan harga Rp 4,5 miliar.

Ambon juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai sekitar Rp 30 miliar dari tahun anggaran 2005 hingga 2007. Kerugian negara belum dapat diketahui, karena belum audit oleh BPKP.

Hal ini diungkapkan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Benny Beda kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (21/1), didampingi Wakajati Babul Khoir, Aspindus AG Hadari dan Asdatun Wem Lingitubun.

“Untuk kasus PNBP sementara ini masih tersangka tunggal yaitu Hawa Ambon. Langkah yang dilakukan Kejati akan panggil yang bersangkutan Jumat, dua hari dari sekarang. Silahkan ikut perkembangannya,” ujarnya.

Beda menjelaskan, kasus korupsi pengadaan genset dan PNBP masih terus didalami, sehingga kemungkinan ada tersangka lainnya.

“Sudah ditetapkan tersangka Ibu Hawa dan Tim Teknis Izaack Thenu. Tidak terhenti disitu, masih pengembangan, bisa tersangkanya dua atau lebih,” terangnya.

Saat ditanyakan apa peranan Ambon hingga dirinya ditetapkan sebagai tersangka, Beda menolak menjawabnya, dengan alasan hal itu merupakan masalah teknis. “Itu masaah teknis. Jadi jangan terlalu jauh,” tukasnya.

Rektor Diperiksa

Sementara itu, Rektor Unpatti HB Tetelepta, Selasa (27/1) akan diperiksa Kejati terkait kasus korupsi tersebut, namun masih sebagai saksi.

Surat panggilan kepada Tetelepta sudah dikirim. Dalam surat panggilan itu dimintakan kesediaan Tetelepta untuk menghadap di Kejati Maluku, Selasa (27/1). ?Diperiksa nanti Selasa depan,? ujar Beda.

Beda menegaskan, tidak ada satupun kasus korupsi yang ditangani pihaknya kandas di tengah jalan. Namun n dirinya mengakui, kalau penanganannya agak lambat, dengan alasan kekurangan sumber daya manusia (SDM).

“Tidak ada perkara yang dipetieskan. Memang saya akui tangani perkara lambat. Namun harus pikirkan kendala yang dihadapi terutama SDM, jaksa minim dan juga tidak semua dapat tangani kasus korupsi,” terang Beda.

Di jajaran kejaksaan yang ada di Maluku, umumnya jaksa yang dimilikinya masih minim pengalaman, karena baru lulus sebagai jaksa. Hingga, pihaknya tidak berani menggunakan jaksa-jaksa tersebut untuk menanganani kasus korupsi terutama yang pembuktiannya sulit dan butuh waktu lama.

“Di jajaran kejaksaan di Maluku umumnya jaksa baru dan saya tentu tidak pakai jaksa yang baru satu atau dua tahun, terutama perkara korupsi yang terindikasi pembuktian sulit dan butuh waktu panjang,” kata Beda.

Beda juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang telah mengkritik Kejati Maluku, sehingga kejaksaan juga dapat meningkatkan kinerjanya.

“Ada serangan fajar yang buat kami bangun dari tidur, kalau biasanya satu jam untuk satu kilometer, maka mungkin lebih cepat lagi sekarang. Kami ambil hikmat positif, setelah dibangunkan mungkin bangun lebih cepat,” ujar Beda.

Siwalima

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Tim pencari lanjutkan evakuasi korban gempa dari reruntuhan
      Tim pencari dan penyelamat melanjutkan upaya mengevakuasi korban gempa dari bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya kemarin pagi, menewaskan lebih ...
    • Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima
      Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut kekuatan gempa bumi 6,5 Skala Richter (SR) yang kemarin pagi mengguncang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya setara dengan kekuatan empat hingga enam ...
    • Penyertaan Modal Negara untuk PT SMI perlu diaudit BPK
      PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun.Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: