Pengadilan Wilders: Kebebasan Bukan Segalanya

wilders,-geert.jpg

Pernyataan anggota parlemen ekstrim kanan Belanda Geert Wilders melalui wawancara dan filmnya Fitna dianggap menghina pemeluk Islam. Akibatnya pengadilan Amsterdam memerintahkan kejaksaan agar memulai kasus terhadap Geert Wilders. Apa makna pengadilan Wilders ini untuk umat Islam Indonesia? Ikuti wawancara Radio Nederland Wereldomroep dengan budayawan Muslim Emha Ainun Najib.

Emha Ainun Najib [EAN]: Bagi saya baik Wilders maupun kejaksaan Belanda itu kan individumaupun institusi itu menggembirakan. Karena mereka masih aktif untuk mencari kebenaran. Kalau saya pakai universalnya begitu.

Wilders itu kan sampai mengejek Islam segala macam kan karena dia memiliki pandangan tentang kebenarannya sendiri dan dia mencoba mencari kebenaran gitu lho. Nah, kejaksaan juga begitu dia juga punya hak yang sama. Sehingga sekarang pertarungan dalam tanda petik antara Wilders dengan kejaksaan dengan pengadilan Belanda itu sebenarnya adalah pertarungan semacam diskusi atau perdebatan tentang kebenaran.

Persaudaraan dan saling menjaga 
Jadi selama institusi dan umat manusia masih aktif mencari kebenaran itu pasti menggembirakan. Karena orang yang dibawa ke pengadilan kan belum bisa disebut salah, kan gitu. Jadi yang penting, yang menggembirakan saya adalah bahwa manusia itu penting, hatinya penting, kepercayaannya penting sehingga kalau dia disinggung itu harus menjadi permasalahan bersama yang harus dicari kebenarannya bagaimana. Saya senang karena masing-masing aktif untuk mencari kebenaran itu.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]Kalau berdasarkan kebenaran seperti itu menurut Anda jadi apakah nantinya hasil akhirnya menurut Anda tidak begitu penting?

EAN: Menurut saya tetap penting, tetapi begini. Seperti saya ini punya banyak ketidaksetujuan kepada sangat banyak hal dalam kehidupan. Apa kepada negara Indonesia, kepada omongannya pejabat, kepada kebijakan pemerintah atau kepada agama lain, atau kepada orang Islam tetapi dengan tafsir yang lain, saya juga punya banyak ketidaksetujuan.

Artinya saya sangat berbeda, saya menemukan sangat banyak perbedaan antara pikiran dan keyakinan saya dengan banyak hal yang lain, di segala bidang. Tetapi saya kan manusia dan semua yang berbeda dengan saya kan juga manusia.

Maka saya punya urusan persaudaraan, saling menjaga hati. Jangan sampai saya menyakiti orang. Kalau saya nggak setuju sama sesuatu ya, saya tetap menjaga jangan sampai ketidaksetujuan saya menyakiti orang lain. Kalau saya disakiti oleh siapa-siapa, saya akan cari ini yang menyakiti saya ini institusinya, atau orangnya dan seterusnya.

Forum formal 
Katakanlah kalau saya jadi Wilders, saya akan cari ini Islamnya, tafsirnya, kelompok-kelompok tertentu atau apa, kan saya harus adil. Nah, itu semua saya senang kalau kemudian dibawa ke satu forum yang lebih formal dengan perdebatan dan diskusi-diskusi ini bisa lebih luas. Hasil terakhir, monggo.

RNWKalau menurut Anda sendiri, ini apa artinya buat kebebasan mengeluarkan pendapat?

EAN: Orang itu bebas mengeluarkan pendapat dan orang juga bebas untuk menolak pendapat orang lain. Orang bebas menempeleng orang, dia juga bebas untuk ditempeleng orang resikonya begitu. Jadi kebebasan berpendapat itu tidak mutlak. Dia dibatasi oleh orang lain yang mungkin pendapatnya berbeda yang bisa menjadi distruktif atau kontraproduktif kalau dia mendengar pendapat kita.

Manusia itu luas, manusia itu punya hati, manusia itu punya nurani, punya perasaan, punya dimensi yang sangat luas dalam kejiwaan manusia makanya tidak setiap pendapat itu saya kemukakan.

RNWBung Emha, dengan langkah ini menurut Anda ini apa maknanya buat masyarakat Muslim?

EAN: Orang Muslim sendiri juga harus banyak belajar. Karena mereka sendiri juga kadang-kadang tidak memperhatikan tasamuh. Tasamuh itu toleransi nurani, toleransi perasaan dengan orang lain. Suami istri saja kan musti toleran.

Saya sudah tua istri saya masih muda. Kalau satu hari istri saya ngomong, hei kamu kok makin tua to? Saya tersinggung nggak? Sakit hati nggak? Merasa terluka nggak? Kebebasan pendapat itu bukan Tuhan. Kebebasan pendapat itu part of human values, bagian nilai-nilai kemanusiaan. Dia bukan segala-galanya, gitu lho.

RANESI

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Patti Smith akan bernyanyi untuk antar Hadiah Nobel bagi Bob Dylan
      Saat pidato penerima Hadiah Nobel Sastra Bob Dylan dibacakan, rekannya sesama penyanyi sekaligus penulis lagu Patti Smith akan menyanyikan salah satu lagu terbaiknya pada selebrasi Hadiah Nobel di Stockholm nanti.Smith akan ...
    • YLBHI ramalkan jaksa akan sulit buktikan kesalahan Ahok
      Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani melihat banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bahkan Jaksa diyakininya akan sulit ...
    • Malaria sudah ada di zaman kekaisaran Romawi
      Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: