Gong Xi Fa Cai

Perayaan Imlek atau Tahun Baru China 2560 bukan hanya milik warga Tionghoa saja. Perayaan ini pun tidak hanya dilakukan oleh mereka yang beragama Kong Hu Chu saja, tetapi juga oleh warga Tionghoa yang telah menganut agama lainnya. Masyarakat lainnya pun turut merayakannya.

Tahun Baru China pasti tidak terlepas dari shio-nya. Tahun ini bershio kerbau yang artinya bekerja keras. Meski terhela kerbau keberuntungan dan terguyur hujan yang dipercaya sebagai melimpahnya berkah dan rejeki pada masa mendatang, pebisnis disarankan lebih berhati-hati, lebih berhikmat.

Imlek mengingatkan saya pada angpao, yaitu amplop kecil berwarna merah yang berisi uang. Juga tontonan keseniannya terutama barongsai.  Hal ini menjadi lebih terbuka setelah kepemimpinan Gus Dur.

Saya jadi teringat teman-teman dekat semasa SMA Neg. I Makassar dan kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin dulu.  Waktu di SMA, ada beberapa teman Tionghoa misalnya Alexander Yapeter (Yap Liang Sun), Johan Untung, Yunus Tjandi, Deice Oey, dan masih banyak lagi yang sudah saya lupa namanya. Maklum sudah 30 tahun yang lalu. Begitu juga semasa kuliah, ada Yohannes Benny dan Wempy Adjie.

Selama berteman dengan mereka, tidak pernah ada perasaan bahwa saya pribumi dan mereka non-pribumi.  Bahkan teman-teman ini justru paling lancar berbahasa Makassar dibandingkan saya, layaknya oarang Tionghoa lainnya di berbagai daerah di Indonesia. Kami berteman seperti biasa, tapi yang jadi tidak enak karena beberapa teman berprasangka kalau pertemanan kami karena materi. Maklum teman-teman ini semuanya anak pedagang.

Di Makassar, sentimen anti China paling gampang tersulut, apalagi mereka lebih menonjol dalam hal materi. Saya teringat pada saat mendaftar di UNHAS pada tahun 1978, Alex tidak lulus karena dia Tionghoa padahal dialah yang paling pintar di kelompok kami. Begitu juga pada saat kerusuhan tahun 1980-an di Makassar, saya dan Wellem Tammu pergi menjaga rumahnya di Jl Sultan Hasanuddin 11, dan sedihnya mereka yang menyerang rumahnya adalah teman-teman kami semasa di SMA dulu.

Itu mungkin kenangan suram, tetapi banyak sekali kenangan manis yang tidak terlupakan dengan mereka. Pertemanan saya dengan Alexander Yapeter tetap terjalin sampai sekarang. Kini Alex telah menjadi Direktur PT. Bentoel.

Disaat melafalkan Gong Xi Fa Cai, disaat memberi dan menerima angpao, maka ada radius makna yang menancap pada bawah sadar bahwa roda kehidupan berputar antara keberuntungan dan ketidakberuntungan.

Gong Xi Fa Cai…sahabat-sahabatku…angpaonya mana….

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Liga Eropa - Hasil dan klasemen Grup B, Apoel juara grup
      Apoel FC, berhasil menjuarai Grup B Liga Europa setelah mengalahkan wakil Yunani, Olympiakos, dengan skor 2-0 dalam laga pamungkas penyisihan di Stadion GSP, Siprus, Jumat dini hari WIB.Kemenangan yang diraih berkat gol dari ...
    • Liga Europa - Hasil dan klasemen Grup A, Fenerbahce-MU lolos
      Fenerbahce dan Manchester United lolos ke babak 32 besar Liga Europa selepas rangkaian pertandingan pamungkas penyisihan Grup A, Jumat dini hari WIB.Fenerbahce memastikan satu tiket ke babak 32 besar setelah tim asal Turki itu ...
    • Ngobrol dengan BJ Habibie di Belanda
      Nonton film berlanjut dengan ngobrol-ngobrol santai tapi serius terjadi di Belanda, antara anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia Belanda dan masyarakat Indonesia di Belanda, dengan Presiden Baharuddin Jusuf ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: