Kenyataan Pengadaan Genset di UNPATTI

 

Genset UNPATTI disegel Kejati Maluku (Siwalima)

Genset UNPATTI disegel Kejati Maluku (Siwalima)

Setiap hari membaca berita korupsi di UNPATTI di berbagai media cetak Maluku membuat perasaan menjadi tidak nyaman.  Terkait masalah korupsi pengadaan genset pada tahun anggaran 2005, saya juga diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Maluku sebagai saksi dalam kapasitas sebagai Penanggungjawab Kegiatan SATKER UNPATTI tahun 2005-2006.

Awalnya bermula dari ditandatanganinya Loan Agreement No. IP-480 antara Pemerintah Indonesia dan Japan Bank for International Coorporation (JBIC) untuk proyek pengembangan Universitas Pattimura pada tanggal 14 Desember 1996. Ditjen Pendidikan Tinggi DEPDIKNAS bertindak sebagai Executing Agency dari proyek tersebut yang dijadwalkan berakhir pada tanggal 20 Desember 2004.

Tujuan dari proyek tersebut adalah untuk memperkuat dan meningkatkan pendidikan di UNPATTI, khususnya Fakultas Pertanian, Perikanan, Teknik (termasuk MIPA), melalui pengembangan dan pembangunan gedung, infrastruktur, pengadaan peralatan dan perabotan yang dibuat dalam beberapa paket:

 

Paket A : Pembangunan gedung Fakultas Perikanan dan Teknik
Paket B : Pembangunan gedung Fakultas Pertanian
Paket C : Pembangunan Infrastruktur
Paket D : Pengadaan peralatan
Paket E : Pengadaan furniture

 

Proses implementasi terhadap proyek ini mengalami berbagai hambatan sehubungan dengan terjadinya konflik Maluku yang pada akhirnya melalui Surat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua BAPPENAS No. 0210/M.PPN/01/2005 tertanggal 17 Januari 2005, maka proyek tersebut dihentikan oleh pemerintah Indonesia.

Tender Power House (Paket C)

Pengadaan genset dan trafo termasuk dalam item paket C, yang pada saat tender dimenangkan oleh PT. Nindya Karya. Masalah mulai muncul setelah PT. Nindya Karya mensub-kontrakkan pekerjaan ini kepada PT. Asia Sarana Teknik dengan Direkturnya Ir. Aries Sony.

Komponen Paket C :

 

* General : Rp.    207.400.000,-
* Civil Work : Rp.    112.408.600,-
* Architecture Work : Rp.    818.852.003,-
* Structure Work : Rp.    643.645.457,-
* Electrical Work : Rp. 5.316.883.726,-
* Sub Total : Rp. 7.097.193.786,-
* Tax : Rp.     709.719.378,-
* T O T A L : Rp . 7.806.913.164,-

 

* Sebagai catatan nilai Rp. 9.7 M yang sering muncul di pemberitaan bukan nilai kontrak tetapi dana yang tersedia di dalam DIPA Unpatti tahun 2005.

Dari awal pengadaan genset dan trafo sudah mencurigakan, terlebih pada saat saya berangkat ke Jakarta dalam rangka pengujian kedua komponen tersebut tanpa menggunakan beban. Menyadari bahwa saya awam dalam bidang ini, maka saya minta ditemani oleh Konsultan karena Tim Teknis sedang mengikuti acara wisuda di Unsrat Manado. Pada saat tiba di pabrik TrafoIndo di Tangerang, walaupun trafonya ada tetapi pihak pabrik tidak mau melakukan pengujian karena belum dibayar oleh pihak kontraktor. Hal ini membuat saya sempat menegur kontraktor, karena kedatangan saya ke Jakarta sesuai kabar bahwa trafo sudah akan di packing selanjutnya dikirim ke Ambon.  Sementara rencana melihat dan menguji genset tidak dapat dilakukan juga, dengan alasan barangnya sementara dalam perjalanan dari Singapura ke Jakarta oleh pihak kontraktor.

Sepulang dari Jakarta, saya melaporkan hal ini semuanya kepada Rektor sebagai KPA, lengkap dengan alasan-alasan yang dikemukakan oleh kontraktor. Beliau menyarankan agar dibicarakan dengan Tim Teknis dan harus mendapat perhatian khusus. Hal ini sengaja tidak langsung saya laporkan ke PPK karena ada hal-hal yang lebih bersifat pribadi antara kami berdua, walaupun akhirnya saya laporkan juga pada saat pertemuan SATKER.

Pada saat genset datang dari Jakarta, saya pun tidak ditemui oleh kontraktor bahkan tidak mendapatkan laporan dari pihak Tim Teknis yang menerimanya. Saya justru mendapat berita dari salah satu anggota Konsultan yang mencurigai kalau genset itu barang bekas.

Akhirnya sayapun langsung ke lokasi power house dan bertemu dengan Ir. Thenu (Tim Teknis) dan Ir. Nurcahyo (Konsultan). Genset yang ada dihadapan saya sangat mencurigakan karena tidak ada tulisan/logo MITSUBISHI dan warnanya seperti baru di cat dengan warna perak. Menurut keterangan Tim Teknis, mesin ini bukan baru tapi rekondisi.

Hal inipun langsung saya laporkan kepada Rektor, dan mohon diperhatikan. Beliau mengatakan akan memanggil Tim Teknis untuk meminta penjelasannya. Saya juga pernah menyarankan kepada Tim Teknis untuk mengusahakan dengan cara apapun agar genset tersebut dapat beroperasi dan digunakan sesuai rencana pengadaannya. Waktu berjalan tanpa tindak lanjut yang jelas, maka sayapun menarik diri dari masalah genset ini, hingga akhirnya diberhentikan dari jabatan Penanggungjawab Kegiatan Satker UNPATTI pada awal tahun 2007.

Sejak saat pengadaan pada tahun 2006 hingga 2009 ini, jelas genset itu tidak pernah berfungsi sementara proses pengadaan dan tahun anggarannya juga sudah selesai. Melihat kenyataan tersebut, berbagai dosen dan elemen di kampus mulai menekan Rektor sampai akhirnya genset tersebut disegel oleh pihak Kejati Maluku setelah mereka selesai melakukan tahapan penyelidikan.

Pada tahapan penyidikan, Kejati Maluku mengirimkan surat panggilan kepada berbagai pihak yang mengetahui dan berurusan dengan pengadaan genset tersebut. Mereka yang mendapat panggilan untuk dimintai keterangannya sebagai saksi adalah:

  • Dra. Hawa Ambon, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
  • Simon Nirahua, SH, MHum, sebagai pejabat pembuat SPM
  • Ir. Victor G. Siahaya (saya), sebagai Penanggungjawab Kegiatan SATKER
  • Ir. W. Nanlohy, MT, sebagai Ketua Panitia Tender
  • Ir. I. Thenu, MT, sebagai Tim Teknis
  • Bantam, sebagai Ketua Panitia Penerima/Pemeriksa Barang
  • Direktur PT. Nindya Karya sebagai kontraktor pengadaan
  • Ir. Kertayoga, Manager Lapangan PT. Nindya Karya
  • Ir. Nurcahyo Winasis, Konsultan PT. Duta Hari Murti

Saya diperiksa oleh jaksa Marvie de Queljoe, SH selama tiga kali pemeriksaan dengan 164 pertanyaan. Lumayan mendapat pertanyaan yang cukup banyak, tetapi demi terungkapnya kasus ini sayapun rela berlama-lama diperiksa. Dalam pemeriksaan saya menjelaskan seluruh hal yang saya ketahui mulai dari proses tender sampai tibanya genset di Unpatti. Tetapi sungguh terkejutnya saya setelah mengetahui bahwa Kejati Maluku telah memiliki bukti-bukti yang sangat lengkap. Hal ini tentu saja diluar dugaan saya, jadi saya berpikir bahwa proses pemeriksaan ini sebenarnya hanya bersifat cross-check saja dari pihak mereka sesuai bukti-bukti yang telah mereka kumpulkan.

Proses penyidikan hampir selesai, bahkan pada hari Kamis 22 Januari 2009, Kejaksaan Tinggi Maluku telah menetapkan Dra. Hawa Ambon (PPK), Ir. I. Thenu (Tim Teknis) dan Ir. Aries Sony (Kontraktor) sebagai tersangka.

Masalah ini belum selesai, saya justru berpikir baru dimulai, apalagi muncul berbagai komentar bahkan demo mahasiswa yang meminta pertanggung jawaban Rektor yang memang belum diperiksa oleh Kejati sampai saat ini.

Muncul pro-kontra dikampus dalam hal apakah Rektor memang harus diperiksa apalagi menjadi tersangka bahkan mungkin dapat menyeretnya menjadi terdakwa dalam kasus ini. Beberapa Dekan yang nyata berseberangan dengan Rektor berupaya dengan berbagai cara untuk menjebloskan Rektor ke penjara, sementara yang lainnya beralasan menjaga kredibilitas Unpatti dimata publik.

Saya justru tidak mau terlibat dan masuk dengan kedua kelompok tersebut, alasannya karena mereka membela berdasarkan kepentingan pribadi saja bukan kepentingan yang lebih besar, yaitu masyarakat kampus..civitas academica… Bagi saya ini justru moment yang baik untuk menunjukkan kepada masyarakat diluar maupun didalam kampus, bahwa tidak ada yang kebal hukum, siapapun dia, apapun statusnya.

Ini adalah pembelajaran bagi siapa saja di UNPATTI, terutama bagi mereka yang akan memimpin dan membawa UNPATTI ke depan. Kredibilitas UNPATTI justru jauh lebih baik dimata publik bila semua kasus yang berbau korupsi terungkap, baik di tingkat Universitas (Rektorat) maupun di tingkat Fakultas (Dekan), dan tentu saja mereka yang terlibat harus bertanggung jawab atasnya. Harapan saya yang lain, semoga para pimpinan lainnya yang selama ini berkoar-koar tentang korupsi di UNPATTI tidak melakukan tindakan yang sama dalam bentuk yang lain. HOTTU MESSE

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • 7 cara manfaatkan tabir surya kedaluwarsa
      Coba periksa tanggal kedaluwarsa tabir surya Anda untuk memastikan apakah masih berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari.Tabir surya punya masa kedaluwarsa selama enam bulan setelah dibuka, kata perlindungan konsumen ...
    • Klasemen Liga Spanyol, Real Madrid tinggalkan Barcelona
      Berikut hasil pertandingan dan klasemen liga Spanyol pada Minggu waktu setempat. Pertandingan Minggu 4 Desember: Alaves 1 Las Palmas 1 Athletic Club 3 Eibar 1 Real Betis 3 Celta Vigo 3 Sporting ...
    • Beberapa mayat ditemukan lagi setelah gudang terbakar di Oakland
      Beberapa mayat ditemukan lagi pada Ahad (4/12), setelah petugas pencarian memasuki dua daerah lain di gudang yang terbakar 36 jam sebelumnya. Namun Sersan Ray Kelly dalam taklimat kedua pada Ahad, tak bersedia menyebutkan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: